Nasional
Share this on:

Dua Mahasiswa Curi 4 Ribu Data kartu Kredit

  • Dua Mahasiswa Curi 4 Ribu Data kartu Kredit
  • Dua Mahasiswa Curi 4 Ribu Data kartu Kredit

JAKARTA - Tersangka pencurian data kartu kredit DSC dan AR masih bisa tersenyum saat difoto polisi pasca ditangkap petugas. Sepertinya nikmatnya menghamburkan uang USD 20 Ribu atau sekitar Rp290 juta yang dicuri dari 1500 warga negara Australia masih dirasakan keduanya.

Karena kejahatan itu, dua mahasiswa asal Indonesia berinisial AS harus didenda AUD 500 oleh pengadilan di Australia. Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto menuturkan bahwa awalnya keduanya mengirimkan email yang seakan-akan dikirim berbagai toko online atau e-commerce terkenal di Australia.

Isi email itu dibuat mengiurkan dengan diskon tidak masuk akal hingga harganya begitu jauh. ”Saat penerima email mencoba membeli secara online, aplikasi SQLi Dumper yang telah disematkan dalam email otomatis berjalan,” ujarnya.

Aplikasi itu memunculkan halaman paypal palsu, saat penerima email memasukkan data kartu kredit itulah, data dikirim ke kedua pelaku. Hasilnya, kedua pelaku selama dua tahun bisa menguasai 4 ribu data kartu kredit milik WN Australia.

”Data-data ini digunakan membeli barang elektronik dari toko online sebenarnya, toko online di Australia,” tuturnya.

Untuk menghindari diketahui tempat tinggalnya, keduanya melakukan modus menjual tiket murah. Berjualan tiket murah ini untuk bisa menggaet mahasiswa asal Indonesia yang nantinya diminta tolong untuk menerima barang elektrobik hasil mencuri data kartu kredit.

”Mahasiswa yang diperdaya itu berinisial AS, yang sedang belajar di Australia,” paparnya.

Kasubdit I Dittipid Siber Bareskrim Kombespol Dani Kustoni menuturkan, tiket murah itu juga dibeli dengan data kartu kredit curian tersebut. Mereka memberikan diskon yang lumayan, agar pembeli tiket mau untuk dimintai tolong.

”Mereka berupaya mencari tiket promo juga, yang harganya murah. Ini bagian dari cara mereka memperdaya AS,” tuturnya.

Antara kedua pelaku dengan AS, selama ini tidak pernah bertemu muka. Keduanya hanya berkomunikasi via media sosial karena jual beli tiket. ”Sudah ada banyak barang yang dikirim AS ke kedua pelaku,” paparnya ditemui di kantor Dittipid Siber Bareskrim di Cideng, Tanah Abang, Jakarta.

Barang elektronik yang dibeli diantaranya, kamera, komputer dan handphone. Total kerugian dalam pencurian data kartu kredit ini mencapai USD 20 ribu. ”Ini kami ketahui setelah komunikasi dengan Konjen Indonesia di Australia,” terangnya.

Direktur Dittipid Siber Brigjen Rahmad Wibowo menjelaskan bahwa AS yang telah diperdaya keduanya menjalani proses hukum di Australia. Dia dituduh menjadi kaki tangan dalam pencurian data tersebut. ”Saat kasus ini diungkap, AS masih menjalani sidang,” terangnya.

Arief menambahkan bahwa karena pengungkapan kasus di Bareskrim ini, akhirnya AS tidak mendapatkan hukuman penjara di pengadilan Australia. AS hanya mendapatkan denda AUD 500. ”Ini bukti bahwa penegakan hukum di Indonesia bisa untuk melindungi warga negara Indonesia di luar negeri,” terangnya.

Menurutnya, dari kasus ini masyarakat Indonesia bisa belajar banyak. Untuk tidak sembarangan menyetujui promosi atau diskon toko online. Cara yang paling tepat adalah dengan menghubungi customer service toko online. ”Pastikan kebenaran diskon itu, tidak menyesal setelah klik,” ujarnya. (idr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Satu Guru Harus Mengajar Dua Mapel

Satu Guru Harus Mengajar Dua Mapel

Butuh waktu untuk mengubah kurikulum lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) sebagai pencetak guru.


Sidang Sengketa Pilpres di MK Akan Dijaga 12 Ribu Personel Gabungan

Sidang Sengketa Pilpres di MK Akan Dijaga 12 Ribu Personel Gabungan

12 ribu personel gabungan akan mengamankan sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) 14 Juni mendatang.


Komplotan Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Berafiliasi Langsung ke ISIS

Komplotan Pelaku Bom Bunuh Diri Kartasura Berafiliasi Langsung ke ISIS

Mabes Polri menyampaikan keberhasilan Tim Densus 88 Antiteror menangkap dua pria lain yang terlibat dalam aksi percobaan bom bunuh diri di Kartasura.


Baru 720 Kendaraan yang Kembali ke Jakarta

Baru 720 Kendaraan yang Kembali ke Jakarta

Sudah 720 ribu kendaraan kembali ke Jakarta melalui Tol Trans Jawa hingga H+3 arus balik Lebaran, Minggu (9/6) lalu.


Puncak Arus Balik, 160 Ribu Mobil Lintasi Tol Merak-Tangerang

Puncak Arus Balik, 160 Ribu Mobil Lintasi Tol Merak-Tangerang

Sebanyak 160 ribu kendaraan diprediksi melintasi tol Merak-Tangerang yang akan mengarah ke Jakarta pada puncak arus balik Lebaran 2019, Minggu (9/6) kemarin.


Sudah 168 Ribu Pemudik Kembali ke Jakarta

Sudah 168 Ribu Pemudik Kembali ke Jakarta

Ratusan ribu pemudik telah kembali ke Jakarta melalui Stasiun Pasar Senen dan Gambir hingga Minggu (9/6) kemarin.


H-7 Lebaran Lalu, 187 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

H-7 Lebaran Lalu, 187 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta

PT Jasa Marga mencatat pada H-7 Lebaran, Rabu (29/5) lalu, 186.602 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah timur, barat, dan selatan.


Soal Ulin Yusron, Integritas Polri Kembali Diuji

Soal Ulin Yusron, Integritas Polri Kembali Diuji

Kasus penyebaran data pribadi yang dilakukan aktivis Ulin Yusron bisa menjadi parameter penegakan hukum Polri.


Data Kependudukan Bocor, Kemendagri Kecolongan Lagi

Data Kependudukan Bocor, Kemendagri Kecolongan Lagi

Bukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) namanya jika tak selalu muncul masalah. Baru-baru ini, kasus terbukanya database kependudukan kembali terjadi.


Rekapitulasi Suara Luar Negeri Lamban, KPU Buat Dua Panel

Rekapitulasi Suara Luar Negeri Lamban, KPU Buat Dua Panel

Rekapitulasi hasil pemilu luar negeri yang berlangsung di KPU kemarin (5/5) diakhiri lebih cepat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!