Nasional
Share this on:

Dari 103 Hanya 27 Pegawai Pabrik Kembamg Api Punya BPJS

  • Dari 103 Hanya 27 Pegawai Pabrik Kembamg Api Punya BPJS
  • Dari 103 Hanya 27 Pegawai Pabrik Kembamg Api Punya BPJS

TANGERANG - Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri mendapati sejumlah kejanggalan ketika meninjau pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses yang terbakar Kamis (26/10). Hanif menuturkan bahwa pabrik tersebut lebih mirip gudang. ”Kami lihat sarana prasarana keselamatan kerjanya kurang memadai,” ungkap dia usai mengunjungi pabrik tersebut, kemarin sore.

Berdasar pengamatan Hanif, pabrik tersebut tidak memiliki jalur evakuasi sebagaimana mestinya. Lebih dari itu, kesehatan dan keselamatan kerja atau K3 sama sekali tidak diperhatikan. Lantaran menyimpan, mengelola, dan memproduksi barang dari bahan baku berbahaya seharusnya K3 jadi perhatian penting.

”Karena masuk kategori berbahaya,” ujarnya.

Untuk itu, Hanif meminta seluruh jajaran pengawasan yang berada di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Disamping insiden kebakaran di Kosambi yang merenggut puluhan nyawa, dia mengakui masih banyak pengusaha dan perusahaan yang kurang taat terhadap standar K3.

”Banyak pengusaha masih mengabaikan pekerja. Mengabaikan keselamatan kerja,” sesalnya.

Menteri asal Semarang itu berjanji, pihaknya terus berbenah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bakal merevisi undang-undang (UU) ketenagakerjaan. ”Ada pikiran ke situ,” ungkap Hanif. Menurut dia, UU ketanagakerjaan saat ini terlalu lembek.

”Dari segi konten cukup baik. Cuma dari segi sanksi itu memang terlalu minimal,” terang dia. Selain itu, UU tersebut juga dia anggap sudah terlalu lama.

Namun demikian, Hanif belum merinci ide merevisi UU tersebut. Saat ini, instansinyaconcern membenahi permasalahan yang tampak. Belajar dari insiden di Kosambi, dia tidak ingin hal serupa kembali terulang. Untuk itu, dia tidak main-main dengan sanksi yang bakal diberikan kepada orang yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

”Menurut saya harus dikasih sanksi seberat-beratnya,” tegas dia.

Mantan anggota DPR RI itu pun berjanji bakal meperkuat pengawasan. Mulai dari tingkat pusat, provinsi, kota dan kabupaten, maupun tingkat kecamatan, kelurahan serta desa. ”Nanti saya mendorong para gurbernur, kepala daerah untuk memastikan pengawasan semakin baik,” terangnya.

”Kementerian Ketenagakerjaan yang menyiapkan sistemnya juga akan terus berkoordinasi,” tambah dia.

Masalah lain yang juga jadi sorotan Hanif dari insiden di Kosambi adalah banyak pekerja tidak terdaftar BPJS Ketenagakerjaan. ”Dari 103 pekerja, yang terdaftar BPJS (Ketenagakerjaam) hanya 27 orang,” bebernya. Itu jelas merupakan pelanggaran berat yang dilakukan perusahaan. Sebab, mereka tidak memenuhi hak yang mestinya diterima oleh pegawai.

Dampak pelanggaran tersebut cukup besar. Sebab, BPJS Ketenagakerjaan tidak bisa turun tangan secara langsung untuk membantu 76 pegawai pabrik kempang api lainnya. Namun, pemerintah tidak lantas tinggal diam. Hanif menegaskan, perusahaan yang bakal menanggung kerugian para pegawai tersebut.

”Harus, mau tidak mau, suka nggak suka. Itu tanggung jawab kok,” tegasnya.

Bantuan dari perusahaan, sambung Hanif, mesti sesuai dengan ketentuaan. Juga sama dengan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Yakni santunan Rp 170 juta sampai Rp 180 juta untuk korban meninggal, serta perawatan dan pemulihan sampai tuntas untuk korban luka.

”Harus mendapatkan perawatan dan pengobatan yang baik sampai sembuh. Kami pastikan untuk mengawal itu semua,” ujarnya. (syn/jpnn)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Wow, Transaksi Jual Beli Jabatan Tembus Rp160 Triliun

Wow, Transaksi Jual Beli Jabatan Tembus Rp160 Triliun

Praktik jual beli pegawai dan aparatur sipil negara (ASN) bakal lebih mudah terendus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Wali Kota Cantik Diperiksa KPK Lagi

Wali Kota Cantik Diperiksa KPK Lagi

Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany tampak buru-buru saat keluar dari gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pukul 17.22, kemarin.


Jalur ke Dieng dari Kejajar Ditutup Total

Jalur ke Dieng dari Kejajar Ditutup Total

Jalur menuju kawasan dataran tinggi Dieng tepatnya di Desa Tieng Kejajar akan ditutup total selama empat hari.


Divonis Lima Tahun, Miryam pun Dicopot dari DPR

Divonis Lima Tahun, Miryam pun Dicopot dari DPR

Berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam S. Haryani yang sempat dicabut pada persidangan Irman dan Sugiharto 23 Maret lalu.


Lima Tahun, 17 Hakim Kena OTT KPK

Lima Tahun, 17 Hakim Kena OTT KPK

Kasus tindak pidana korupsi melibatkan pimpinan dan pegawai lembaga peradilan membuat Komisi Yudisial (KY) bertindak lebih jauh.


Polisi Terima Dua Kantong Jenazah Tambahan Pabrik Petasan

Polisi Terima Dua Kantong Jenazah Tambahan Pabrik Petasan

Identifikasi korban kebakaran Pabrik Kembang Api PT. Panca Buana Cahaya Sukses (PT. PCBS) di Tangerang Banten menunjukkan progres yang signifikan.


Defisit Rp9 Triliun, Pemerintah Kaji Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Defisit Rp9 Triliun, Pemerintah Kaji Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Pemerintah akan mengambil langkah taktis untuk mengatasi defisif yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.


Status Hukum Pemilik Pabrik Kembang Api Ditentukan Hari Ini

Status Hukum Pemilik Pabrik Kembang Api Ditentukan Hari Ini

Pemeriksaan kepada pemilik pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses, Indra Liyono, berjalan tertutup.


Nasib Arif Budiman di Tangan Pimpinan KPK

Nasib Arif Budiman di Tangan Pimpinan KPK

Dugaan pelanggaran etika pegawai yang dilakukan Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Aris Budiman terus berlanjut.


 47 Buruh yang Tewas Tak Bisa Keluar Pabrik Petasan

47 Buruh yang Tewas Tak Bisa Keluar Pabrik Petasan

Sungguh menyedihkan. Sebanyak 47 buruh tewas terbakar dan 46 lainnya luka-luka dalam kebakaran hebat pabrik petasan.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!