Nasional
Share this on:

Duh... Kualitas Pendidikan Indonesia ke-72, Vietnam Nomor 8

  • Duh... Kualitas Pendidikan Indonesia ke-72, Vietnam Nomor 8
  • Duh... Kualitas Pendidikan Indonesia ke-72, Vietnam Nomor 8

JAKARTA - Indonesia selalu nangkring di posisi bawah daftar peringkat Program for International Students Assessment (PISA). Tak ingin masuk papan bawah terus, Kemendikbud bakal mengawal proses metodologi pemeringkatan PISA.

Sejatinya, pemeringkatan PISA tidak bisa jadi patokan kualitas pendidikan di sebuah negara. Buktinya, baru saja terungkap dugaan pelanggaran oleh Malaysia dalam pemeringkatan PISA 2015 yang dipublikasi Desember 2016. Akhirnya, negeri jiran itu dicoret dalam pemeringkatan PISA 2015.

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, saat menghadiri pertemuan UNESCO di Paris November lalu, ada pertemuan dengan pimpinan pengelola PISA. ’’Mereka yang meminta bertemu saya,’’ katanya di Jakarta, kemarin.

Dalam pertemuan itu, Muhadjir menyampaikan kritikan terkait metodologi yang digunakan dalam pemeringkata PISA. Ada sejumlah metodologi pemeringkatan PISA yang disorot.

Di antaranya pengambilan sample survei atau penelitian. Muhadjir mencontohkan untuk Tiongkok, sampel yang diambil ternyata dari Shanghai dan Guangzhou saja. ’’Saya khawatir yang dijadikan sampel Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semua,’’ tuturnya.

Dia menuturkan, PISA harus memiliki metode yang lebih baik dalam melakukan survei kualitas pendidikan. Indonesia yang begitu luas negaranya, tidak bisa disurvei secara head to head dengan Singapura.

Kecuali misalnya yang dijadikan sampel survei PISA adalah siswa-siswa dari kota-kota besar Indonesia saja. Misalnya dari Jakarta, Jogjakarta, dan Surabaya. Muhadjir berharap dalam pemeringkatan PISA berikutnya posisi Indonesia bisa lebih baik.

Sebagaimana diwartakan, dalam pemeringkatan PISA 2015 posisi Indonesia berada di urutan ke-72. Indonesia kalah jauh dengan Vietnam yang nangkring di urutan ke-8. Posisi Indonesia hanya lebih baik ketimbang Peru, Lebanon, Tunisia, atau Brazil.

Pada pemeringkatan 2012, posisi Indonesia di urutan ke-64 dari 65 negara yang di-ranking. (wan/oki/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

PNS Harus Netral saat Pilkada
PNS Harus Netral saat Pilkada

Berita Sejenis

Boediono: Penghapusan Hutang BLBI Berdasarkan Sistem

Boediono: Penghapusan Hutang BLBI Berdasarkan Sistem

Sidang dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kembali digelar kemarin di Pengadilan Tipikor, Jakarta kemarin (19/7).


Kesepakatan Belum Mengikat

Kesepakatan Belum Mengikat

Kementerian BUMN memastikan transaksi jual beli 51 persen saham divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI) bakal selesai pada September 2018.


Banjir Hadiah Menanti Zohri

Banjir Hadiah Menanti Zohri

Sprinter muda Indonesia Lalu Muhammad Zohri langsung kebanjiran hadiah setelah menjadi juara dunia lari 100 meter kejuaraan dunia U-20.


Digitalisasi Televisi Dimulai Lagi

Digitalisasi Televisi Dimulai Lagi

Setelah sempat padam, rencana untuk digitalisasi saluran televisi di indonesia kembali dihidupkan oleh pemerintah.


Indonesia Mulai Loby AS

Indonesia Mulai Loby AS

Mata pemerintah dan pelaku usaha kini tertuju pada sengitnya perang dagang antara dua raksasa ekonomi dunia, Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.


Optimis Salip Malaysia Tahun Depan

Optimis Salip Malaysia Tahun Depan

Jumlah publikasi internasional Indonesia tahun ini mengalami peningkatan signifikan.


Rupiah Loyo, Harga BBM Naik Lagi

Rupiah Loyo, Harga BBM Naik Lagi

PT Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM, khususnya Pertamax Series dan Dex Series mulai kemarin (1/7) dan berlaku di SPBU seluruh Indonesia.


Larangan Berkunjung ke Israel Efektif Mulai Besok

Larangan Berkunjung ke Israel Efektif Mulai Besok

Akhir Mei lalu pemerintah Israel mengumumkan larangan berkunjung bagi masyarakat Indonesia. Ketentuan larangan kunjungan ini berlaku efektif mulai besok (9/6).


Israel Boiktot Warga Berpaspor Indonesia

Israel Boiktot Warga Berpaspor Indonesia

Kebijakan Pemerintah Israel melarang Warga Negara Indonesia (WNI) masuk ke wilayahnya disayangkan pemerintah.


Brunei Beli Senjata dan Tank Anoa

Brunei Beli Senjata dan Tank Anoa

Lawatan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah ke Indonesia menguatkan kerja sama di berbagai bidang. Salah satunya bidang pertahanan.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!