Nasional
Share this on:

Densus 88 Tangkap Sembilan Terduga Teroris di Lima Kota

  • Densus 88 Tangkap Sembilan Terduga Teroris di Lima Kota
  • Densus 88 Tangkap Sembilan Terduga Teroris di Lima Kota

Ilustrasi.

JAKARTA - Densus 88 Antiteror Polri secara mendadak melakukan penangkapan berantai, kemarin. Tak tanggung-tanggung, ada sembilan terduga teroris yang ditangkap.

Mulai makcomblang Novi, pengantin bom panci, hingga amir Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Pekanbaru. Kesembilan terduga teroris dibekuk di lima tempat berbeda, yakni Luwu Timur (Sulsel), Pekanbaru (Riau), Kendal dan Sukoharjo (Jateng), serta Ponorogo (Jatim).

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Rikwanto menjelaskan, sembilan terduga teroris itu dibekuk dalam waktu yang hampir bersamaan. Terduga teroris di Sulsel dibekuk sekitar pukul 07.00 Wita di Desa Timampu, Luwu Timur. Terduga teroris bernama Bakri alias Bakri Barocong alias Aslam.

”Dia bersama sejumlah orang membuat pelatihan pembuatan bom. Bakri membawa bom. Bom-bom itu digunakan dalam rencana menyerang gubernur Sulsel enam tahun lalu,” terang Rikwanto.

Selanjutnya, diciduk lima terduga teroris di Pekanbaru, Riau, sekitar pukul 07.00. Kelimanya adalah Yoyok, Wawan, Benny Samsu, Handoko, dan Nanang Kurniawan. Yoyok diduga mengikuti semacam latihan militer dan merancang serangan ke sebuah polsek di Riau.

”Wawan diduga adalah amir JAD Pekanbaru yang melakukan baiat di Bukit Gema, Riau, dan memotivasi anggotanya menyerang polsek,” paparnya.

Benny Samsu yang disergap hampir bersamaan dengan Wawan adalah anggota yang ikut latihan di Bukit Gema dan Jambi. ”Dia juga mengetahui rencana teror di polsek. Nanang itu juga anggota. Keterlibatannya masih didalami,” ujarnya.

Lalu, untuk penangkapan di Kendal, Jateng, satu orang bernama M. Khoirudin dibekuk kemarin pagi. Dia diduga memberikan dana untuk kelompok Hendro Fernando yang terhubung dengan Mujahidin Indonesia Timur.

”Kami telusuri dananya dari mana,” ucapnya. Masih di Jateng, dari Sukoharjo ada Hasby. Dia ditangkap kemarin sekitar pukul 11.00.

Di Ponorogo densus juga membekuk Hendrasti Wijanarko alias Jarwoko. Dia memiliki akun Telegram Lir Ilir yang punya satu grup bersama Bahrun Naim, WNI yang telah bergabung dengan ISIS. ”Jarwoko inilah yang diduga merekrut Solikhin, yang merencanakan serangan ke istana,” urainya.

Jarwoko juga diduga membantu pernikahan Novi, pengantin bom dengan sasaran istana, dengan Nur Solikhin yang telah tertangkap. ”Kami sedang memeriksa mereka semua saat ini,” imbuhnya.

Menurut Rikwanto, densus akan mendalami dan mengembangkan semua penyidikan kasus terorisme. Dengan demikian, jaringannya yang masih bebas bisa diketahui dan dicegah untuk melakukan aksi teror lainnya.

”Kita tidak ingin terjadi teror lain,” tuturnya. (idr/c9/nw/jpnn)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Bom Jatuh, Dua Terduga Teroris Dilumpuhkan

Bom Jatuh, Dua Terduga Teroris Dilumpuhkan

Sel kelompok teroris mulai menggeliat. Kemarin (19/10) Polda Sumut mampu menggagalkan aksi teror dirancang kelompok Jamaah Ansharut Daulah Tanjung Balai, Medan.


Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Pendaftaran CPNS online melalui website sscn.bkn.go.id ditutup 15 Oktober atau tinggal lima hari lagi.


Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Usai menjalani pemeriksaan di Polres Pasuruan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menerbangkan Wali Kota Pasuruan Setiyono ke Jakarta.


Kena OTT, Status Hukum Wali Kota Pasuruan Ditentukan Hari Ini

Kena OTT, Status Hukum Wali Kota Pasuruan Ditentukan Hari Ini

Wali Kota Pasuruan Setiyono kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin pagi (4/10).


Eksodus dari Palu, Warga Banjiri Sis Al Jufri

Eksodus dari Palu, Warga Banjiri Sis Al Jufri

Eksodus warga Palu dan sekitarnya memadati Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Kota Palu, kemarin (1/10).


Mendagri Ikut Ganti Rugi Toko-toko

Mendagri Ikut Ganti Rugi Toko-toko

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo angkat bicara terkait isu penjarahan di Kota Palu.


Kota-kota Harus Siaga Bencana

Kota-kota Harus Siaga Bencana

Kota-kota di Indonesia perlu segera menyusun rencana tata ruang berbasis penanggulangan bencana. Utamanya bencana geologis seperti Gempa Bumi dan Tsunami.


Indonesia Butuh Kota Tahan Gempa.

Indonesia Butuh Kota Tahan Gempa.

Kota-kota di indonesia perlu segera menyusun rencana tata ruang berbasis penanggulangan bencana. Baik itu bencana geologis, maupun hidrometerologis.


Masih Ada Terduga Teroris Dikejar

Masih Ada Terduga Teroris Dikejar

Pengejaran terhadap kelompok Rajendra ternyata belum usai.


41 Anggota Dewan Jadi Tersangka KPK, DPRD Kota Malang Lumpuh

41 Anggota Dewan Jadi Tersangka KPK, DPRD Kota Malang Lumpuh

DPRD Kota Malang mencatat sejarah. Di antara 45 anggota legislatif aktif, sebanyak 41 orang telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!