Nasional
Share this on:

Dana Desa Untuk Pemberdayaan Ekonomi

  • Dana Desa Untuk Pemberdayaan Ekonomi
  • Dana Desa Untuk Pemberdayaan Ekonomi

JAKARTA - Dana desa untuk lima tahun ke depan tidak lagi difokuskan pada infrastruktur. Akan tetapi akan digunakan untuk pemberdayaan ekonomi dan sumber daya manusia. "Selama ini dana desa hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur, namun kalau diikuti terus infrastruktur tidak akan ada habisnya, oleh sebab itu pemerintah mempunyai ide bahwa dengan dana desa, desa dapat menciptakan model keuangan dan model bisnis sendiri," kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo di Jakarta, Rabu (7/8).

Dia mengatakan desa yang sudah dapat menciptakan model keuangan dan model bisnisnya sendiri, maka desa tersebut akan mandiri. Terlebih saat ini sudah banyak desa yang punya pendapatan lebih besar dibandingkan dana desanya dan sudah banyak desa yang membayar pajak lebih besar dari dana desanya.

Untuk menuju ke sana, pemerintah berusaha menciptakan pasar bagi masyarakat desa dengan bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sesama kementerian, universitas dan pihak swasta. "Kemendes tidak bisa sendirian, ekonomi Indonesia sebagian besar digerakkan oleh swasta, maka kita libatkan swasta untuk membangun desa sehingga pertumbuhan ekonomi desa bisa lebih cepat," kata dia.

Dalam pendekatan pembangunan desa, kata Eko, pihaknya berupaya membangun pasar terlebih dahulu kemudian ke sektor produksi. Dengan adanya pasar maka produksi desa akan dapat diserap.

Kemendes PDTT baru saja menjajal kerja sama dengan perusahaan e-commerce Tokopedia agar produk-produk desa dapat dipasarkan secara digital. Menurut Eko ini bukan pertama kalinya Kemendes PDTT bekerja sama dengan e-commerce untuk membangun desa, sebelumnya mereka telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan.

"Jika sudah terintegrasi maka ongkos produksi jadi murah dan risikonya jadi lebih kecil sehingga masyarakat desa tidak sulit mendapatkan dana dari perbankan," kata dia. (gw/zul/fin)


Berita Sejenis

Pengiriman TKI ke Hong Kong Masih Dibahas

Pengiriman TKI ke Hong Kong Masih Dibahas

Pemerintah Indonesia nampaknya tidak ingin terburu-buru dalam mengambil langkah untuk menghentikan pengiriman tenaga kerja Indonesia (WNI)


Rp1,162 Triliun Disiapkan untuk Cetak SDM Andal

Rp1,162 Triliun Disiapkan untuk Cetak SDM Andal

Pemerintah telah menyiapkan empat proyek utama untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.


UTBK SBMPTN 2020 Tak akan Digelar Tahun Ini

UTBK SBMPTN 2020 Tak akan Digelar Tahun Ini

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengusulkan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk SBMPTN pada 2020 dimajukan menjadi akhir 2019.


Pemulangan Jemaah Lewat Fast Track

Pemulangan Jemaah Lewat Fast Track

Pemerintah Arab Saudi melakukan uji coba fast track atau jalur cepat untuk proses pemulangan jamaah haji termasuk dari Indonesia.


GBHN Harus untuk Rakyat bukan Elite Politik

GBHN Harus untuk Rakyat bukan Elite Politik

Wacana dihidupkannya kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) masih menuai pro dan kontra.


Kebakaran Hutan Makin Memprihatinkan

Kebakaran Hutan Makin Memprihatinkan

Tim asistensi yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bergerak terjun ke lapangan untuk mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Dana Desa Didorong untuk Kembangkan Pariwisata

Dana Desa Didorong untuk Kembangkan Pariwisata

Desa-desa diharapkan memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya, tak usah lagi untuk pembangunan infrastruktur.


Mendikbud Usul Gaji Guru Honorer Sesuai UMR

Mendikbud Usul Gaji Guru Honorer Sesuai UMR

Gaji guru honorer diusulkan sesuai dengan upah minimum regional (UMR) dengan menggunakan dana alokasi umum (DAU).


Wacana Kembali ke GBHN, Suara Rakyat Mau Diambil MPR

Wacana Kembali ke GBHN, Suara Rakyat Mau Diambil MPR

Wacana menghidupkan kembali Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) terus mengemuka. Secara umum, GBHN baik untuk diterapkan.


74 Nama Masuk Radar BPIP

74 Nama Masuk Radar BPIP

Setelah sempat dilakukan pada tahun 2017, kali ini Badan Pembina Idiologi Pancasila (BPIP) akan kembali memberikan apresiasi untuk 74 individu prestasi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!