Nasional
Share this on:

Giliran Pengacara Kondang Elza Syarief yang Diancam

  • Giliran Pengacara Kondang Elza Syarief yang Diancam
  • Giliran Pengacara Kondang Elza Syarief yang Diancam

Pengacara kondang Elza Syarief. (dok. Jawapos)

JAKARTA - Penanganan kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) kembali menebar teror bagi para saksi. Setelah pengusaha Johannes Marliem yang tewas di Los Angeles Amerika Serikat, kini giliran pengacara kondang Elza Syarief yang dihantui ancaman.

Atas teror itu, Elza pun meminta perlindungan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin. Mantan pengacara bendahara umum Partai Demokrat M. Nazaruddin itu menemui biro hukum KPK untuk menceritakan kronologi ancaman yang diduga berasal dari kelompok legislatif itu.

"Saya sudah ceritakan (ancaman, Red) ke tim hukum," ujarnya di gedung KPK.

Hanya, Elza enggan menjelaskan kapan dan bentuk ancaman seperti apa yang dialami. Dia juga tidak mau membeberkan siapa penebar teror itu. "Karena kalau saya cerita nanti di situ (penebar teror, Red) teriak lagi bla bla bla, enggak perlu bagi saya (sebut siapa yang mengancam," terangnya.

Sebelumnya, Elza menjadi saksi di persidangan Miryam S. Haryani terkait kasus pemberian keterangan tidak benar pada Senin (21/8).

Dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidikan Elza yang dibacakan jaksa KPK saat itu terungkap beberapa nama politisi yang ditengarai sebagai kelompok yang meminta Miryam mencabut BAP di pengadilan. Yakni, Setya Novanto, Markus Nari, Chairuman Harahap, Akbar Faizal dan Djamal Aziz.

Sepekan setelah sidang itu atau Senin (28/8), Akbar Faizal melaporkan Elza ke Bareskrim Polri. Politikus Partai Nasdem tersebut merasa difitnah atas penyebutan namanya di BAP yang dibacakan jaksa KPK. Laporan itu dia buat setelah somasi yang dilayangkan ke Elza pada 22 Agustus tidak mendapat tanggapan kurun waktu 3x24 jam.

Akbar menilai Elza menyampaikan keterangan palsu dalam sidang Miryam. Dia pun meminta Elza bertanggungjawab atas keterangan yang menyebut dirinya menekan politikus Partai Hanura tersebut.

Terkait hal itu, Elza menilai Akbar terlalu panik. Menurutnya, bila tidak terlibat, Akbar sejatinya tidak perlu bereaksi berlebihan. Apalagi, penyebutan nama dalam BAP merupakan proses hukum yang kini tengah diuji di pengadilan.

"Seharusnya tunggu dulu proses persidangan dari dakwaaan (Miryam, Red) ini, kalau misalnya terdakwa ini diputus bebas berarti pencabutan (BAP Miryam, Red) itu benar, berarti saya salah," tuturnya. (tyo/jpg)


Berita Berikutnya


Berita Sejenis

TKP Kecelakaan Setnov Jadi Arena Swafoto

TKP Kecelakaan Setnov Jadi Arena Swafoto

Lokasi kecelakaan yang melibatkan Setnov, masih ramai dikunjungi warga yang penasaran hingga kemarin.


Selain Meme, Ada Juga Lagu RIP Tiang Listrik

Selain Meme, Ada Juga Lagu RIP Tiang Listrik

Kecelakaan mobil Setnov yang menabrak tiang listrik Kamis malam lalu (16/11) memunculkan karya-karya kreatif.


Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Siapkan Ramp Chek

Jelang Natal dan Tahun Baru, Kemenhub Siapkan Ramp Chek

Selain lebaran, arus lalu lintas yang cukup padat juga terjadi saat Natal dan tahun baru.


Jadi Tahanan KPK, Presiden Minta Setnov Ikuti Proses Hukum

Jadi Tahanan KPK, Presiden Minta Setnov Ikuti Proses Hukum

Presiden Joko Widodo yang gerah karena terus ditanya mengenai kasus yang membelit Setnov akhirnya bersuara lebih tegas.


2019, Indonesia Sudah Terhubung Internet Kecepatan Tinggi

2019, Indonesia Sudah Terhubung Internet Kecepatan Tinggi

Instansi yang belum terhubung internet ternyata masih banyak. Hal tersebut berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.


Setnov Mangkir Lagi, KPK Pikirkan Langkah Lanjutan

Setnov Mangkir Lagi, KPK Pikirkan Langkah Lanjutan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KOK) Agus Rahardjo menjelaskan, bila Setnov tidak hadir pemeriksaan, maka akan ada evaluasi yang harus ditempuh.


Divonis Lima Tahun, Miryam pun Dicopot dari DPR

Divonis Lima Tahun, Miryam pun Dicopot dari DPR

Berita acara pemeriksaan (BAP) Miryam S. Haryani yang sempat dicabut pada persidangan Irman dan Sugiharto 23 Maret lalu.


Perbaikan Jaminan Kesehatan Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Perbaikan Jaminan Kesehatan Tak Bisa Ditawar-tawar Lagi

Kalangan pekerja mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki sistem layanan Jaminan sosial kesehatan yang dianggap masih buruk dan banyak salah sasaran.


KPK Siap Hadapi Setnov

KPK Siap Hadapi Setnov

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menghadapi perlawanan kubu pengacara Ketua DPR Setya Novanto terkait dugaan pemalsuan surat.


Video Kekerasan Siswa Masih Diselidiki

Video Kekerasan Siswa Masih Diselidiki

Pemukulan di sekolah yang terekam video dan tersebar menambah daftar panjang kasus kekerasan pada anak.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!