Nasional
Share this on:

Ditantang Sumpah Pocong, Kivlan Zen Ajak Adu Debat Wiranto

  • Ditantang Sumpah Pocong, Kivlan Zen Ajak Adu Debat Wiranto
  • Ditantang Sumpah Pocong, Kivlan Zen Ajak Adu Debat Wiranto

Wiranto (Uji Sukma Medianti/JawaPos.com)

JAKARTA - Tantangan sumpah pocong Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto langsung ditanggapi Mayor Jenderal Purnawirawan TNI Kivlan Zen. Kivlan mengajak Wiranto adu debat soal dalang peristiwa kerusuhan 1998.

"Berani engga dia saya Tantang debat? Sumpah ya demi Allah, sesuai sumpah prajurit. Jangan sumpah pocong, itu sumpah setan,' kata Kivlan seperti dilansir tempo.co, kemarin.

Tidak hanya itu, Kivlan bahkan mengajak Wiranto untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi pada 1998 ke Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM). Kivlan juga menyebut perihal dana nonbujeter Bulog Rp10 miliar pada 2003.

Uang tersebut disebut-sebut digunakan untuk mendanai pasukan pengamanan swakarsa (PAM Swakarsa).

Perseteruan Kivlan dan Wiranto berawal pada saat Kivlan menuding Wiranto sebagai dalang kerusuhan 1998 dalam acara 'Para Tokoh Bicara 98' di Gedung Ad Premier, Jakarta Selatan, pada Senin, 25 Februari 2019. Selain menuding dalang kerusuhan, Kivlan juga menyebut Wiranto memainkan peranan ganda dan isu propagandis saat masih menjabat sebagai Panglima ABRI.

Tak terima, Wiranto pun menantang Kivlan dan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melakukan sumpah pocong agar menjadi jelas duduk perkaranya. Ia tidak ingin ada lagi yang menuduhnya dalang kerusuhan Mei 1998.

"Saya berani ya, katakanlah berani untuk sumpah pocong saja 1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu. Saya, Prabowo, dan Kivlan Zein. Sumpah pocong kita, siapa sebenarnya dalang kerusuhan itu," kata Wiranto dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Selasa (27/2). (zul/rtg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hari Ini, KPU Evaluasi Debat Ketiga

Hari Ini, KPU Evaluasi Debat Ketiga

Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera melakukan evaluasi debat ketiga, meski mereka mereka puas dengan penyelenggaraannya.


Debat Ketiga Membosankan dan Terlalu Normatif

Debat Ketiga Membosankan dan Terlalu Normatif

Debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) antara Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno, Minggu (17/3) malam, berjalan kurang greget.


Usai Debat, Kedua Kubu Saling Klaim

Usai Debat, Kedua Kubu Saling Klaim

Pasca debat, Minggu (17/3), kedua kubu saling klaim. Keduanya merasa menguasai debat sampai jawaban substansial.


Sandiga Uno Latih Gesture, Ma'ruf Belajar Durasi

Sandiga Uno Latih Gesture, Ma'ruf Belajar Durasi

Dua calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno melakukan persiapan untuk menghadapi debat ketiga pada hari ini.


Jokowi-Prabowo Hadir, Debat Ketiga Dibagi Enam Sesi

Jokowi-Prabowo Hadir, Debat Ketiga Dibagi Enam Sesi

Hadirnya calon presiden (capres), Joko Widodo dan Prabowo Subianto pada debat calon wakil presiden (cawapres), Minggu (17/3)lusa, membuat Komisi Pemilihan Umum


Isu Kerusuhan Besar Bikin Telinga Wiranto Panas

Isu Kerusuhan Besar Bikin Telinga Wiranto Panas

Isu kerusuhan besar dan aksi teror Jamaah Ansharut Daulah (JAD) menjelang dan pascapemilu 2019 membuat telinga Wiranto panas.


Debat Ketiga Harus Konstruktif dan Manfaatkan Jawaban

Debat Ketiga Harus Konstruktif dan Manfaatkan Jawaban

Debat ketiga calon wakil presiden (Cawapres) harus konstruktif, sehingga dua kandidat yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno diminta untuk memaksimalkan j


Debat Ketiga Kurangi Kursi Timses, Tambah Undangan Stakeholder

Debat Ketiga Kurangi Kursi Timses, Tambah Undangan Stakeholder

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai bersiap menyelenggarakan debat putaran ketiga Pilpres 2019. Rencananya, rapat persiapan pertama dilaksanakan besok (26/2).


KPU Siapkan Hal Baru untuk Debat Ketiga

KPU Siapkan Hal Baru untuk Debat Ketiga

Debat pilpres edisi kedua 17 Februari lalu memang banjir kritikan soal gaduhnya pendukung di ruang debat.


Ledakan Petasan Jangan Dikaitkan Politik

Ledakan Petasan Jangan Dikaitkan Politik

Ledakan petasan yang terjadi saat debat calon presiden (Debat capres) masih diselidiki.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!