Nasional
Share this on:

Demo Lagi, Ini Lima Tuntutan Massa Bela Tauhid

  • Demo Lagi, Ini Lima Tuntutan Massa Bela Tauhid
  • Demo Lagi, Ini Lima Tuntutan Massa Bela Tauhid

JAKARTA - Sekelompok masa kembali menggelar aksi bela bendera tauhid di sekitaran tugu Monas kemarin (2/11). Pada gelaran bertajuk aksi 211 atau aksi bela tauhid jilid kedua itu, mereka membawa lima tuntutan.

Tuntatan tersebut mereka bacakan setelah perwakilan peserta demonstrasi ditemui oleh Menkopolhukam Wiranto. Lima tuntutan itu dibacakan oleh Awit Masyuri.

Tuntatannya adalah pemerintah membuat pernyataan resmi bahwa bendera tauhid adalah bendera Rasulullah. Bukan bendera dari ormas manapun. Sehingga tidak boleh dinistakan, seperti dibakar, oleh pihak manapun.

Kemudian mereka menuntut pemerintah atau aparat hukum agar memproses pelaku pembakaran bendera tauhid. Mereka meminta aparat memproses semua yang terlebih. Baik itu pembakar serta aktor intelektual yang menyebar provokasi untuk memusuhi bendera tauhid.

Tuntutan yang ketiga adalah meminta umat Islam di seluruh Indonesia untuk tetap bersatu. Tidak terpecah belah dan tidak mudah diadu domba oleh pihak manapun.

Kemudian umat Islam juga diminta untuk menghormati simbol-simbol agama dan selalu menjaga kebhinekaan. Sehingga tidak ada lagi kasus persekusi atau penolakan terhadap pemuka agama di seluruh wilayah Indonesia.

Dan tuntutan yang terakhir adalah meminta jajaran PBNU untuk meminta maaf atas insiden pembakaran bendera tauhid beberapa waktu lalu. Selain itu juga meminta PBNU supaya membersihkan diri dari paham-paham liberal.

Aksi 211 yang diikuti ribuan orang itu pun berakhir dengan tertib. Sebelumnya mereka menggelar long march dari Masjid Istiqlal.

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan kasus pembakaran bendera di Garut sedang diproses oleh aparat kepolisian. Selain itu pelaku pembakaran juga sudah menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan.

Untuk itu Lukman meminta masyarakat untuk mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada kepolisian. Selain itu dia meminta masyarakat tidak terjebak pada perdebatan dan aksi demonstrasi yang berkepanjangan.

’’Saya mengajar umat untuk mengakhiri segala perdebatan di ruang publik. Apalagi sampai berujuk rasa yang bisa timbulkan kerawanan dan gangguan ketertiban umum,’’ tuturnya. (wan/jpg)

Berita Sebelumnya

Karir Taufik di DPR Tamat
Karir Taufik di DPR Tamat

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Alhamdulillah, Gaji Perangkat Desa Setara PNS

Alhamdulillah, Gaji Perangkat Desa Setara PNS

Jelang pemilu, kebijakan populis kembali dikeluarkan pemerintah. Kali ini, giliran perangkat desa yang akan mendapat “kemurahan” pemerintah.


Target 95 Persen Peserta BPJS Kesehatan Gagal

Target 95 Persen Peserta BPJS Kesehatan Gagal

Target kepersertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional untuk 95 persen penduduk tidak tercapai awal tahun ini.


Sebelum Jadi Mitra BPJS Kesehatan, Rumah Sakit harus Terakreditasi

Sebelum Jadi Mitra BPJS Kesehatan, Rumah Sakit harus Terakreditasi

Mulai bulan ini, bagi rumah sakit yang akan bergabung menjadi mitra BPJS Kesehatan harus miliki terakreditasi.


Jalan Gubeng Ditarget 5 Hari Bisa Dilewati Lagi

Jalan Gubeng Ditarget 5 Hari Bisa Dilewati Lagi

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berjanji segera memperbaiki badan jalan yang ambles di Jalan Raya Gubeng, Surabaya.


Diduga Terkait Kasus Dana Cabor, Lima Pejabat Kemenpora Ditangkap KPK

Diduga Terkait Kasus Dana Cabor, Lima Pejabat Kemenpora Ditangkap KPK

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dibikin geger tadi malam (18/12).


Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

Polisi bergerak cepat mengamankan lima pelaku pengeroyokan dua anggota TNI Kapten-AL Komarudin dengan Pratu Rivo Nanda yang diketahui sebagai anggota Paspampres


2019, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

2019, Siswa Tak Perlu Daftar Sekolah Lagi

Sistem zonasi sekolah akan membawa perubahan besar-besaran pada dunia pendidikan pada tahun 2109. Salah satunya adalah proses penerimaan peserta didik baru (PPD


TNI Ultimatum KKSB Segera Menyerah

TNI Ultimatum KKSB Segera Menyerah

Upaya petugas gabungan TNI dan Polri mencari lima korban aksi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) berbuah hasil.


Divonus 6 Tahun, Hak Politik Zumi Zola Dicabut Lima Tahun

Divonus 6 Tahun, Hak Politik Zumi Zola Dicabut Lima Tahun

Gubernur Jambi (nonaktif) Zumi Zola Zulkifli tampak tegar saat mendengar ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Yanto membacakan putusan, kemarin (6/12)


15 Jenazah yang dieksekusi KKSB Akan Dievakuasi Hari Ini

15 Jenazah yang dieksekusi KKSB Akan Dievakuasi Hari Ini

Pasukan gabungan TNI dan Polri terus berusaha masuk wilayah Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua Rabu (5/12).



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!