Nasional
Share this on:

Dua Pentolan ULMWP Ditangkap

  • Dua Pentolan ULMWP Ditangkap
  • Dua Pentolan ULMWP Ditangkap

JAKARTA - Dua pentolan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang diduga menjadi aktor intelektual kerusuhan di Papua ditangkap. Keduanya, yakni Ketua dan wakil Ketua ULMWP Steven Itlay dan Buctar Tabuni.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Polda Papua awalnya menangkap Buctar Tabuni. Kemudian, disusul Steven Itlay yang ditangkap di Gerbang Universitas Cendrawasih Papua pada Rabu (11/9) sekitar pukul 17.56 WIT kemarin.

"Ya benar, keduanya dibekuk tim Gabungan dari Satgas Nemangkawi di tempat terpisah, kemarin " ujar Dedi saat di konfirmasi, Kamis (12/9) kemarin.

Kini keduanya masih diperiksa mendalam terkait perannya sebagai aktor intelektual kerusuhan beberapa waktu lalu. "Masih terus didalami. Dan terkait pasal yang dikenakan itu teknis penyidik Polda Papua yang punya wewenang. Tapi yang jelas ini masih penyelidikan awal," ungkap Dedi.

Berkaitan dengan sosok Steven, Dedi mengatakan yang bersangkutan sudah dua kali divonis dengan tuduhan makar. Dimana dia berperan dalam kerusuhan 29 Agustus di Papua. Dia membantu mengecek dan mengatur KNPB wilayah.

Selain itu, Steven juga pernah menginstruksikan untuk mobilisasi massa dari Sentani ke Jayapura dan mengirim instruksi kepada seluruh pimpinan KNPB wilayah. "Sekali lagi, kini pelaku masih didalami peran detailnya dalam kerusuhan di Jayapura," ujar Dedi.

"Tapi untuk kasus kerusuhan kemarin, diduga terkoneksi dengan BW (Benny Wenda dari ULMWP)," sambung Jenderal bintang satu tersebut.

Dedi menambahkan, saat ini di Papua sudah ada lebih dari 85 tersangka. 20 orang diantaranya berstatus buron. Polisi juga memastikan rusuh di Jayapura di desain. Kemudian di Papua Barat, jumlah tersangka ada 30 orang.

"Untuk di Papua Barat itu masing-masinh, di Manokwari ada 15 orang, Sorong 11 orang tersangka dan 11 DPO, Fakfak 3 tersangka dan 8 DPO sedangkan untuk Teluk Pintoni ditetapkan 1 tersangka dan 1 DPO," tandasnya. (mhf/zul/gw/fin)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Siapkan Aksi, 40 Terduga Teroris Ditangkap Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Siapkan Aksi, 40 Terduga Teroris Ditangkap Jelang Pelantikan Jokowi-Ma'ruf

Sudah 40 terduga teroris ditangkap sepuluh hari jelang pelantikan presiden. Mereka siap beraksi pada even-even besar.


Penyusunan Turunan UU Pesantren Hadapi Dua Tantangan

Penyusunan Turunan UU Pesantren Hadapi Dua Tantangan

Setidaknya, ada dua Peraturan Presiden (PP) dan 11 Peraturan Menteri Agama (PMA) yang harus diselesaikan dalam waktu satu tahun ke depan.


Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

Waspadai Kebangkitan Sel-sel Kecil JAD

Dua terduga teroris anggota kelompok Jamaah Ansorut Daulah (JAD) Bekasi pimpinan Abu Zee diringkus Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri.



Wiranto Kena Dua Tusukan di Perut, Ajudan dan Kapolsek Juga Jadi Korban

Wiranto Kena Dua Tusukan di Perut, Ajudan dan Kapolsek Juga Jadi Korban

Mekopolhukam Wiranto terkena dua tusukan di bagian perutnya saat diserang dua orang, Kamis (10/10).


Dua Penusuk Wiranto Diduga Terpapar ISIS

Dua Penusuk Wiranto Diduga Terpapar ISIS

Kasus penusukan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Kamis (10/10), langsung diseriusi aparat kepolisian.


Wiranto dan Luhut Dianggap Tak Pantas Jabat Menteri Lagi

Wiranto dan Luhut Dianggap Tak Pantas Jabat Menteri Lagi

Dua menteri yang masih menjabat saat ini dianggap tak pantas lagi bergabung di Kabinet Jokowi-Ma'ruf.


Dosen IPB Terancam Dicabut Status PNS-nya

Dosen IPB Terancam Dicabut Status PNS-nya

Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan tengah menyelidiki kebenaran oknum dosen IPB, AB, yang ditangkap kepolisian.


Perppu Opsi Ideal Redam Gelombang Penolakan

Perppu Opsi Ideal Redam Gelombang Penolakan

Selain melalui Perppu, ada dua opsi lain yang dapat mencabut UU KPK versi revisi. Antara lain, judicial review dan legislative review.


Ananda Badudu: Mahasiswa Pendemo Diproses dengan Tak Etis

Ananda Badudu: Mahasiswa Pendemo Diproses dengan Tak Etis

Sekitar lima jam Ananda Badudu, cucu tokoh Bahasa Indonesia Jus Badudu, diperiksa aparat Polda Metro Jaya usai ditangkap di tempat kosnya, Jumat (27/9) pukul 04



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!