Nasional
Share this on:

Dinikmati 28,8 Juta Orang Kaya, Subsidi Elpiji 3 Kg Berpotensi Jebol

  • Dinikmati 28,8 Juta Orang Kaya, Subsidi Elpiji 3 Kg Berpotensi Jebol
  • Dinikmati 28,8 Juta Orang Kaya, Subsidi Elpiji 3 Kg Berpotensi Jebol

JAKARTA - Tahun depan pemerintah mengalokasikan anggaran subsidi elpiji 3 kg sebesar Rp40 triliun. Menyusut Rp5 triliun dibandingkan tahun ini yang mencapai Rp45 triliun.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Maxensius Tri Sambodo memprediksi anggaran subdisi elpiji 3 kg tahun depan akan jebol. Prediksi Max, nama akrabnya, dia sampaikan dalam diskusi bertema Subsidi LPG 3 Kg Mau Dibawa Kemana? di Jakarta, kemarin.

Max mengatakan bukan tanpa dasar dia menyebut tahun depan anggaran subsidi elpiji ’’melon’’ bakal jebol. Sebab dalam enam tahun terakhir atau sejak 2011, realisasi konsumsi elpiji 3 kg lebih besar ketimbang pagu subsidi yang dialokasikan pemerintah.

Dia mencontohkan tahun lalu pagu subsidi elpiji tabung 3 kg dipatok Rp25,2 trilun, namun konsumsi riilnya mencapai Rp26,69 triliun. Kemudian pada 2015 kondisinya lebih ekstrem. Yakni pagu anggaran subsidi elpiji 3 kg ditetapkan Rp21,47 triliun, tetapi konsumsinya menyentuh angka Rp30,51 triliun.

Max menuturkan ada banyak faktor yang menyebabkan konsumsi elpiji 3 kg membengkak. Diantaranya adalah orang kaya ikut menikmatinya. ’’Padahal sudah ada tulisan khusus untuk orang miskin. Tetapi masih dibeli juga,’’ jelasnya.

Dia menuturkan masyarakat Indonesia terbagi dalam sepuluh desil. Dimana desil 1 sampai desil 4 adalah keluarga miskin. Sedangkan desil 5 sampai desil 10 itu adalah keluarga sejahtera atau kaya. Di mana mereka sangat mampu membeli tabung elpiji 5,5 kg maupun yang 12 kg.

Dalam data yang dia kumpulkan, jumlah masyarakat desil 5 sampai desil 10 yang ikut menkonsumsi elpiji 3 kg mencapai 28,8 juta jiwa. Dia berharap pemerintah bisa membenahi tata kelola niaga elpiji 3 kg. Diantaranya bisa memaksa supaya pembelian dilakukan dengan cara nontunai melalui kartu keluarga miskin.

Namun persoalannya saat ini pangkalan penjualan tabung elpiji 3 kg belum menyebar. Sehingga di titik terkecil, penjualan tabung elpiji 3 kg dilakukan oleh masyarakat biasa. Akibatnya tidak bisa dikontrol penjualan elpiji 3 kg yang dikhususnya untuk warga miskin. ’’Idealnya 1 desa ada 1 pangkalan penjualan elpiji 3 kg nontunai,’’ tutur dia.

Untuk mengurangi penggunaan tabung elpiji 3 kg oleh keluarga mampu, Max berharap Pertamina lebih serius berjualan elipiji tabung 5,5 kg. Menurutnya harga penjualan elpiji tabung 5,5 kg tidak terlalu memberatkan. Namun sampai saat ini keberadaan elipiji tabung 5,5 kg masih langka.

Max memprediksi 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Pemerintah tidak akan memaksa memangkas anggaran subsidi elpiji tabung 3 kg secara signifikan. Sebab bisa berdampak pada kenaikan harga per tabungnya. ’’Kalau sudah ada kenaikan harga, sangat sensitif memasuki tahun politik,’’ jelasnya.

Meskipun di dalam RAPBN 2018 disebutkan anggaran subsidi elpiji 3 kg Rp40 triliun, Max memprediksi pemerintah akan meminta tambahan dana lagi ke parlemen. Sebab jika anggaran subsidi dikepras jadi Rp40 triliun tahun depan, diperkirakan harga elpiji tabung 3 kg anak naik sekitar Rp3 ribu sampai Rp5 ribu per tabung. (wan/vir/jpnn)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jokowi Kaya Data, Prabowo Lebih Rileks

Jokowi Kaya Data, Prabowo Lebih Rileks

Debat pilpres edisi kedua berakhir semalam. Penampilan capres tampak lebih meyakinkan.


Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Awasi Pejabat, Dua Pegawai KPK Dipukuli

Ancaman terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berulang. Kali ini, dua pegawai KPK menjadi korban kekerasan sekolompok orang.


Orang Tua Bripda Puput: Rencana Pernikahan dengan Ahok Belum Ada

Orang Tua Bripda Puput: Rencana Pernikahan dengan Ahok Belum Ada

Mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) dipastikan akan keluar dari tahanan Mako Brimob hari ini.


Banjir Genangi 9 Kota, 8 Orang Meninggal, Ratusan Hilang

Banjir Genangi 9 Kota, 8 Orang Meninggal, Ratusan Hilang

Hujan deras yang disertai angin kencang pada Senin hingga Selasa siang (22/1) membuat beberapa daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) terendam banjir.


Kasus Match Fixing Bakal Naik Status

Kasus Match Fixing Bakal Naik Status

Kasus match fixing bakal menjerat banyak orang. Pasalnya, Polri mengisyaratkah akan semakin banyak kasus match fixing yang naik status dari penyelidikan ke peny


Tim Gabungan Ungkap Kasus Mafia Bola

Tim Gabungan Ungkap Kasus Mafia Bola

Tim gabungan mafia bola yang terdiri dari anggota Kepolisian telah mengamankan tiga orang tersangka yang diduga melakukan tindak pidana pengaturan skor.


Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Tembus 400 Orang

Korban Tewas Tsunami Selat Sunda Tembus 400 Orang

Korban Tewas akibat tsunami di Selat Sunda pada sabtu malam (22/12) terus bertambah seiring masih terus dilakukannya operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).


Orang Sakit Sulit Gunakan Hak Pilih

Orang Sakit Sulit Gunakan Hak Pilih

Setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) hasil perbaikan tahap kedua, masyarakat diberi kesempatan untuk memilih tidak di tempat asalnya.


BPJS Kesehatan Masih Butuh 60 Juta Peserta untuk Penuhi Target UHC

BPJS Kesehatan Masih Butuh 60 Juta Peserta untuk Penuhi Target UHC

Target universal health coverage (UHC) atau jaminan kesehatan universal per 1 Januari 2019 sulit terkejar.


2019 Mendatang, Keluarga Miskin Terima Rp10,2 Juta Pertahun

2019 Mendatang, Keluarga Miskin Terima Rp10,2 Juta Pertahun

Pemerintah telah menaikkan jumlah bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam program keluarga harapan (PKH).



Berita Hari Ini

Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!