Nasional
Share this on:

Diduga Terima Rp26,5 Miliar, Menpora Ditetapkan Tersangka Suap

  • Diduga Terima Rp26,5 Miliar, Menpora Ditetapkan Tersangka Suap
  • Diduga Terima Rp26,5 Miliar, Menpora Ditetapkan Tersangka Suap

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora ke KONI. Selain Imam, dalam perkara yang sama KPK juga menetapkan Asisten Pribadi Menpora Miftahul Ulum sebagai tersangka.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, penetapan ini merupakan hasil pengembangan perkara yang sebelumnya menjerat lima tersangka. Mereka adalah Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI Ending Fuad Hamidy, Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy, Deputi IV Kemenpora Mulyana, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo, dan Staf Kemenpora Eko Triyanto.

"Pada proses persidangan telah muncul dugaan penerimaan oleh pihak lain di Kemenpora dan atau pihak lain terkait dengan penggunaan anggaran Kemenpora tahun anggaran 2014-2018. Penerimaan tersebut diduga untuk kepentingan pribadinya, melalui asisten pribadinya," ujar Alex dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/9) kemarin.

Dalam konstruksi perkara, dijelaskan Alex, Imam Nahrawi diduga menerima suap total senilai Rp26,5 miliar sepanjang 2014-2018. Dana tersebut, sambungnya, diduga merupakan komitmen fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

"Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak lainnya," ucap Alex.

Dikatakan Alex, dugaan penerimaan uang tersebut terbagi dalam dua tahap. Pertama, Imam Nahrawi diduga menerima Rp14,7 miliar melalui Miftahul Ulum sepanjang 2014-2018. Sedangkan sisanya yaitu berasal dari permintaan Imam Nahrawi sejumlah Rp11,8 miliar dalam rentang waktu 2016-2018.

Alex mengungkap, penyelidikan pengembangan perkara ini digelar sejak 25 Juni 2019. Alex menyatakan, KPK sebelumnya telah tiga kali memanggil Imam Nahrawi untuk dimintai keterangan pada 31 Juli, 2 Agustus, dan 21 Agustus 2019. Akan tetapi, kata Alex, Imam tak sekali pun menghadiri panggilan KPK.

"KPK memandang telah memberikan ruang yang cukup bagi IMR (Imam Nahrawi) untuk memberikan keterangan dan klarifikasi pada tahap penyelidikan," paparnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menilai, praktik penerimaan suap, gratifikasi yang dianggap suap, dan ketidakpatuhan melaporkan penerimaan gratifikasi oleh penyelenggara negara sangat mengganggu upaya pemerintah dalam mencapai tujuannya.

Ia mengatakan, jika anggaran-anggaran yang seharusnya digunakan untuk memajukan prestasi atlet dan meningkatkan pemuda-pemudi Indonesia dikorupsi, dampaknya akan sangat buruk untuk masa depan bangsa. "Apalagi kali ini dilakukan oleh pucuk pimpinan teratas dalam sebuah kementerian yang dipercaya mengurus atlet dan pemuda Indoenesia," tegasnya.

Imam Nahrawi menjadi Menpora kedua yang kena jeratan KPK. Sebelum Imam, mantan Menpora Andi Mallarangeng juga pernah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pengadaan sarana dan prasarana kompleks olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Desember 2012.

Pada 18 Juli 2014, Andi Mallarangeng divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider dua bulan penjara oelh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang menuntutnya 10 tahun penjara. (riz/zul/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Guru Wajib Melek Teknologi
Guru Wajib Melek Teknologi

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dua Penusuk Wiranto Diduga Terpapar ISIS

Dua Penusuk Wiranto Diduga Terpapar ISIS

Kasus penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Kamis (10/10), langsung diseriusi aparat kepolisian.


Aksi Tiga DPO Terekam CCTV, Tersangka Kerusuhan Wamena Bertambah

Aksi Tiga DPO Terekam CCTV, Tersangka Kerusuhan Wamena Bertambah

Jumlah tersangka kerusuhan kerusuhan di Wamena, Papua terus bertambah. Jika sebelumnya ada tujuh pelaku, kemarin bertambah tiga orang lagi.


Rampung, Bendungan di Babel Dibandrol Rp137,8 Miliar

Rampung, Bendungan di Babel Dibandrol Rp137,8 Miliar

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Bendung Pice Besar di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung.


Terima Sertifikat Public Key Directory ICAO, Paspor Elektronik Indonesia Diakui Dunia

Terima Sertifikat Public Key Directory ICAO, Paspor Elektronik Indonesia Diakui Dunia

Dokumen Perjalanan Republik Indonesia elektronik atau paspor elektronik RI telah memperoleh Sertifikat Public Key Directory (PKD) dari International Civil Aviat


Demo Mahasiswa Disusupi, Seorang Pelajar Bawa Bom Molotov

Demo Mahasiswa Disusupi, Seorang Pelajar Bawa Bom Molotov

Polisi mengamankan 94 orang yang diduga provokator pada aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR yang berakhir rusuh, Selasa (24/9) lalu.


Targetnya Gagalkan Pelantikan Presiden

Targetnya Gagalkan Pelantikan Presiden

Maraknya unjukrasa di berbagai daerah diduga sudah dirancang. Ada pihak-pihak yang mengatur aksi agar situasi perpolitikan nasional kacau.


Tak Terima Diganti Mulan Jameela Cs, Kader Gerindra Lawan DPP

Tak Terima Diganti Mulan Jameela Cs, Kader Gerindra Lawan DPP

Keputusan DPP Gerindra memberhentikan sejumlah anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, menuai protes keras.


Setelah Menpora, Giliran Yasonna dan Puan Maharani Akan diganti

Setelah Menpora, Giliran Yasonna dan Puan Maharani Akan diganti

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri sebagai Plt (Pelaksana Tugas) Menpora.


Soal Pengganti Imam Nahrawi, Jokowi Minta Waktu Sehari

Soal Pengganti Imam Nahrawi, Jokowi Minta Waktu Sehari

Pengunduran diri Imam Nahrawi dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sudah diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Imam Nahrawi Pamitan, Jokowi Bisa Pilih Orang Baru atau Plt

Imam Nahrawi Pamitan, Jokowi Bisa Pilih Orang Baru atau Plt

Menpora Imam Nahrawi resmi mundur dari jabatannya, Kamis (19/9). Ini setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dana hibah KONI oleh KPK.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!