Nasional
Share this on:

Dua Sukhoi SU-35 Mendarat Oktober

  • Dua Sukhoi SU-35 Mendarat Oktober
  • Dua Sukhoi SU-35 Mendarat Oktober

Sukhoi SU-35 (doc Jawa Pos.com)

JAKARTA - Pesawat tempur Sukhoi SU-35 dipastikan bakal tiba di tanah air tahun ini. Sempat mundur beberapa kali, penandatangan kontrak jual beli pesawat tempur buatan Rusia itu terlaksana, Kamis (14/2).

Apabila tidak ada kendala, dua unit pesawat canggih itu bakal mendarat di tanah air akhir tahun ini. Prediksi Kemenhan, Oktober mendatang pesawat tersebut sudah dikirim dari negara asalnya.

”Tahun ini akan tiba dua unit SU-35,” ungkap Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhan Brigjen TNI Totok Sugiarto kepada Jawa Pos, kemarin.

Kehadiran pesawat tempur generasi terbaru itu tentu sangat penting. Khususnya bagi TNI AU. Sebab, pengadaannya sudah masuk dalam rencana strategis (renstra) kedua yang berjalan sampai tahun depan.

SU-35 juga dibutuhkan untuk memenuhi target minimum essential force (MEF) matra udara. Apalagi pasca pesawat tempur F-5 Tiger dipensiunkan. Sebagai pesawat tempur generasi terbaru, SU-35 dinilai cocok menggantikan F-5 Tiger.

Dengan begitu, penerbang tempur di Skuadron Udara Tempur 14 punya pengganti. Mereka pun bisa kembali terbang setelah lebih dari 1,5 tahun ditinggalkan F-5 Tiger.

Totok mememastikan, dua unit SU-35 sudah dilengkapi dengan berbagai senjata. Pesawat tersebut sudah pasti siap operasi begitu tiba di markas barunya. ”Kalau nggak bisa (operasi), buat apa kami beli,” tegasnya.

Keterangan tersebut selaras dengan janji Menhan Ryamizard Ryacudu. Hal serupa juga berlaku untuk sembilan SU-35 lainnya. Sebelas SU-35 yang didatangkan memang tidak dikirim bersamaan. Melainkan secara bertahap sejak kontrak jual beli efektif.

Menurut Totok, enam unit SU-35 bakal dikirim 18 bulan setelah kontrak tersebut efektif. ”Tiga unit (dikirim) 23 bulan setelah efektif kontrak,” imbuh dia. Dengan demikian, total waktu yang dibutuhkan untuk mendatangkan sebelas SU-35 ke Indonesia nyaris dua tahun.

Skema imbal dagang untuk mendatangkan pesawat tempur tersebut sudah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU No 16/2012 tentang Industri Pertahanan (Inhan). Artinya, pemerintah tidak membayar penuh SU-35 dengan uang.

Melainkan turut dibayar dengan sejumlah komoditas dari dalam negeri. Soal detail komoditas yang ditukar dengan pesawat tempur itu diatur bersama Kemendag.

Pengamat militer Khairul Fhami menyampaikan, yang terpenting saat ini adalah memastikan kontrak yang sudah ditandatangani berjalan baik. ”Sesuai rencana dan spesifikasi teknis,” imbuhnya.

Dengan begitu, SU-35 sebagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) sesuai kebutuhan TNI AU. Selain itu, yang juga patut menjadi perhatian adalah skema offset pengadaan pesawat tersebut. Semua harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Selain SU-35, Kemenhan juga bersiap melaksanakan serah terima F-16 ke TNI AU. Semula serah terima pesawat tempur hibah dari AS itu direncanakan terlaksanakan akhir bulan lalu.

Namun, rencana itu mundur. Berdasar data Dinas Penerangan TNI AU, besar kemungkinan serah terima pesawat tempur itu dilaksanakan akhir bulan ini. (syn/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Elit Diminta Stop Politisasi SARA
Elit Diminta Stop Politisasi SARA

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

Lima Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI Diamankan

Polisi bergerak cepat mengamankan lima pelaku pengeroyokan dua anggota TNI Kapten-AL Komarudin dengan Pratu Rivo Nanda yang diketahui sebagai anggota Paspampres


Kontak Senjata, Dua Prajurit Terluka

Kontak Senjata, Dua Prajurit Terluka

Kontak senjata antara Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) dengan petugas gabungan TNI – Polri kembali terjadi Selasa pagi (11/2).


Listrik Mati Dua Kali, Penumpang Lion Air JT 568 Minta Turun

Listrik Mati Dua Kali, Penumpang Lion Air JT 568 Minta Turun

Penumpang pesawat Lion Air penerbangan JT 568 rute Jakarta-Jogjakarta mengalami masalah kelistrikan saat akan berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta.


Dua Merk Obat Darah Tinggi Ditarik

Dua Merk Obat Darah Tinggi Ditarik

Insaar tablet 50 mg dan Acentensa Tablet Salut Selaput 50 mg yang merupakan obat antihipertensi ditarik oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Santunan Korban Lion Air Mulai Diberikan

Santunan Korban Lion Air Mulai Diberikan

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengeluarkan laporan penyelidikan awal kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP 29 Oktober lalu.


Ahmad Dhani Dituntut Dua Tahun Penjara

Ahmad Dhani Dituntut Dua Tahun Penjara

Musisi Ahmad Dhani yang merupakan terdakwa kasus ujaran kebencian kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan dari pihak JPU.


Neneng Sudah Kembalikan Rp4,9 Miliar

Neneng Sudah Kembalikan Rp4,9 Miliar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua orang tersangka kasus dugaan suap penerbitan izin pembangunan proyek Meikarta kemarin (23/11).


Satu Keluarga Tewas Dibunuh, Dipastikan Bukan Perampokan

Satu Keluarga Tewas Dibunuh, Dipastikan Bukan Perampokan

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak ditemukan tewas di sebuah rumah di Jalan Bojong Nangka, RT 02/07, Kelurahan Jatirahayu, Pondok Melati, Ko


Isak Tangis Iringi Tabur Bunga Keluarga Penumpang Lion Air Nahas

Isak Tangis Iringi Tabur Bunga Keluarga Penumpang Lion Air Nahas

Dua Kapal Perang KRI Banda Aceh 593 dan KRI Banjarmasin 592 melaju pelan mengitari 250 meter area operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).


Bom Jatuh, Dua Terduga Teroris Dilumpuhkan

Bom Jatuh, Dua Terduga Teroris Dilumpuhkan

Sel kelompok teroris mulai menggeliat. Kemarin (19/10) Polda Sumut mampu menggagalkan aksi teror dirancang kelompok Jamaah Ansharut Daulah Tanjung Balai, Medan.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!