Nasional
Share this on:

Dituduh Penyebab Asap, Indonesia Protes ke Malaysia

  • Dituduh Penyebab Asap, Indonesia Protes ke Malaysia
  • Dituduh Penyebab Asap, Indonesia Protes ke Malaysia

KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia menawarkan bantuan kepada Indonesia, untuk memadamkan api di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Pasalnya, kemunculan kabut asap lintas batas negara semakin nampak.

Tawaran bantuan tersebut, diutarakan Menteri Energi, Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Lingkungan dan Perubahan Iklim (MESTECC) Malaysia, Yeo Bee Yin melalui postingan di akun Facebook-nya, Selasa (10/9) kemarin.

Dia mengatakan, saat ini ada kebutuhan mendesak bagi Indonesia untuk mengatasi kebakaran di wilayahnya. Pada Senin, pukul 16.00 sore, dua lokasi di negara tersebut Kuching dan Sri Aman ditemukan berada dalam kisaran yang sangat tidak sehat dari Indeks Pencemar Udara (API). Sedangkan sembilan stasiun API lainnya di Sarawak dan Lembah Klang berada di kisaran yang tidak sehat.

Kuching dan Sri Aman masing-masing mencatat 248 pada API, sementara Samarahan (199), Sarikei (154), Sibu (127), Miri (111) di Sarawak serta Batu Muda (101), Cheras (107), Johan Setia ( 150), Putrajaya (103) dan Nilai (107) di Lembah Klang berada dalam kisaran tidak sehat. Sebanyak 12 titik api terdeteksi di Sarawak, 426 di Kalimantan, dan 350 di Sumatra.

"Karena itu urgensi sekarang bagi Indonesia untuk memadamkan api. Pemerintah siap menawarkan segala bentuk bantuan untuk membantu Indonesia memadamkan kebakaran di Kalimantan dan Sumatera," katanya.

Yeo mengatakan, MESTECC juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengirim surat diplomatik kepada pemerintah Indonesia mengenai masalah ini. "Duta Besar Malaysia untuk Indonesia dijadwalkan bertemu pemerintah Indonesia," ujarnya.

Panggilan juga akan diatur oleh utusan Malaysia setelah pertemuan untuk Yeo untuk berbicara dengan mitranya dari Indonesia guna menegaskan kembali urgensi untuk membawa api di wilayah Indonesia di bawah kendali.

"Pemerintah akan mengerahkan semua saluran diplomatik untuk meningkatkan urgensi kepada pemerintah Indonesia untuk bertindak atas kabut asap," katanya.

Menanggapi pernyataan itu,Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, menolak segala tudingan Malaysia yang menganggap Indonesia menjadi penyebab utama dari munculnya kabut asaphingga Kuala Lumpur.

Untuk itu, Siti berencana mengirim surat resmi kepada Duta Besar Malaysia dan diharapkan bisa diteruskan kepada menteri yang berwenang di Malaysia. Tujuan surat itu, untuk memberi pemahaman yang benar mengenai asal usul penyebaran asap.

"Kenapa Malaysia mengatakan seperti itu? Ada informasi yang dia tidak buka. Asap yang masuk ke Malaysia, ke Kuala Lumpur, itu dari Serawak kemudian dari Semenanjung Malaya, dan juga mungkin sebagian dari Kalbar. Harusnya obyektif dalam menjelaskannya," katanya.

"Malaysia sendiri terpantau memiliki jumlah titik panas yang cukup banyak untuk menghasilkan asap di negaranya," tambahnya.

Siti juga mengklarifikasi, bahwa kabar yang menyebut bahwa asap dari Riau menyeberang hingga Singapura. Menurutnya, berdasarkan pantauan satelit, asap dari Malaysia tidak mungkin menyeberang hingga Singapura lantaran dalam beberapa hari belakangan angin bergerak cukup kencang dari Semenanjung Malaya.

"Itu sebabnya mungkin juga, walaupun hot spot (di Malaysia) nggak banyak tapi asap lebih pekat karena yang di atas dia terhadang angin," pungkasnya. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Papua Tidak Mungkin Merdeka
Papua Tidak Mungkin Merdeka

Berita Berikutnya

RDPU Capim KPK, LSM Kritis Tidak Ada
RDPU Capim KPK, LSM Kritis Tidak Ada

Berita Sejenis

94 Guru Dikirim ke Perbatasan Malaysia

94 Guru Dikirim ke Perbatasan Malaysia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengirim sebanyak 94 guru untuk mengajar di sejumlah Community Learning Center (CLC) yang berbatasan langsun


Lima Tahun, Angka Stunting atau Kekerdilan pada Anak Turun

Lima Tahun, Angka Stunting atau Kekerdilan pada Anak Turun

Angka stunting atau kekerdilan pada anak di Indonesia turun 3,1 persen dari tahun sebelumnya.


Daftar Dewan HAM PBB, Indonesia Bersaing dengan Tiga Negara

Daftar Dewan HAM PBB, Indonesia Bersaing dengan Tiga Negara

Indonesia akan bersaing dengan tiga negara dalam emungutan suara pencalonan Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Penderita Gangguan Jiwa akibat Game Online di Indonesia Meningkat

Penderita Gangguan Jiwa akibat Game Online di Indonesia Meningkat

Korban yang mengalami gangguan jiwa akibat game online bertambah banyak. Kasus terakhir terungkap di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.


74,6 Persen Publik Tak Setuju Gerindra Merapat ke Kubu Jokowi

74,6 Persen Publik Tak Setuju Gerindra Merapat ke Kubu Jokowi

74,6 persen publik justru tidak setuju Gerindra merapat ke kubu Joko Widodo. Setidaknya itu tergambar dari hasil survei Parameter Politik Indonesia.


1.547 Titik Panas Masih Terdeteksi

1.547 Titik Panas Masih Terdeteksi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan masih terdapat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan.


Mahasiswa Diimbau Tak Turun ke Jalan saat 20 Oktober

Mahasiswa Diimbau Tak Turun ke Jalan saat 20 Oktober

Sejumlah mahasiswa yang terkumpul dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), rencananya akan kembali turun berdemonstrasi menjelang pelantikan


Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam

Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam

Tujuh helikopter bom air dikerahkan untuk penanganan darurat kebakaran hutan lahan (karhutla) dan kabut asap di Sumatera Selatan.


Indeks Kebudayaan 21 Provinsi Masih Rendah

Indeks Kebudayaan 21 Provinsi Masih Rendah

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyampaikan Indonesia saat ini telah miliki Indeks Pembangunan Kebudayaan yang pertama.


Ihwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir Kuasai BEM

Ihwanul Muslimin dan Hizbut Tahrir Kuasai BEM

Penolakan Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) atas undangan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) ke Istana Negara, Jakarta, Jumat (27/9) lalu, dian



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!