Nasional
Share this on:

Gempa 6,9 Banten, 5 Orang Meninggal

  • Gempa 6,9 Banten, 5 Orang Meninggal
  • Gempa 6,9 Banten, 5 Orang Meninggal

JAKARTA - Gempa berkekuatan 6,9 skala richter (SR) yang terjadi di Banten, pada Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB, lalu menyebabkan lima orang meninggal dunia. Namun, penyebab meninggalnya ketiga orang tersebut tidak berhubungan secara langsung dengan gempa.

"Update korban meninggalk dunia berjumlah lima orang," kata Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo, di Jakarta, Sabtu (3/8).

Menurutnya, semua korban meninggal dunia akibat sakit dan kelelahan. Tidak ada korban jiwa yang meninggal karena reruntuhan bangunan. Kelima korban adalah Rasinah (48) warga Lebak, Salam (95) warga Lebak, Sa'in, (40) warga Sumur, H Ajay warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok dan Ruyani (35) warga Desa Mekarmukti, Kecamatan Waluran.

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan para ahli waris dari kelima orang yang meninggal akan mendapat santunan dari pemerintah. Santunan tersebut bernilai Rp 15 juta. "Info yang masuk lima orang meninggal dunia. Tetapi tidak ada hubungan langsung akibat gempa," kata Agus, Sabtu (3/8). Santunan menunggu kelengkapan data dari Pemkab Pandeglang. Begitu data lengkap, santunan langsung disalurkan ke ahli waris.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan pada Jumat (2/8) telah terjadi gempa magnitudo 7,4 yang dimutakhirkan menjadi magnitudo 6,9 pada pukul 19.03 WIB. Lokasi gempa berada 147 km barat daya Sumur, Banten.

Gempa bumi tersebut berdasarkan permodelan BMKG berpotensi tsunami di sejumlah wilayah seperti Lampung dan Pandeglang. Sehingga BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami yang kemudian diakhiri pada pukul 21.35 WIB.

Sementara itu, Kepala BPBD Lebak, Kaprawi menyebutkan data dari BPBD Lebak, ada 13 kecamatan yang terdampak akibat gempa. Sebanyak 31 rumah dilaporkan mengalami kerusakan. "Pada saat orang pada lari, Ibu Rasinah yang punya sakit jantung meninggal, umur 48 karena. Dia kaget, tapi bukan kena reruntuhan. Kemudian yang kedua bapak sudah sepuh 95 tahun. Mereka mengungsi karena memang sudah sepuh ya kelelahan. Jadi bukan akibat reruntuhan," jelas Kaprawi. Menurutnya, situasi di Lebak, Banten, sudah terkendali dan kondusif. Aktivitas masyarakat juga berangsur normal.

Terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan dampak bencana gempa bumi 6,9 skala Richter di barat daya Sumur, Banten, akan ditangani dengan baik oleh pemerintah. Dia memastikan pemerintah turun tangan membantu masyarakat yang menjadi korban.

"Semoga gempa bumi itu tidak menyebabkan banyak korban. Namun apabila ada, pemerintah akan selalu siap. PMI pun juga akan membantu," ujar JK.

Dia meminta warga yang tinggal di pesisir pantai selalu waspada. Sebab, gempa bisa terjadi sewaktu-waktu. Menurutnya, pelatihan kebencanaan sangat penting dilakukan. Terutama untuk warga yang tinggal di sekitar pantai. "Pemerintah sudah menyiapkan pelatihan secara rutin. Ini sangat penting. Agar masyarakat tahu dan bisa mengantisipasinya," papar JK. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

10 Pimpinan MPR Tidak Efisien

10 Pimpinan MPR Tidak Efisien

Wacana menambah jumlah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menjadi 10 orang dinilai sangat tidak efisien.


PAN Tak Ingin Kehilangan Kursi Pimpinan MPR

PAN Tak Ingin Kehilangan Kursi Pimpinan MPR

Partai Amanat Nasional (PAN) melemparkan wacana agar pimpinan MPR RI menjadi 10 orang. Ini dilakukan untuk meredakan keributan soal perebutan kursi tersebut.


Puncak Haji Dibagi Empat Rute

Puncak Haji Dibagi Empat Rute

Seluruh jemaah haji sudah berada di Tanah Suci. Dari data Siskohat Kemenag totalnya mencapai 212.732 orang, yang tergabung dalam 529 kelompok terbang (kloter).


OTT Impor Bawang Putih, DPR: Tindakan Perorangan

OTT Impor Bawang Putih, DPR: Tindakan Perorangan

KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengamankan orang kepercayaan anggota DPR RI dalam operasi tangkap tangan (OTT) dugaan suap impor bawang putih.


Ribuan Orang di Burundi Tewas Terserang Wabah Malaria

Ribuan Orang di Burundi Tewas Terserang Wabah Malaria

Badan kemanusiaan PBB mencatat, wabah malaria telah menewaskan lebih dari 1.800 orang di Burundi, Afrika tahun ini.


Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

PT PLN Persero menggandeng Bareskrim Polri untuk menginvestigasi gangguan yang menyebabkan mati listrik massal alias blackout di Jakarta, Banten, Jawa Barat, da


Mbah Moen: Wafatnya Orang Alim Biasanya Hari Selasa

Mbah Moen: Wafatnya Orang Alim Biasanya Hari Selasa

KH Maimoen Zubair atau lebih akrab disapa Mbah Moen pernah mengatakan orang alim biasanya meninggal di hari Selasa.


MRT Rugi Rp507 Juta saat Listrik Padam

MRT Rugi Rp507 Juta saat Listrik Padam

Padamnya aliran listrik di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, Minggu (4/8), berdampak kerugian pada sejumlah perusahaan.


Bukan Ulah Teroris, Dugaan Sementara Akibat Pohon Sengon

Bukan Ulah Teroris, Dugaan Sementara Akibat Pohon Sengon

Mabes Polri menyampaikan terkait penyebab pemadaman listrik secara serentak di Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat pada Minggu (4/8) akibat gangguan pohon baru


Listrik Mati Tanggung Jawab Menteri BUMN

Listrik Mati Tanggung Jawab Menteri BUMN

Listrik di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten mengalami padam massal pada Minggu (4/5).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!