Nasional
Share this on:

Dari Denpasar Seharusnya Tak Boleh Terbang

  • Dari Denpasar Seharusnya Tak Boleh Terbang
  • Dari Denpasar Seharusnya Tak Boleh Terbang

Kasubkom Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo

JAKARTA - Hari ini (29/11) tepat sebulan kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air. Sesuai dengan ketentuan, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membeberkan preliminary report atau laporan awal investigasi insiden tersebut.

Hasilnya, pesawat bernomor registrasi PK-LQP itu sudah tidak layak saat terbang dari Denpasar menuju Jakarta pada 28 Oktober. KNKT menemukan bahwa pesawat tersebut mengalami kerusakan pada empat penerbangan terakhir.

Sebelum itu, ada dua kali kerusakan yang dituliskan di log book pesawat Boeing 737 MAX 8 itu. ”Kerusakan yang ke Pangkal Pinang itu mirip dengan Denpasar-Jakarta,” ujar Kasubkom Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo dalam jumpa pers kemarin (28/11).

Nurcahyo juga membeberkan, sehari sebelum kecelakaan, pesawat tidak layak terbang saat terbang menuju ke Jakarta. Saat melakukan pemeriksaan pre-flight, pilot in command (PIC) melakukan diskusi dengan teknisi terkait tindakan perawatan pesawat udara yang telah dilakukan.

Hal itu termasuk adanya informasi bahwa sensor angle of attack (AoA) yang diganti dan telah diuji. Pesawat akhirnya berangkat pada malam harinya atau sekitar pukul 22.20 WITA. Digital Flight Data Recorder (DFDR) mencatat adanya stick shaker yang aktif pada sesaat sebelum lepas landas (rotation) dan berlangsung selama penerbangan.

”Stick shaker merupakan warning pesawat berpotensi mengalami stall yang diterima pilot,” ungkap Nurcahyo.

Nurcahyo mengambarkan stall adalah ketika hidung pesawat mendongak terlalu ke atas. Biasanya lebih dari 15 derajat. Kemiringan tersebut bisa terdeteksi dari AoA. Akibat dari stall ini, pesawat akan kehilangan daya angkat.

Saat pesawat berada di ketinggian sekitar 400 kaki (121,92 meter), PIC menyadari adanya warning IAS DISAGREE pada primary flight display (PFD). Kemudian PIC mengalihkan kendali pesawat kepada second in command (SIC) serta membandingkan penunjukan pada PFD dengan instrument standby dan menentukan bahwa PFD kiri yang bermasalah.

PIC mengetahui bahwa pesawat mengalami trimming aircraft nose down (AND) secara otomatis. ”PIC kemudian mengubah tombol STAB TRIM ke CUT OUT. SIC melanjutkan penerbangan dengan trim manual dan tanpa auto-pilot sampai dengan mendarat,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, PIC sempat melakukan deklarasi “PAN PAN” yang artinya ada keadaan darurat. Kondisi tersebut terjadi karena mengalami kegagalan instrumen. Hidung pesawat naik turun. PIC melaporkan kepada petugas pemanduan lalu lintas penerbangan Denpasar dan meminta untuk melanjutkan arah terbang searah dengan landasan pacu.

Akhirnya pesawat mendarat di Jakarta pada pukul 22.56 WIB atau setelah terbang selama 1 jam 36 menit. Setelah pesawat parkir, PIC melaporkan permasalahan pesawat udara kepada teknisi dan menuliskannya di log book.

Pagi harinya (29/10), pesawat diterbangkan ke Pangkal Pinang. Tentu setelah mendapat perbaikan dari teknisi. Kerusakan yang sama terjadi. Dari flight data recoreder (FDR) menunjukkan sebelum pesawat jatuh, hidung pesawat turun secara otomatis 20 kali dalam 11 menit.

Nurcahyo menjelaskan bahwa pilot dan kopilot berulang kali berupaya untuk membawa pesawat naik kembali. Hingga akhirnya kehilangan kontrol. Pesawat kemudian menukik dengan kecepatan sekitar 700 kilometer per jam.

Nurcahyo membeberkan, untuk menghindari stall, pesawat harus diposisikan ke arah angin. Sayangnya, pada AoA pesawat PK-LQP antara sisi kanan dan kiri berbeda. Ini tentu membingungkan pilot. ”Ada kemungkinan pesawat dalam posisi tepat, namun pada perangkat di kokpit ditunjukkan pesawat mendongak 20 derajat,” kata Nurcahyo.

Sebelum lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, stick shaker pada control column sebelah kiri aktif dan terjadi pada hampir seluruh penerbangan. Pada saat terbang, SIC sempat bertanya kepada petugas pemandu lalu lintas penerbangan untuk memastikan ketinggian serta kecepatan pesawat udara yang ditampilkan pada layar radar petugas pemandu lalu lintas penerbangan.

Kemudian SIC juga melaporkan mengalami “flight control problem” kepada radar petugas pemandu lalu lintas penerbangan. Laporan awal yahg dikemukakan KNKT hanya berdasar pada FDR yang telah ditemukan. Sedangkan Cockpit Voice Recorder (CVR) masih belum berhasil ditemukan dan kegiatan pencarian masih dilakukan.

”Kami sudah ketemu pemilik kapal yang kapalnya bisa berhenti tanpa menurunkan jangkar. Sebab di bawah permukaan titik koordinat itu ada pipa pertamina dan kabel optik,” ujar Nurcahyo.

Tim investigasi akan melakukan beberapa pemeriksaan termasuk pemeriksaan sensor AoA dan simulasi penerbangan dengan menggunakan engineering simulator milik Boeing. Tim investigasi juga telah mendapatkan data Quick Access Recorder (QAR) untuk dilakukan analisa lebih lanjut.

KNKT juga mengeluarkan dua rekomendasi kepada Lion Air. Pertama Lion Air harus menjamin implementasi dari operation manual part A subchapter 1.4.2 dalam rangka meningkatkan budaya keselamatan. Selain itu untuk menjamin pilot dapat mengambil keputusan untuk meneruskan penerbangan.

Kedua adalah menjamin semua dokumen operasional diisi dan didokumentasikan secara tepat. ”Temuan KNKT ada enam pramugari yang ikut terbang padahal pada dokumen diisi lima pramugari,” ujarnya.

Sementara itu, menejemen Lion Air memastikan bahwa pihaknya telah dan akan melaksankaan rekomendasi dari Kemenhub maupun KNKT. ”Termasuk budaya keselamatan yang menjadi rekomendasi KNKT,” kata President Director of Lion Air Group Edward Sirait kemarin.

Terkait adanya temuan tidak sesuainya manifest pramugari, Edward akan melakukan investigasi lagi. Dia menyatakan bahwa salah satu pramugari merupakan instruktur.

Dia juga mengaku keberatan dengan pengutipan pesawat Lion Air PK- LQP tersebut tidak layak terbang. Menurutnya, pernyataan itu bisa menyebabkan persepsi yang berbeda dengan kasus kecelakaan. ”Kami akan melakukan klarifikasi secara tertulis kepada KNKT. Kalau tidak ada tanggapan, akan ditempuh langkah seperti jalur hukum. Sebab ini sudah tendensius,” ucapnya.

Managing Director of Lion Air Group Daniel Putut juga mempertanyakan pernyataan Nurcahyo yanh menyebutkan pesawat tidak laik terbang sejak dari Denpasar. ”Di primary report tertulis sudah melaksanakan penggantian AoA dan sudah dites. Setiap teknisi yang sudah merilis, maka pesawat dinyatakan laik terbang,” tuturnya.

Selain pengecekan yang dilakukan teknisi, pilot juga melakukan tes pre-flght. Pilot juga melihat log book. (lyn/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Target Pemberkasan NIP Tuntas Desember

Target Pemberkasan NIP Tuntas Desember

Karena banyak sebab, jadwal rangkaian rekrutmen CPNS 2018 molor dari yang ditetapkan semula.


Mantan Bos Century Bebas Bersyarat

Mantan Bos Century Bebas Bersyarat

Mantan pemilik saham mayoritas Bank Century Robert Tantular ternyata telah bebas dari penjara.


2019, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

2019, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Sistem zonasi sekolah akan membawa perubahan besar-besaran pada dunia pendidikan pada tahun 2109. Salah satunya adalah proses penerimaan peserta didik baru (PPD


Empat Pekerja Masih Belum Ditemukan

Empat Pekerja Masih Belum Ditemukan

Petugas gabungan TNI–Polri berhasil mengevakuasi satu jenazah korban aksi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dari Distrik Yigi ke Wamena.


Listrik Mati Dua Kali, Penumpang Lion Air JT 568 Minta Turun

Listrik Mati Dua Kali, Penumpang Lion Air JT 568 Minta Turun

Penumpang pesawat Lion Air penerbangan JT 568 rute Jakarta-Jogjakarta mengalami masalah kelistrikan saat akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.


Ketakutan, Empat Pekerja Nekat Terobos Hutan agar Selamat dari Pembantaian KKSB

Ketakutan, Empat Pekerja Nekat Terobos Hutan agar Selamat dari Pembantaian KKSB

Paulus Rizal Malaga (30) langsung pucat saat didatangi seorang perempuan paro baya.


TNI-Polri Kejar KKSB Hidup atau Mati

TNI-Polri Kejar KKSB Hidup atau Mati

Evakuasi 16 jenazah korban aksi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dari Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua selesai.


PBNU Minta Dubes Arab Saudi Dicopot

PBNU Minta Dubes Arab Saudi Dicopot

PBNU meminta agar duta besar Kerajaan Saudi Arabia Osama Bin Abdullah Al Shuaibi dipulangkan ke negara asalnya dan diberhentikan dari tugas diplomatik di Indone


Ahmad Dhani Dituntut Dua Tahun Penjara

Ahmad Dhani Dituntut Dua Tahun Penjara

Musisi Ahmad Dhani yang merupakan terdakwa kasus ujaran kebencian kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan dari pihak JPU.


Dendam karena Dipecat dari Polisi

Dendam karena Dipecat dari Polisi

Fakta demi fakta terkait penyerangan anggota kepolisian di Pos Polisi Wisata Bahari Lamongan (WBL), Jawa Timur, mulai terkuak.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!