Nasional
Share this on:

Gerindra Gelar Rapat Penting

  • Gerindra Gelar Rapat Penting
  • Gerindra Gelar Rapat Penting

JAKARTA - Dewan Pembina Partai Gerindra akan menggelar rapat, Jumat (19/7) besok. Pertemuan itu digelar di kediaman ketua umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto di di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Sejumlah isu-isu strategis terkait sikap politik Gerindra akan dibahas dalam rapat tersebut.

Pertemuan dewan pembina ini dilakukan pasca Prabowo bertemu dengan Amien Rais, Selasa (16/7) lalu. Usai pertemuan, Amien mengungkapkan, rencana rapat penting Dewan Pembina Gerindra. "Sebagai anggota Dewan Pembina, saya mendapat info bahwa rapat diundur. Awalnya Rabu, tapi ditunda Jumat," kata Habiburokhman di Jakarta, Rabu (17/7) kemarin.

Dia mengaku belum tahu persis materi apa saja yang akan dibahas. Namun, dia meyakini ada sejumlah isu strategis terkait sikap politik Gerindra. Menurutnya, Prabowo selalu meminta pendapat kader jika akan memutuskan hal penting.

"Pak Prabowo justru ingin menjelaskan situasi politik nasional terbaru. Nah, nanti sikap Gerindra kurang lebih bagaimana. Jika menyangkut isu strategis, beliau pasti menanyakan pendapat dari kader," imbuhnya. Saat ditanya mengapa rapat ditunda, Habiburokhman menjawab tidak tahu. Dia menduga Prabowo punya agenda lain.

Sementara itu, anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade menegaskan pertemuan Dewan Pembina Partai Gerindra pada Jumat (19/7) tidak membicarakan arah koalisi partai. Pertemuan itu hanya akan mendengarkan penjelasan Prabowo Subianto setelah bertemu Presiden terpilih Joko Widodo.

"Dalam pertemuan Dewan Pembina Gerindra tersebut Prabowo akan menyampaikan hasil pembicaraan dengan Jokowi. Dan sudah disampaikan Pak Amien Rais bahwa tidak benar pertemuan tersebut ada iming-iming posisi tertentu," ujar Andre di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/7).

Dia menyatakan arah koalisi Partai Gerindra akan diputuskan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada September 2019 mendatang. Selain itu, Prabowo secara bertahap akan bertemu dengan para pendukungnya. Yakni ulama, pimpinan partai yang pernah bergabung dalam koalisi Adil Makmur. Prabowo akan meminta masukan para pendukung, relawan, ulama dan tokoh politik koalisi sebelum menentukan sikap resmi politik Partai Gerindra.

"Dua pekan ke depan, ada pertemuan antara Prabowo dengan mitra koalisi, relawan, ulama untuk menjelaskan hasil pertemuan dengan Pak Jokowi. Prabowo akan sampaikan secara transparan, tidak ada depan ataupun belakang panggung. Semua itu akan dibuka secara terang benderang," ucap Andre.

Menurutnya, terkait pertemuan dengan Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (13/7) lalu, sebenarnya sudah pernah disampaikan kepada semua pendukungnya. "Dalam rapat koalisi terakhir pada 28 Juni di Kertanegara, Prabowo memberitahukan kepada semua pimpinan partai koalisi, ulama, purnawirawan, dan relawan yang hadir. Beliau katakan akan bertemu Jokowi," papar Andre.

Pada Jumat (12/7), sehari sebelum bertemu Jokowi, Prabowo kirim surat kepada para tokoh termasuk para ulama. Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin, lanjutnya, kemungkinan tidak menerima surat tersebut sehingga protes. "Namun GNPF dan tokoh ulama besar sudah menerima surat dari Pak Prabowo," tukasnya.

Dalam surat yang dikirimkan Prabowo tersebut, mantan Danjen Kopassus itu memberitahu akan bertemu Jokowi pada Sabtu (13/7) atau Minggu (14/7). Prabowo berjanji akan menjelaskan hasil pertemuan kepada para tokoh dan ulama. "Karena itu, semua sudah sangat transparan. Semuanya sudah disampaikan Prabowo pada tanggal 28 Juni. Beliau juga mengirimkan surat sehari sebelum bertemu Jokowi," pungkasnya. (rh/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Calon Harus Berani dan Loyal
Calon Harus Berani dan Loyal

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Paripurna DPR Diinterupsi Isu Rasisme Papua

Paripurna DPR Diinterupsi Isu Rasisme Papua

Rapat Paripurna yang digelar DPR RI dengan agenda pembicaraan tingkat II Pengambilan Keputusan terhadap RUU tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN (P2


PPP dan Gerindra Beber Hanya Pertemuan Biasa

PPP dan Gerindra Beber Hanya Pertemuan Biasa

Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa bertemu dengan Ketum DPP Gerindra Prabowo Subianto, Kamis (15/8).


Ayo Ungkap Siapa Penumpang Gelapnya

Ayo Ungkap Siapa Penumpang Gelapnya

Siapa penumpang gelap yang disebut Gerindra memanfaatkan Prabowo Subianto hingga kini masih misterius.


Gerindra Putuskan Sikap Politik September Nanti

Gerindra Putuskan Sikap Politik September Nanti

Ketua Umum Prabowo Subianto diberi wewenang penuh untuk memutuskan langkah politik ke depan. Mau bergabung atau di luar pemerintahan.


Mbah Moen seperti Kitab Hidup yang Berjalan

Mbah Moen seperti Kitab Hidup yang Berjalan

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar rapat pleno pada 20 Agustus 2019 mendatang. Agendanya adalah memutuskan waktu dan tempat muktamar.


Kongres PDI Perjuangan Habiskan Rp17,6 Miliar

Kongres PDI Perjuangan Habiskan Rp17,6 Miliar

Kongres PDIP ke V diselenggarakan di Bali pada 8-11 Agustus. Sejumlah tokoh penting dijadwalkan hadir dalam acara tersebut.


Ijtima Ulama IV Tak Undang Prabowo-Sandi

Ijtima Ulama IV Tak Undang Prabowo-Sandi

Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak diundang dalam acara Ijtima Ulama IV di Lorin Hotel Sentul, Babakan Madang, Bogor,, Senin (5/8).


Tiga Opsi untuk Gerindra

Tiga Opsi untuk Gerindra

Sejumlah pengamat menilai jika Partai Gerindra masuk ke dalam koalisi akan berdampak baik bagi pembangunan di Indonesia.


Wajib Tunduk pada Pancasila

Wajib Tunduk pada Pancasila

Salah satu syarat penting organisasi kemasyarakatan (ormas) boleh berdiri adalah mengakui serta setia kepada Pancasila dan UUD 1945.


Prabowo Harus Sowan ke Koalisi

Prabowo Harus Sowan ke Koalisi

Wacana bergabungnya Partai Gerindra ke dalam koalisi membuat sejumlah tokoh nasional angkat bicara.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!