Nasional
Share this on:

Cuti Sehari Dalam Seminggu

  • Cuti Sehari Dalam Seminggu
  • Cuti Sehari Dalam Seminggu

JAKARTA - Kepala daerah dipastikan boleh terlibat dalam dukungan politik terhadap partai atau calon presiden. Hanya saja, mereka tidak boleh menjadi ketua tim kampanye baik di pusat maupun daerah. Mereka juga harus cuti yang waktunya dibatasi, bila hendak mengikuti kampanye parpol maupun paslon presiden dan wapres.

Mendagri Tjahjo Kumolo mengingatkan, regulasi pemilu sudah mengatur kewajiban cuti bagi pejabat yang hendak mengikuti kampanye. Baik UU nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, UU nomor 32 Tahun 2018 tentang pengunduran diri dan cuti pejabat terkait pemilu, serta PKPU Nomor 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilu.

’’Cuti dilaksanakan untuk satu hari kerja dalam seminggu pada masa kampanye,’’ terangnya kemarin (13/9). Sementara, Sabtu dan Minggu dihitung sebagai hari libur sehingga tidak perlu mengajukan cuti. Yang jelas, dalam pengajuan cuti itu, harus tercantum jadwal, durasi, serta lokasi kampanye.

Pada tiga edisi pilkada lalu, praktik cuti kampanye bagi kepala daerah sudah lazim dilakukan. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas misalnya, mengambil cuti saat menemani cagub Jatim Saifullah Yusuf berkampanye di Banyuwangi saat tengah pekan. Atau Sandiaga Uno yang mengambil cuti saat masih sebagai wagub DKI Jakarta, untuk mengampanyekan Sudirman Said di Jateng.

Tjahjo menjelaskan, para gubernur dan wakil gubernur yang akan berkampanye di pilpres dan pileg harus mengirim pengajuan cuti ke Mendagri. Tajhjo memastikan bakal memproses dan menerbitkan persetujuan untuk para gubernur dan wagub tersebut. Tentunya selama memenuhi ketentuan. Yakni, satu hari dalam seminggu.

Tata cara serupa namun berbeda alamat juga berlaku bagi para wali kota, wawali, bupati, dan wabup yang hendak cuti untuk kampanye. ’’Pengajuan izin cutinya disampaikan ke Gubernur untuk diproses dan diterbitkan persetujuan,’’ tambah mantan Sekjen PDIP itu. Surat cuti itu juga harus dikirim ke KPU setempat sebagai tembusan.

Peraturan bagi kepala dan wakil keplaa darah tidak hanya mencakup tentang cuti. Namun juga beberapa kondisi lain. Misalnya, kepala dan wakil kepala daerah dilarang menjadi ketua tim kampanye paslon maupun parpol di tingkat manapun.

Kemudian, mereka tidak boleh menggunakan fasilitas negara selama kampanye. Hanya presiden dan wapres yang boleh menggunakan fasilitas negara karena sifatnya melekat. Dalam UU Pemilu, fasilitas yang melekat itu adalah pengamanan, protokoler, dan kesehatan.

Karena itu, kepala dan wakil kepala daerah tidak dilarang mendukung paslon yang mereka sukai atau bahkan teribat dalam kampanyenya. Dengan catatan memenuhi aturan yang berlaku. Juga, tidak membuat kebijakan di daerahnya yang menguntungkan atau merugikan salah satu paslon selama masa kampanye.

Terpisah, bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno menyatakan, pihaknya telah memiliki sikap tegas terkait gubernur maupun kepala daerah dari koalisi Prabowo-Sandi. Pihaknya telah memerintahkan kepada para gubernur untuk fokus pada tugas mereka memimpin dan membangun wilayah mereka masing-masing.

”Kami, di koalisi Prabowo-Sandiaga, sudah perintahkan gubernur maupun kepala daerah, untuk fokus membangun wilayahnya. Mereka sudah punya tugas bangun ekonomi, pastikan harga terjangkau,” kata Sandi.

Perintah tersebut, kata Sandi, berlaku untuk seluruh kepala daerah tanpa kecuali. Termasuk kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang selama ini memiliki popularitas tinggi dalam menarik suara. ”Pak Anies (Baswedan) dapat perintah yang sama, dan ada beberapa gubernur, yang dapat pesan yang sama,” ujarnya. (byu/bay/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

843 Hektare Lahan di Riau Terbakar

843 Hektare Lahan di Riau Terbakar

Meskipun sebagian besar wilayah indonesia masih dalam masa musim hujan, namun wilayah Provinsi Riau saat ini memasuki musim kemarau.


Ganti Rugi Rp. 18 Triliun, Masuk Rp. 32 Miliar

Ganti Rugi Rp. 18 Triliun, Masuk Rp. 32 Miliar

Dalam debat calon presiden kemarin malam (17/2), Calon Presiden nomor urut 01 Jokowi menyebut bahwa penegakan hukum terhadap perusaan perusak lingkungan hidup.


Jelang Debat, Jokowi ke Bengkulu, Prabowo ke Semarang

Jelang Debat, Jokowi ke Bengkulu, Prabowo ke Semarang

Puncak debat pilpres edisi kedua tinggal sehari lagi. Kemarin (15/2), pihak penyelenggara makin intens menata lokasi debat.


Sembilan Pengedar Narkoba Divonis Mati

Sembilan Pengedar Narkoba Divonis Mati

Ony Kurniawan mengisap rokoknya dalam-dalam, lalu mengembuskan asapnya kuat-kuat.


Jumlah Komodo Kian Sedikit, Pulau Komodo Bisa Ditutup 2020

Jumlah Komodo Kian Sedikit, Pulau Komodo Bisa Ditutup 2020

KLHK dalam waktu dekat akan membentuk tim terpadu untuk melakukan kajian tentang kemungkinan penutupan sementara Pulau Komodo.


Siap-siap, Juni Nanti Ada Seleksi CPNS Lagi

Siap-siap, Juni Nanti Ada Seleksi CPNS Lagi

Tenaga pendidikan dan kesehatan bakal jadi fokus utama perekrutan dalam seleksi CPNS (calon pegawai negeri sipil) tahun ini.


Urun Biaya Peserta BPJS Kesehatan Tunggu Usulan

Urun Biaya Peserta BPJS Kesehatan Tunggu Usulan

Peserta BPJS Kesehatan belum dikenai urun biaya yang masuk dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).


Mundur sebagai Ketum PSSI, Edy Merasa Tak Dihargai

Mundur sebagai Ketum PSSI, Edy Merasa Tak Dihargai

’’Saya mundur dari posisi ketua umum PSSI,’’ ujar Edy Ramayadi dalam pidato pembukaan pada Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, kemarin (20/1)


Jelang Debat Capres, Paslon Sepakat Lontarkan Pertanyaan Substantif

Jelang Debat Capres, Paslon Sepakat Lontarkan Pertanyaan Substantif

Pengamanan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan debat paslon presiden dan wakil presiden yang akan berlangsung besok (17/1).


Ambil CVR Dalam Timbunan Lumpur, KNKT Segera Teliti Kotam Hitam Kedua

Ambil CVR Dalam Timbunan Lumpur, KNKT Segera Teliti Kotam Hitam Kedua

KRI Spica 934 berhasil mendeteksi cockpit voice recorder (CVR) Lion Air PK-LQP tepat sepekan pasca bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara minggu l



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!