Nasional
Share this on:

Gubernur Ganteng Dituntut 8 Tahun Penjara

  • Gubernur Ganteng Dituntut 8 Tahun Penjara
  • Gubernur Ganteng Dituntut 8 Tahun Penjara

JAKARTA - Gubernur Jambi (nonaktif) Zumi Zola Zulkifli terancam dihukum penjara delapan tahun terkait kasus suap "ketok palu" dan gratifikasi. Hukuman itu berlaku bila majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta mengabulkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibacakan kemarin (8/11).

Selain hukuman badan, jaksa KPK juga menuntut Zola membayar denda sebesar Rp1 miliar subsider kurungan enam bulan. Mantan artis itu juga dituntut hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik selama lima tahun. Artinya, Zola tidak diperbolehkan menduduki jabatan publik yang dipilih oleh rakyat selama lima tahun pasca menjalani pemidanaan pokok.

Dalam tuntutan setebal 1.214 halaman itu, jaksa mengurai perbuatan Zola memberi suap kepada anggota DPRD Jambi untuk pengesahan Rancangan APBD (R-APBD) Jambi 2017 dan 2018. Tuntutan yang dibacakan secara bergantian oleh JPU KPK tersebut juga merinci penerimaan gratifikasi Zola selama menjabat sebagai orang nomor satu di Pemprov Jambi. Totalnya Rp40,44 miliar dan USD 177.300.

Jaksa KPK Iskandar Marwanto menyatakan, perbuatan Zola telah mencederai kepercayaan masyarakat Jambi secara khusus. Padahal, jabatan itu merupakan amanah rakyat. Dan cukup strategis di lingkungan eksekutif Pemprov Jambi.

"Seharusnya terdakwa (Zola, Red) dapat mensukseskan agenda-agenda pembangunan di Provinsi Jambi yang diharapkan dapat menerapkan prinsip-prinsip good governance," ujar Iskandar.

Pun, upaya suami Sherrin Tharia itu untuk meringankan tuntutan dengan cara mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) ditolak oleh jaksa. Menurut jaksa, penolakan itu lantaran Zola merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam perkara tersebut. Baik perkara suap uang "ketok palu" kepada 53 anggota DPRD Jambi maupun kasus gratifikasi.

Alasan lain, keterangan terdakwa Zola yang diungkapkan di penyidikan maupun di pengadilan dianggap jaksa belum signifikan. Dan belum bersifat menentukan untuk membongkar pelaku lain atau tindak pidana korupsi lain. Dalam kasus ini, Zola didakwa dengan pasal 12 B dan pasal 5 ayat (1) huruf a UU Pemberantasan Tipikor serta pasa 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 65 ayat (1) KUHP.

Disisi lain, kuasa hukum Zola, Farizi mempertanyakan penolakan jaksa terhadap pengajuan JC tersebut. "Kenapa jaksa menolak status justice collaborator Zumi Zola?" ujar Farizi usai sidang.

Menurut Farizi, Zola telah bersikap kooperatif dalam perkara tersebut. Zola pun telah membeberkan pihak-pihak lain yang terlibat. Bahkan, kata dia, Zola juga telah mengakui kesalahannya.

"Dengan sikap kooperatif tersebut, KPK harus mempertimbangkan memberikan status JC," terangnya. Sementara itu, Zola hanya tersenyum menanggapi tuntutan jaksa KPK, kemarin. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

CVR Lion Air Masih Dicari
CVR Lion Air Masih Dicari

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Hilang 21 Tahun, WNI asal Cirebon Ditemukan

Hilang 21 Tahun, WNI asal Cirebon Ditemukan

KBRI Riyadh berhasil menyelamatkan WNI asal Cirebon, yang bekerja di Arab Saudi 21 tahun dan hilang kontak dengan keluarganya.


Tahun Depan, Mandalika Wajib Rampung

Tahun Depan, Mandalika Wajib Rampung

Kementerian Pariwisata menargetkan infrastruktur di empat destinasi wisata super prioritas bisa rampung tahun depan.


Mendagri Berharap Perseteruan Wali Kota Tangerang-Yasonna Berakhir

Mendagri Berharap Perseteruan Wali Kota Tangerang-Yasonna Berakhir

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memerintahkan Gubernur Banten Wahidin Halim untuk membina jajarannya.


Komitmen Jokowi Mulai Dipertanyakan

Komitmen Jokowi Mulai Dipertanyakan

Komitmen Presiden terpilih Joko Widodo terkait visi dan misi khususnya bidang lingkungan selama lima tahun ke depan dipertanyakan.


Evaluasi Pemilu Harus Menyeluruh

Evaluasi Pemilu Harus Menyeluruh

Pemilihan Umum (Pemilu) lima tahun mendatang harus dipersiapkan lebih baik.


Sebelum Di-OTT KPK, Nurdin Berniat Maju Pilgub Lagi

Sebelum Di-OTT KPK, Nurdin Berniat Maju Pilgub Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun sebagai tersangka, Kamis (11/7) kemarin.


2,5 Tahun atau Lebih Dihitung Satu Periode

2,5 Tahun atau Lebih Dihitung Satu Periode

Persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 sedang digodok. Bukan hanya penyelenggara pemilu.


Anggaran Dana Desa Naik Rp400 Triliun

Anggaran Dana Desa Naik Rp400 Triliun

Kemendes PDTT mengumumkan anggaran dana desa dalam lima tahun ke depan akan dinaikan menjadi Rp400 triliun.


Dana Desa Difokuskan untuk Pengembangan SDM

Dana Desa Difokuskan untuk Pengembangan SDM

Penggunaan dana desa untuk lima tahun ke depan akan difokuskan pada pemberdayaan masyarakat desa.


Tes PNS atau ASN Tahun Ini 100 Soal, 35 Di antaranya HOTS

Tes PNS atau ASN Tahun Ini 100 Soal, 35 Di antaranya HOTS

Tes seleksi aparatur sipil negara (ASN) 2019 akan menerapkan soal high order thinking skills (HOTS).



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!