Nasional
Share this on:

Fredrich Divonis Tujuh Tahun

  • Fredrich Divonis Tujuh Tahun
  • Fredrich Divonis Tujuh Tahun

Fredrich Yunadi.(Foto/dok. Jawa Pos)

JAKARTA - Karir Fredrich Yunadi sebagai advokat berujung di penjara. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menghukum mantan pengacara Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) tersebut dengan hukuman penjara tujuh tahun dan denda Rp500 juta subsider lima bulan kurungan.

Pengacara kontroversial itu divonis bersalah melakukan tindak pidana merintangi penyidikan atau obstruction of justice terhadap perkara Setnov. Hakim, mendalilkan bahwa Fredrich terbukti melakukan rekayasa perawatan Setnov di Rumah Sakit Medika Permata Hijau agar penyidikan di KPK terintangi. Tindakan itu melanggar pasal 21 UU Pemberantasan Tipikor.

”Menyatakan terdakwa Fredrich Yunadi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja merintangi penyidikan terhadap tersangka dalam perkara korupsi,” kata ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Saifuddin Zuhri dalam amar putusannya, kemarin. Salah satu yang memberatkan hukuman adalah karena Fredrich tidak sopan di persidangan.

Terkait putusan itu, Fredrich langsung mengajukan banding di hadapan majelis hakim. Sedangkan jaksa KPK masih pikir-pikir. Vonis tersebut sebenarnya jauh dibawah tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang meminta hakim menghukum Fredrich dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp 600 juta subsider enam bulan kurungan.

”Kami pelajari dulu putusannya,” kata jaksa KPK M. Takdir Subhan saat dikonfirmasi Jawa Pos. Bukan hanya mempelajari putusan, KPK juga bakal terus mendalami tentang dugaan keterlibatan mantan wartawan Metro TV Hilman Mattauch dan eks ajudan Setnov Reza Pahlevi dalam perkara obstruction of justice tersebut.

Sebab, dalam putusan hakim kemarin, keduanya disebut sebagai pihak yang turut bersama-sama Setnov dalam insiden menabrak tiang besi kontroversial di Permata Hijau. ”Nanti kami tunggu putusan berkekuatan hukum tetap dulu,” janjinya.

Sementara itu, Fredrich berkoar bakal melaporkan majelis hakim ke Komisi Yudisial (KY). Sebab, menurut dia, hakim telah meng-copy paste 100 persen tuntutan jaksa sebagai bahan pertimbangan. ”Saya bisa buktikan, apa yang dibicarakan majelis hakim itu adalah 100 persen apa yang disampaikan kepada jaksa,” cetus advokat yang mengklaim membuat pledoi 2.000 halaman tersebut.

Tentu saja, pernyataan Fredrich itu kembali membuat publik mengernyitkan dahi. Sebab, tidak ada ketentuan yang melarang hakim memasukan semua tuntutan jaksa penuntut sebagai bahan pertimbangan putusan. Apalagi, bila tuntutan jaksa itu dinilai hakim memenuhi semua unsur pidana yang didakwakan.

”Pertimbangan hakim itu sudah sesuai,” kata jaksa KPK lain Roy Riyadi.

Namun, Fredrich tetap bersikukuh bahwa hal tersebut merupakan pelanggaran. Selain soal putusan, Fredrich kemarin juga berkoar bahwa tanggal 28 Juni atau saat putusan dibacakan, merupakan hari abu-abu atau kematian bagi advokat. Menurut dia, peran advokat sudah hancur seiring vonis bersalah yang ia terima. ”Saya akan bicarakan dengan teman-teman di Peradi,” ungkap dia.

Sementara itu, proses hukum obstruction of justice lain yang menyeret dokter Bimanesh Sutarjo juga masuk tahap pembacaan tuntutan. Jaksa KPK kemarin menuntut majelis hakim agar menghukum dokter RS Medika Permata Hijau tersebut dengan pidana penjara enam tahun dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan penjara. (tyo/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Parpol Besar Bukan Jaminan
Parpol Besar Bukan Jaminan

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jumlah Formasi CPNS diputuskan Pekan Depan

Jumlah Formasi CPNS diputuskan Pekan Depan

Teka-teki terkait formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dibuka pada tahun ini akan segera diketahui.


Tahun Ini Tidak Ada APBN Perubahan

Tahun Ini Tidak Ada APBN Perubahan

Pemerintahan memutuskan untuk tidak melakukan perubahan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018.


KPK Banding Putusan Fredrich

KPK Banding Putusan Fredrich

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutuskan untuk mengajukan banding atas putusan hakim dalam perkara mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.


Bupati Kukar Divonis 10 Tahun

Bupati Kukar Divonis 10 Tahun

Bupati (nonaktif) Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari akhirnya divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, kemarin (6/7).


Optimis Salip Malaysia Tahun Depan

Optimis Salip Malaysia Tahun Depan

Jumlah publikasi internasional Indonesia tahun ini mengalami peningkatan signifikan.


Pemerintah Bersihkan Pejabat Nakal

Pemerintah Bersihkan Pejabat Nakal

Insiden KM Sinar Bangun di Danau Toba pekan lalu (18/6) masuk catatan buruk dalam arus mudik dan balik tahun ini.


Hampir Separuh Pemudik Sudah Kembali

Hampir Separuh Pemudik Sudah Kembali

Sekitar 48 persen pemudik tercatat telah kembali ke jakarta dan kota-kota besar lain pada H+5 lebaran tahun 2018.


Pelamar CPNS 2018 Diprediksi Tembus 10 Juta

Pelamar CPNS 2018 Diprediksi Tembus 10 Juta

Tahun ini pemerintah berencana kembali membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru. Tapi hingga saat ini jadwal dan formasinya belum dilansir.


Bos First Travel Divonis Maksimal

Bos First Travel Divonis Maksimal

Seolah air matanya telah mengering, tak ada raut sedih yang berlebihan dari Anniesa Hasibuan dan dua terdakwa kasus penipuan haji dan umroh lainnya


Untuk THR dan Gaji ke-13 PNS, Pemerintah Siapkan Rp35 Triliun

Untuk THR dan Gaji ke-13 PNS, Pemerintah Siapkan Rp35 Triliun

Lebaran tahun ini benar-benar memberi berkah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri. Baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!