Nasional
Share this on:

BPN Kawal Dugaan Kecurangan ke Bawaslu

  • BPN Kawal Dugaan Kecurangan ke Bawaslu
  • BPN Kawal Dugaan Kecurangan ke Bawaslu

JAKARTA - Pasca melaporkan sejumlah dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), massa pendukung paslon 02 Prabowo-Sandi terus melakukan pergerakan. Sebelumnya, Kamis (9/5) massa yang diinisiasi Kivlan Zein dan Eggi Sudjana batal menggelar aksi. Kemarin, giliran Neno Warisman dan Habib Hanif Alatas turun ke jalan.

Mereka yang melakukan aksi di depan Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (10/5) kemarin, melakukan jalan kaki dari Masjid Istiqlal usai salat Jumat. Saat menuju Gedung Bawaslu, sejumlah petugas kepolisian terlihat mengawal aksi massa tersebut.

Sekira pukul 13.00 WIB, puluhan bahkan ratusan sudah memenuhi Jalan MH Thamrin. Arus kendaraan yang semula lancar menjadi tersendat. Bukan cuma massa aksi, aparat gabungan juga telah membentuk barisan pengamanan. Namun tampak berbeda di demo hari ini, terlihat anggota polisi termasuk Brimob memakai serban putih serta peci.

Mereka membentuk satu barisan di depan pagar Bawaslu.Para anggota Pasukan Asmaul Husna ini berdiri di belakang kawat berdiri. Mereka berdiri sigap sambil memantau jalannya aksi demonstrasi dan orasi yang disampaikan dari atas mobil komando.

Selain di depan Gedung Bawaslu, aparat juga melakukan penjagaan di area sekitarnya termasuk di Gedung Sarinah. Ada juga yang berada di Jalan MH Thamrin membantu melancarkan arus lalu lintas. Orator massa aksi Habib Hanif Alatas mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk dalam mengawal BPN Prabowo-Sandiaga melaporkan dugaan kecurangan Pemilu 2019.

Ia juga mengatakan jika aksi tersebut sebagai jihad konstitusional.

"Yang perlu kita ketahui siang hari ini, aksi kita aksi damai. Makanya saya ingatkan hati-hati provokasi. Siap jaga kedamaian, siap untuk tak terprovokasi," tegasnya.

Hanif mengatakan, kedatangan massa keuntuk mengawal BPN yang melaporkan dugaan kecurangan Pilpres 2019. Massa juga menuntut paslon 01 didiskualifikasi. Ia juga menegaskan, jika aksi tersebut bukan ingin menggulingkan pemerintahan. "Kita kawal presiden yang terindikasi terstruktur, sistematis, dan masif. Maka wajib untuk diproses karena ini merusak demokrasi kita merampas kedaulatan rakyat," ujarnya.

Di tempat sama, Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak mengatakan, hal yang sama. Ia berharap, KPU, Bawaslu dan aparat bisa membuktikan Pilpres 2019 berjalan jurdil. Umat tak akan resah, gelisah, marah tatkala kejujuran sudah terbuka. Kami harap Bawaslu terbuka mau verifikasi temuan-temuan dan hitung secara manual bersama BPN-TKN agar setelah Pemilu keluar pemimpin yang adil, ini penting," ujarnya.

Sekira pukul 16.00 WIB, massa mulai membubarkan diri. Arus lalu lintas di Jalan MH Thamrin yang semula ditutup kini dibuka kembali.Aksi massa di depan Gedung Bawaslu berakhir. Mereka meninggalkan lokasi demo menuju arah selatan melewati Jalan Sabang. Ada juga yang menuju ke lokasi semula.

Namun, ada juga yang pulang menggunakan Busway. Sementara itu, aparat gabungan yang berjaga saat aksi juga telah meninggalkan lokasi. Beberapa kendaraan taktis, water cannon, hingga barracuda juga terlihat berpindah dari lokasi.

Beberapa petugas juga mulai membuka kawat berduri yang sebelumnya terpasang mengelilingi Bawaslu. Meski arus telah dibuka, masih ada petugas kepolisian yang mengatur arus lalu lintas agar lancar. (khf/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Terancam Batal

Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo Terancam Batal

Partai Gerindra setuju dengan usulan mantan koordinator Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.


Jokowi-Ma'ruf Menang, Barier Beton dan Kawat Berduri Masih Terpasang

Jokowi-Ma'ruf Menang, Barier Beton dan Kawat Berduri Masih Terpasang

Paska putusan Mahkaman Konstitusi (MK), Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan MH Thamrin masih dijaga ketat.


Kalah di MK, Gugatan BPN Prabowo-Sandi Juga Ditolak MA

Kalah di MK, Gugatan BPN Prabowo-Sandi Juga Ditolak MA

Permohonan gugatan BPN Prabowo-Sandiaga, terkait pelanggaran administratif Pilpres 2019 ditolak Mahkamah Agung (MA).


BPN Berharap PSU, Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin Yakin Menang

BPN Berharap PSU, Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin Yakin Menang

Mahkamah Konstitusi (MK) akan membacakan putusan sengketa PHPU (Perselisihan Hasil Pemilihan Umum) Pilpres 2019, Kamis (27/6) besok.


Gerindra Ditawari Masuk Kabinet, BPN: Masih Tunggu Putusan MK

Gerindra Ditawari Masuk Kabinet, BPN: Masih Tunggu Putusan MK

Partai Gerindra ditawari untuk masuk kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin pada periode 2019-2024 mendatang.


MK Kirim Surat, BPN Tunggu Utusan

MK Kirim Surat, BPN Tunggu Utusan

Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengirimkan surat pemberitahuan sidang pembacaan putusan kepada seluruh pihak yang berperkara.


TKN dan BPN Sama-sama Yakin Menang

TKN dan BPN Sama-sama Yakin Menang

Tim kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno optimistis menang sengketa Pilpres 2019 yang tengah disidangkan MK.


Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Dinilai Belum Mampu Buktikan Dalil

Tim Hukum Prabowo-Sandiaga Dinilai Belum Mampu Buktikan Dalil

Tim Kampanye Nasional (TSM) Jokowi-Ma'ruf menyebut tuduhan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) hanya merupakan isapan jempol alias tidak benar.


KPU-Bawaslu Harus Lebih Efisien dan Efektif

KPU-Bawaslu Harus Lebih Efisien dan Efektif

Komisi II DPR melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama KPU, Bawaslu dan DKPP.


Pemilih Ganda Jadi Bahasan Menarik

Pemilih Ganda Jadi Bahasan Menarik

Dugaan pemilih ganda jadi bahasan menarik dalam persidangan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!