Nasional
Share this on:

BRI Sudah Ganti Uang Nasabah

  • BRI Sudah Ganti Uang Nasabah
  • BRI Sudah Ganti Uang Nasabah

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengaku telah mengganti semua uang nasabah yang hilang secara misterius. Sebelumnya, puluhan nasabah di Kediri, Jatim, melaporkan uangnya hilang.

Setelah dilakukan verifikasi, BRI telah mengganti uang 33 nasabah BRI Unit Ngaadiluwih, Kabupaten Kediri. Total kerugian dari 33 nasabah tersebut sekitar Rp145 juta. Rata-rata nasabah kehilangan uang sekitar Rp200 ribu, Rp300 ribu, dan ada juga yang sekitar Rp1 juta. Kehilangan yang dialami itu angkanya tidak bulat.

Corporate Secretary BRI Bambang Tribaroto mengatakan, BRI mendeteksi ada transaksi yang dilakukan di beberapa kota yang tersebar di Eropa. Salah satunya, Budapest di Hungaria. “Ada daftarnya. Tapi saya belum bisa beberkan,” katanya, kemarin.

Metode pencurian dana ini, lanjutnya, kemungkinan besar dilakukan dengan alat skimmer. Selama ini, metode skimming ini mengalami berbagai inovasi, karena teknologi memang terus berubah. Biasanya, skimmer diletakkan di tudung keypad mesin automated teller machine (ATM), berupa kamera kecil yang dapat merekam PIN ATM.

Ada juga alat yang diletakkan di slot tempat memasukkan kartu di mesin ATM. “Yang sekarang ini, belum ketahuan seperti apa. Tapi dia (pelaku) bisa mengambil nomor kartu dan PIN,” lanjut Bambang.

Deputi Komisioner Pengawas Perbankan I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Boedi Armanto mengatakan, nasabah BRI memang menjadi korban skimming. “Skimming yang merupakan pola lama fraud (kejahatan di sektor keuangan) dilakukan dengan cara mengambil data nasabah melalui proses skimming di infrastruktur e-channel BRI dan kemudian menduplikasi kartu. Selanjutnya kartu duplikat tersebut dipakai untuk mengambil dana nasabah,” ujarnya.

Namun OJK menilai BRI cukup sigap dalam mengatasi masalah ini. BRI pun terus berupaya memerbaiki infrastruktur e-channel dengan kualitas alat anti skimmer di setiap alat e-channel yang dimilikinya.

Alat anti skimmer itu harus selalu diperarui, karena skimmer itu sendiri juga mengguakan teknologi yang semakin canggih. Alat anti skimmer ini diperbarui agar data nasabah tetap aman dan terhindar dari skimming.

Di samping itu, BRI juga akan meningkatkan tingkat pengawasan dan alat kontrol dari setiap transaksi nasabah, baik melalui pengembangan aplikasi, perbaikan tata kelola, standard operational procedure (SOP) perkartuan dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan vendor pengelola infrastruktur e-channel BRI.

“Kami mengharapkan nasabah bisa tetap tenang. Karena, BRI telah melakukan banyak hal untuk merespons kejadian skimming dan melakukan aktivitas preventif,” sambung Boedi.

BRI sendiri tak hanya tersangkut masalah dana nasabah yang raib. Ada juga nasabah yang mengaku menerima SMS notifikasi one time password (OTP) dari penyedia jasa pembayaran Ayopop.com. Ayopop adalah aplikasi financial technology (fintech) untuk membayar berbagai jasa, seperti listrik, air dan lain-lain.

Nah, nasabah BRI itu menerima SMS dari BRI yang berisi OTP untuk bertransaksi di Ayopop. Padahal, nasabah tersebut tidak pernah menggunakan aplikasi Ayopop.

Terkait hal ini, BRI mengirimkan sudah mengirimkan surat kepada Ayopop sejak 16 Februari 2018 lalu. Dalam surat itu, BRI meminta Ayopop untuk menutup transaksi yang menggunakan debit dan kartu kredit BRI per 16 Februari 2018.

Permintaan penutupan transaksi lewat debit dan kartu kredit itu dilayangkan BRI sehubungan dengan tingginya percobaan transaksi yang sebagian besar terindikasi fraud terhadap kartu debit dan kartu kredit BRI.

“Penutupan ini dilakukan sementara waktu, untuk memberikan kesempatan bagi tim investigasi BRI dan mendapat solusi atas indikasi fraud yang terjadi, dan untuk ini kami akan menyampaikan segera ke pihak Ayopop.com,” ujar Kepala Bagian Risk Management Divisi Kartu Kredit BRI Chandra R. Moningka dalam surat tersebut.

Co-Founder PT Ayopop Teknologi Indonesia Tommy Yuwono menjelaskan, Ayopop saat ini memang tidak melayani transaksi user yang menggunakan debit dan kartu kredit BRI. Untuk sistem kartu kredit dan debit, Ayopop mengunakan jasa pihak ketiga sebagai payment gateway (pemroses transaksi). “Proses SMS OTP untuk pembayaran kartu kredit dan debit diproses secara langsung oleh pihak bank. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BRI yang telah memberikan informasi kepada Ayopop & platform online lainnya untuk tidak mengizinkan transaksi kartu BRI,” ujarnya.

Sebagai merchant yang bekerja sama dengan BRI, Ayopop tidak menyimpan data kartu apa pun. Karena, Ayopop menggunakan jasa perusahaan payment gateway untuk memproses transaksi kartu. “Sehingga pada saat user memasukan data di page payment gateway, sudah tidak ada kontrol dari merchant,” ungkapnya.

Sebagai fintech bill payment, Ayopop saat ini belum mendaftarkan diri ke Bank Indonesia (BI). “Kami akan panggil bank dan mereka (Ayopop) untuk dalami sebabnya dan tekankan perlindungan konsumen. Segera kami tindaklanjuti,” tutur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Onny Widjanarko. (rin/jpg)

Berita Sebelumnya

Komnas HAM Periksa Novel 7 Jam
Komnas HAM Periksa Novel 7 Jam

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Soal Ijazah Bodong, Menristekdikti Sudah Klarifikasi Statsusnya

Soal Ijazah Bodong, Menristekdikti Sudah Klarifikasi Statsusnya

Perseteruan antara Staf Khusus Menristekdikti Abdul Wahid Maktub dan Tirto terus bergulir.


Neneng Sudah Kembalikan Rp4,9 Miliar

Neneng Sudah Kembalikan Rp4,9 Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua orang tersangka kasus dugaan suap penerbitan izin pembangunan proyek Meikarta kemarin (23/11).


Dukungan kepada Nuril Semakin Besar

Dukungan kepada Nuril Semakin Besar

Mahkamah Agung (MA) sudah menyatakan Baiq Nuril Maknun bersalah.


Kasus Baiq Nuril Tanda Negara Tak Baik

Kasus Baiq Nuril Tanda Negara Tak Baik

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Itulah pribahasa yang tepat untuk Baiq Nuril.


Sudah Diatur Perdirjen, Tarif Taksi Online Rp3.500-6.000 Per Kilometer

Sudah Diatur Perdirjen, Tarif Taksi Online Rp3.500-6.000 Per Kilometer

Kementerian Perhubungan telah selesai membuat aturan mengenai taksi daring.


MA Batalkan Tiga Peraturan BPJS Kesehatan

MA Batalkan Tiga Peraturan BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan sudah tidak bisa menghindar lagi terkait desakan pembatalan Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Perdirjampelkes).


Hasil Seleksi Administrasi CPNS Ramai-ramai Dikomplain

Hasil Seleksi Administrasi CPNS Ramai-ramai Dikomplain

Pengumuman kelulusan seleksi administrasi rekrutmen CPNS baru diwarnai komplain dari sejumlah peserta. Mereka menganggap sudah mengirim dokumen sesuai persyarat


Pasokan Listrik ke RS Sangat Minim

Pasokan Listrik ke RS Sangat Minim

Kondisi rumah sakit (RS) sudah berangsur membaik.


Idrus Bantu Eni Minta Uang dari Kotjo

Idrus Bantu Eni Minta Uang dari Kotjo

Sidang perdana perkara dugaan korupsi pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1 memang hanya untuk Johanes Budisutrisno Kotjo sebagai terdakwa.


Mendagri Ikut Ganti Rugi Toko-toko

Mendagri Ikut Ganti Rugi Toko-toko

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara terkait isu penjarahan di Kota Palu.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!