Nasional
Share this on:

Enam Bulan Kasus Novel Masih Gelap

  • Enam Bulan Kasus Novel Masih Gelap
  • Enam Bulan Kasus Novel Masih Gelap

JAKARTA - Rasa simpati atas insiden penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih terus disuarakan. Setidaknya, bertepatan dengan enam bulan pasca teror kemarin (11/10), koalisi masyarakat sipil antikorupsi kembali mendesak Presiden Joko Widodo membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengungkap kasus Novel.

Desakan itu disampaikan di gedung KPK. Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang menjadi bagian koalisi itu mengajak semua pihak untuk mengingat kembali kasus Novel yang hingga kini belum terungkap. Pihaknya juga mendesak presiden segera mengambil langkah tegas.

”Kami tekankan, sebenarnya ini kasus (penyerangan Novel) mudah,” ujarnya.

Dahnil juga mengajak seluruh karyawan KPK untuk bersatu menghadapi teror terhadap Novel. Dengan demikian, kedepan tidak ada lagi ancaman serupa yang menimpa pegawai-pegawai lembaga antirasuah.

”KPK ini tempat para pejuang, kalau tidak berani berjuang dan berhadapan dengan bandit-bandit sudah berhenti saja jadi karyawan KPK,” tuturnya.

Disisi lain, Dahnil menambahkan sejauh ini perkembangan kesehatan dan proses penyembuhan mata Novel menunjukkan tren positif. Setelah operasi tahap pertama pada mata sebelah kiri pada 17 Agustus lalu, Novel akan kembali menjalani operasi tahap kedua akhir bulan ini.

”Insyaa Allah Novel sudah bisa kembali ke tanah air dan bertugas di KPK pada awal atau pertengahan November,” ucapnya.

Di sela aksi kemarin, Novel sempat menyapa para pegawai dan awak media yang berkumpul di depan lobi gedung KPK melalui sambungan video call. Novel mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukungnya selama ini. Dia pun berharap segera kembali ke tanah air dan bertugas di KPK.

”Terimakasih atas dukungannya,” tutur mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu. (tyo/jpnn)

Berita Sebelumnya

Polisi Tembak Polisi, Tiga Tewas
Polisi Tembak Polisi, Tiga Tewas

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Siapa Paling Tepat Gantikan Buwas

Siapa Paling Tepat Gantikan Buwas

Enam hari lagi pada 19 Februari, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso akan berusia tepat 58 tahun.


Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Lanjutan sidang kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto berlangsung sebagaimana mestinya.


Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Togiman alias Toge terpidana mati yang terancam divonis mati kali ketiga hanya satu dari ratusan terpidana mati kasus narkotika.


Sudah Tersangka, Zumi Zola Masih Gubernur

Sudah Tersangka, Zumi Zola Masih Gubernur

Walaupun menyandang status tersangka dugaan penerimaan gratifikasi, Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli masih tetap melakukan tugasnya sebagai kepala daerah.


Jokowi Prihatinkan Kekerasan terhadap Guru

Jokowi Prihatinkan Kekerasan terhadap Guru

Kasus penganiayaan berujung kematian yang dilakukan siswa terhadap gurunya Ahmad Budi Cahyono di Sampang, Madura memantik Presiden Joko Widodo ikut mengomentari


Masih Ada Kebakaran Hutan, Kapolda/Pangdam Dicopot

Masih Ada Kebakaran Hutan, Kapolda/Pangdam Dicopot

Penanganan dan pencegahan peristiwa kebakaran hutan dan lahan di tahun 2018 dilakukan lebih awal.


SBY Membantah, lalu Laporkan Pengacara Setnov

SBY Membantah, lalu Laporkan Pengacara Setnov

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya mengambil sikap terhadap penyebutan namanya dalam kasus korupsi e-KTP.


Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Tiga orang narapidana kasus terorisme bakal bebas dari Nusakambangan dalam waktu dekat. Sayangnya, ketiganya diduga masih memiliki paham radikal.


Siapa Paling Tepat Dampingi Prabowo di Pilpres?

Siapa Paling Tepat Dampingi Prabowo di Pilpres?

Kendati Pilpres masih sekitar satu setengah tahun lagi, riak-riak politik menuju ke sana sudah semakin santer.


Purnama dan Gerhana Bulan Bisa Picu Gempa

Purnama dan Gerhana Bulan Bisa Picu Gempa

Fenomena gerhana bulan total nanti malam, selain langka juga dibumbui dengan kabar dapat terjadinya gempa bumi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!