Nasional
Share this on:

Bursa Caketum Beringin Mulai Memanas

  • Bursa Caketum Beringin Mulai Memanas
  • Bursa Caketum Beringin Mulai Memanas

**JAKARTA ** - Perebutan kursi Ketum Golkar kian memanas. Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo saling klaim telah memperoleh dukungan untuk maju sebagai calon ketua umum (caketum) Golkar pada Munas yang digelar Desember 2019 mendatang. Isu aklamasi mulai muncul ke permukaan.

"Kita melihat ada indikasi ke arah aklamasi. Seperti praktik yang pernah terjadi sebelumnya. Ini nggak boleh ada di Golkar, ketua umum lahir dari munas Golkar. Bukan dari aklamasi. tegas Bambang Soesatyo (Bamsoet) di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/7) kemarin.

Seperti diketahui, Airlangga, yang merupakan Ketum Golkar saat ini, telah resmi mendeklarasikan maju sebagai caketum Golkar periode 2019-2024. Dia mengaku mengantongi 400 dukungan dari pemegang suara di partai Golkar. Sedangkan Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga mengklaim sudah mendapat 400 dukungan.

Menurut Bamsoet, indikasi dari aklamasi adalah menggalang dukungan sebanyak-banyaknya. Selanjutnya dukungan itu dibawa ke rapat pleno untuk dklaim sebagai suara mayoritas.

"Saya bersyukur DPD-DPD yang mendukung saya berani mencegah praktik aklamasi. Mereka sangat berani mencegah terjadinya mobilisasi dukungan. Boleh saja sana klaim 400, sini 400. Tetapi itu nggak bisa dikatakan sebagai dukungan penuh untuk mengarah ke aklamasi," paparnya.

Dia meminta pemilihan caketum dilakukan langsung di arena munas secara tertutup. Sehingga para pemilih terjamin. Tidak ada intimidasi pemecatan dan penggantian Plt. Bamsoet mengaku akan mendeklarasikan secara resmi. Rencananya, deklarasi itu akan dilakukan pekan depan.

Menanggapi isu aklamasi, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan tegas membantahnya. Dia memastikan pemilihan ketum dilakukan dalam forum Munas. "Ada persyaratan dalam AD/ART dimana membutuhkan dukungan minimal 30 persen. Saya tegaskan pemilihan ketum lewat munas, bukan yang lain," ujar Airlangga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (8/7).

Menurutnya pleno dan pemilihan ketum adalah dua hal yang berbeda. Dia mengaku hafal persis mekanisme dan tahapan yang harus dilalui. Airlangga tidak mempersoalkan manuver yang dilakukan Bamsoet. "Silakan saja, tidak ada larangan. Ya kita lihat saja nanti bagaimana," pungkasnya.

Persaingan Internal

Pengamat politik, Ade Reza Hariyadi menyebut dinamika yang mulai muncul di dalam internal Golkar bukan disebabkan kegagalan kepemimpinan Airlangga Hartarto atau faktor eksternal. Gejolak politik di tubuh Golkar terjadi karena faktor persaingan internal merebut posisi strategis.

Secara umum terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan gejolak internal partai pasca-pilpres. Ketiga faktor itu, yakni persaingan internal, kegagalan pengurus sebelumnya, serta faktor eksternal berupa campur tangan pemenang pilpres.

"Tujuannya memastikan loyalitas partai terhadap pemerintahan ke depan," ujar Ade Reza.

Dari ketiga faktor itu, gejolak internal Golkar kemungkinan besar terjadi karena persaingan internal. Sejauh ini Golkar solid dan loyal terhadap pemerintahan Jokowi. Terutama saat kampanye pilpres 2019 lalu. Selain itu pencapaian Golkar di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto pada pemilu legislatif juga masuk kategori cukup baik.

"Golkar berada di urutan ketiga di bawah Gerinda. Saya pikir ini baik. Kita lihat selama ini Golkar cukup konsisten dengan perolehan suaranya," paparnya. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pemblokiran Data Hanya di Daerah Rusuh

Pemblokiran Data Hanya di Daerah Rusuh

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memblokir layanan data internet di Provinsi Papua dan Papua Barat mulai, Rabu (21/8) lalu.


Hoaks Pemilu Terus Meningkat

Hoaks Pemilu Terus Meningkat

Lembaga penyelenggara pemilu mengakui jika tren hoaks pemilu dari tahun ke tahun terus meningkat. Berita bohong soal pemilu mulai dikenal 2004 lalu.


Papua Memanas dan Mencekam, Gedung DPRD dan Lapas Dibakar

Papua Memanas dan Mencekam, Gedung DPRD dan Lapas Dibakar

Aksi unjuk rasa Mahasiswa dan tokoh masyarakat di Gedung DPRD Papua Barat, berujung ricuh dan membuat kondisi di wilayah itu memanaskan dan mencekam, Senin (19/


Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 17 Agustus mendatang. Kamis (15/8) hari ini, rencananya jemaah haji mulai melakukan penimbangan bagasi.


Wacana MPR Dipilih Aklamasi Mulai Digulirkan

Wacana MPR Dipilih Aklamasi Mulai Digulirkan

PDI Perjuangan mewacanakan pembentukan pimpinan MPR dilakukan secara aklamasi.


Sisir Jamaah Sampai ke Muzdalifah

Sisir Jamaah Sampai ke Muzdalifah

Secara bertahap jemaah haji mulai diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit.


Hari Ini Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah

Hari Ini Jamaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama, jumlah jemaah haji reguler yang telah tiba di Arab Saudi berjumla


Dunia Mulai Terancam Krisis Air

Dunia Mulai Terancam Krisis Air

Seperempat populasi dunia di 17 negara kini hidup di wilayah dengan persedian air yang tak sebanding dengan kebutuhan warganya.


Llistrik Mati Massal Mulai Diinvestigasi

Llistrik Mati Massal Mulai Diinvestigasi

Kementerian ESDM telah menerjunkan tim Inspektur Ketenagalistrikan untuk melakukan investigasi penyebab terjadinya pemadaman, Minggu (4/8) kemarin.


Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Penerima Kartu Pra Kerja

Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun untuk Penerima Kartu Pra Kerja

Pemerintah akan mengalokasikan anggaran Rp10 triliun untuk program Kartu Pra Kerja. Program ditargetkan akan bergulir mulai 2020 mendatang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!