Nasional
Share this on:

Cuaca Terik Iringi Kepulangan Jemaah Haji

  • Cuaca Terik Iringi Kepulangan Jemaah Haji
  • Cuaca Terik Iringi Kepulangan Jemaah Haji

MADINAH - Arus jemaah haji Indonesia meninggalkan Madinah, Arab Saudi kian masif. Kepulangan jemaah dibayangi dengan cuaca yang begitu terik. PPIHlagi-lagi meminta mereka menggunakan alat pelindung diri ketika beraktivitas di luar ruangan. Seiring dengan kondisi ini, pos-pos pengendali layanan tetap siaga meskipun intensitas jamaah mulai berkurang.

"Kami sampaikan cuaca di Makkah dan Madinah berbeda, di Madinah cuaca mencapai 43 hingga 44 derajat Celsius, ini perlu diantisipasi," kata Kepala Sektor 5 Daerah Kerja (Daker) Madinah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 Khalilurrahman, kemarin (23/8).

Untuk meminimalisasi dampak dari sinar matahari yang terik, Khalil mengingatkan jemaah haji untuk memakai masker, kacamata, dan alas kaki saat keluar hotel. Termasuk saat masuk ke Masjid Nabawi, alas kaki harus dibawa oleh masing-masing jemaah.

"Jangan sampai ketika berangkat ke masjid meninggalkan sandalnya di tempat penitipan, dibawa atau dititipkan kepada temannya. Kami sarankan agar membawa masing-masing sandalnya," katanya.

Peringatan ini mendasarkan pada pengalaman jamaah haji gelombang 1 yang tinggal di Madinah dahulu sebelum masa puncak haji. Banyak yang kakinya melepuh lantaran kehilangan sandal di Masjid Nabawi dan memaksakan diri berjalan tanpa alas kaki.

"Untuk kenyamanan jemaah saat beribadah di Masjid Nabawi, jangan membawa barang berharga atau uang secara berlebihan karena banyaknya kasus jamaah kecurian seperti yang dialami oleh jemaah gelombang pertama," katanya.

Ya, pos-pos layanan jamaah dari para petugas haji tetap disiagakan di Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, meskipun intensitas jamaah sudah mulai berkurang karena banyak dari mereka yang telah kembali ke Tanah Air. "Petugas Pertolongan Pertama Pada Jamaah Haji (P3JH) akan tetap mengawal jamaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, meskipun saat ini sudah tidak sepadat saat menjelang musim Armuzna (Arafah-Muzdalifah-Mina)," kata Sekretaris (P3JH) dr Pradipta Suarsyaf kemarin.

Ia mengatakan, saat ini kasus-kasus gangguan kesehatan jamaah baik di Masjidil Haram maupun di Masjid Nabawi sudah jauh menurun. P3JH, kata dia, tidak mengurangi jumlah pos yang dioperasikan di dua masjid tersebut terutama di Masjidil Haram. "Jumlah pos tetap saja. Kita tambah penguatan di masjid baru di perluasan Masjidil Haram yang belakang itu kita sisir," katanya.

Untuk di Masjidil Haram, diakuinya saat ini kondisi tidak sepadat sepekan lalu dan pengamanan dari para "askar" (petugas keamanan) juga tidak seketat beberapa waktu sebelumnya. Saat ini bahkan untuk masuk ke area dalam Masjidil Haram dari Pintu Marwah masih bisa diakses satu jam sebelum waktu shalat fardu tiba padahal sebelumnya beberapa jam sebelum waktu shalat sudah ditutup.

Tidak harus naik ke lantai atas. Jamaah yang ditangani Pos Satu juga berkurang jauh. Intensitas baik jamaah dan kasusnya berkurang. Untuk kasus medis juga berkurang. Paska Armuzna ini semakin jarang kita temukan, katanya. Meskipun, kata dia, sempat ada kejadian seorang anggota jamaah meninggal di lantai teratas Masjidil Haram atau di roof top.

Sementara di Madinah sendiri, kata dia, dilaporkan justru terjadi eskalasi atau peningkatan jamaah yang masuk. Pengalaman tahun lalu, dikira santai. Tetapi justru banyak yang tumbang saat ibadah di Madinah. Ada kelelahan. Maka P3JH bersiap dan waspada antisipasi. Petugas di Madinah juga buat video edukasi ke sektor-sektor tentang bagaimana tips beribadah apalagi Raudhah itu cukup padat sekarang ini, demikian Pradipta Suarsyaf. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Pilkada 2020, UU Perlu Direvisi
Pilkada 2020, UU Perlu Direvisi

Berita Berikutnya

Rusuh Papua Dipicu Serangan Siber
Rusuh Papua Dipicu Serangan Siber

Berita Sejenis

Titik Api Berlahan-lahan Turun

Titik Api Berlahan-lahan Turun

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan keberhasilan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan di Riau kemarin (19/9).


449 Jemaah Tiba di Tanah Air

449 Jemaah Tiba di Tanah Air

Jemaah haji Indonesia yang masuk dalam gelombang ke-2, direncanakan tiba hari ini (22/8) di Tanah Air.


Cuaca Panas Tewaskan 101 Orang di Tokyo

Cuaca Panas Tewaskan 101 Orang di Tokyo

101 orang meninggal dunia dan pulahan lainnya masih dalam perwatan rumah sakit, akibat cuaca panas yang melanda Tokyo, Jepang, sejak 1 Juli hingga 19 Agustus la


Mina Akan Diperluas dengan Meratakan Gunung

Mina Akan Diperluas dengan Meratakan Gunung

Desakan Pemerintah Indonesia akhirnya didengar. Pemerintah Arab Saudi berencana memperluas kapasitas Mina pascamusim haji 2019.


259 Jamaah Haji Wafat, 386 Dirawat, Sebagian Besar karena Serangan Jantung

259 Jamaah Haji Wafat, 386 Dirawat, Sebagian Besar karena Serangan Jantung

Jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal saat menunaikan ibadah haji pada musim 2019 mencapai 200 orang lebih.


Pemulangan Jemaah Lewat Fast Track

Pemulangan Jemaah Lewat Fast Track

Pemerintah Arab Saudi melakukan uji coba fast track atau jalur cepat untuk proses pemulangan jamaah haji termasuk dari Indonesia.


Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 17 Agustus mendatang. Kamis (15/8) hari ini, rencananya jemaah haji mulai melakukan penimbangan bagasi.


Kelelahan, Wafat Dalam Terowongan Mina

Kelelahan, Wafat Dalam Terowongan Mina

Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna) memastikan kondisi di tenda jemaah haji Indonesia saat ini aman terkendali.


Sisir Jamaah Sampai ke Muzdalifah

Sisir Jamaah Sampai ke Muzdalifah

Secara bertahap jemaah haji mulai diberangkatkan menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit.


Puncak Haji Dibagi Empat Rute

Puncak Haji Dibagi Empat Rute

Seluruh jemaah haji sudah berada di Tanah Suci. Dari data Siskohat Kemenag totalnya mencapai 212.732 orang, yang tergabung dalam 529 kelompok terbang (kloter).



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!