Nasional
Share this on:

Hampir Semua Parpol Daftar saat Injury Time

  • Hampir Semua Parpol Daftar saat Injury Time
  • Hampir Semua Parpol Daftar saat Injury Time

** JAKARTA** - Kebiasaan Parpol mendaftarkan caleg menjelang deadline kembali terulang. Tidak sekadar mendaftar di hari terakhir kemarin (17/7), namun juga di jam-jam terakhir. Bagaimana tidak, hingga empat jam menjelang deadline, baru ada tujuh partai yag mendaftarkan calegnya. Pukul 24.00 semalam, KPU esmi menutuppendaftaran. Rencananya, besok (19/2) KPU akan memulai verifikasi persyaratan calon.

15 dari 16 partai memang baru mendaftarkan calegnya kemarin. Diawali dari PSI yang hadir pukul 08.00. Partai tersebut mendaftarkan 575 caleg untuk 80 dapil. Disusul PDIP dan perindo yang datang hampir bersamaan, sehingga tak ayal sempat menimbulkan gesekan. Sebab, kedua partai tersbeut sama-sama membawa massa.

Pendaftaran caleg dipusatkan di ruang rapat pleno di lantai 2 gedung KPU. Begitu di dalam, partai-partai diterima oleh panitia pendaftaran yang berbeda. Setiap partai mendapatkan meja pendaftaran sendiri sehingga tidak tercampur dengan partai lainnya.

Di ruang pendaftaran, partai menyerahkan lima jenis berkas fisik terkait pencalonan. Yakni, formulir jumlah dapil, jumlah caleg, dan keterwakilan perempuan per dapil (formulir B). Kemudian, daftar nama caleg beserta daerah domisilinya (B1). Ketiga, surat pernyataan dari Ketua Umum bahwa partainya telah melakukan seleksi dengan benar.

Keempat, pakta integritas dari Ketum dan Sekjen Parpol. Terakhir, SK Kepengurusan yang telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. Seluruhnya wajib memenuhi syarat sebelum pendaftaran ditutup. Sementara, untuk syarat calon, seperti ijazah, surat keterangan sehat, dan lainnya akan dicek belakangan.

Ribuan dokumen itu diverifikasi di Hotel Borobudur Jakarta karena gedung KPU tidak cukup. Berkas-berkas fisik para caleg yang KPU masih punya waktu sampai 21 Juli mendatang untuk memverifikasi berkas-berkas yang ada. Setelahnya, permintaan perbaikan akan disampaikan kepada masing-masing parpol.

Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan, ada beberapa temuan yang umum didapat saat verifikasi. Misalnya persoalan tanda tangan. Dia mengingatkan, semua tanda tangan ketua umum dan sekjen haruslah asli, atau diistilahkan cap basah. Begitu pula dengan foto. ’’Kami kan haru mengecek apa orangnya sama dengan yang ada di SILON,’’ terangnya.

Terkait pendaftaran yang dilakukan di jam-jam terakhir, Ilham memperkirakan karena ada dinamika di internal parpol. ’’Mungkin internal partainya yang sedang bermasalah,’’ lanjutnya. Dia juga tidak memungkiri bahwa SILON sempat bermasalah sebagaimana dikeluhkan beberapa parpol.

Namun, pihaknya sudah memberi ruang sejak awal untuk memasukkan data caleg, saat SILON masih sepi. Namun, pihaknya memastikan persoalan sudah selesai dan parpol bisa mengunggah data di hari terakhir. Yang jelas, tambahnya, semua problem yang ada tidak akan terjadi bila parpol mau mendaftarkan calegnya sejak awal.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, setelah menerima pedaftaran dari parpol, KPU harus menelitinya dengan cermat. Khususnya, terhadap caleg yang kemungkinan mantan napi korupsi, bandar narkoba, dan mantan napi kejahatan seksual terhadap anak.

Jika ada caleg yang berlatarbelakang napi kejahatan berat itu, KPU harus membukanya ke publik. “Pengumuman seperti itu adalah hal yang lazim dan sudah semestinya dilakukan,” terang dia kepada Jawa Pos kemarin.

Sama seperti ketika KPU mengumumkan kepada publik terkait nama-nama partai yang tidak memenuhi syarat pencalonan dengan keterwakilan perempuan paling sedikit 30 persen. Bahkan, partai politik tidak bisa menjadi peserta pemilu di daerah pemilihan yang jumlah caleg perempuannya tidak memenuhi ketentuan paling sedikit 30 persen.

Alumnus fakultas hukum Universitas Indonesia itu menerangkan, pengumuman caleg berlatarbelakang napi perlu dilakukan agar memberi efek jera bagi partai yang tetap ngotot atau memaksa mencalonkan caleg yang menyalahi aturan yang sudah dibuat KPU.

Selain itu, lanjut dia, hal itu juga penting sebagai bagian dari pendidikan politik bagi para pemilih. “Jangan sampai ada masyarakat yang salah pilih parpol dan caleg dalam pemilu mendatang,” ucap ibu satu anak itu. Jadi, semua caleg bisa diketahui latarbelakangnya. Masyarakat pun berhak tahu rekam jejak calon wakil rakyat mereka.

Pantauan Jawa Pos, parpol tidak sekadar mendaftarkan calegnya di hari terakhir, namun juga di jam-jam terakhir. Hingga berita ini ditulis pukul 23.00, masih ada tiga partai yang belum hadir untuk mendaftarkan calegnya. Yakni, PPP dan PKPI.

PSI mengawali pendaftaran caleg kemarin. Partai tersebut datang pukul 08.00 dan labgsung diterima oleh panitia pendaftaran. Kemudian, PDIP datang menjelang pukul 14.00. Kader dan pengurus DPP berjalan kaki dari kantor DPP PDIP di Jaan Diponegoro sejauh 1,6 km. Tidak ketinggalan, mereka membawa sertaondel-ondel dan mobil hias banteng.

Namun, tidak semuanya diizinkan masuk ke halaman kantor KPU. Sebagian besar tertahan di depan gerbang. Akibatnya Partai Perindo yang datang beberapa saat setelahnya pun sempat kesulitan masuk. Saat itulah terjadi kesalah pahaman sehingga sempat terjadi adu mulut antara massa PDIP dan Perindo.

Partai Demokrat, Hanura, dan Garuda menyusul datang pukul 16.00. setelahnya, tidak ada lagi partai yang datang hingga pukul 20.45. pada jam tersebut, Partai Gerindra datang disusul PAN. Kemudian, pukul 21.25, giliran PKB yang datang membawa berkas. Kemudian datang berturt-turut PKS pukul 21.45, Golkar (22.00), PBB (22.15), dan Berkarya (22.40). Dua partai terakhir, yakni PPP dan PKPI, hingga pukul 23.00 belum muncul.

Ketua Umum PSI Grace Natalie menjelaskan, partainya memenuhi semua kuota caleg yang ditetapkan KPU untuk 80 daerah pemilihan. 575 nama sudah diserahkan ke KPU. ’’caleg kami 65 persen berusia di bawah 45 tahun dan 46 persen perempuan. Dan hasil undian nomor urut, 20 persen mendapatkan nomor urut 1,’’ terangnya.

Pada pileg kali ini, PSI menargetkan bisa memperoleh suara minimal dua digit atau 10 persen. Grace mengaku optimistis, karena para calegnya sebagian besar berlatar belakang profesional. ’’Mereka sudah terbiasa bekerja dengan standar yang ketat, dan kami sudah siapkan strategi pemenangan,’’ tambahnya.

Sementara, PDIP memastikan tidak ada calegnya yang sedang bermasalah dengan aparat penegak hukum. Di Sumut misalnya, ada beberapa kader PDIP yang sedang diperiksa penegak hukum. ’’Maka DPP memutuskan untuk tidak mencalonkan yang bersangkutan’’ terang Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Senada, Partai Demokrat juga memastikan tidak ada caleg bermasalah di tubuh partai berlambang mercy itu. Rumor yang menyebut bahwa mantan terpidana korupsi di Sumsel Sarjan Tahir kembali maju sebagai caleg juga dibantah. ’’Pak Sarjan Tahir itu tokoh Partai yang bekerja keras, tapi untuk kali ini tidak ikut mencalonkan,’’ terang Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Sekjen PKS Mustafa Kamal menuturkan, partainya mengusung spirit 212 dalam pencalonan legislatif kali ini. salah satu buktinya adalah jumlah caleg perempuan yang didaftarkan. ’’Caleg perempuan kami ada 39 persen, dan angkanya 212,’’ terangnya.

Hampir semua partai mengusi kuota maksimal. Sejauh ini, hanya dua partai yang tidak mencalonkan sesuai kuota. Yakni PBB (411) dan Partai Garuda (376). Selebihnya, partai lain mengisi kuota caleg secara maksimal termasuk patai Berkarya.

Khusus Partai Berkarya, Sekjen Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa pihaknya memang mengusung spirit kepemimpinan Soeharto. Sebab, pihaknya menilai ada sejumlah hal dalam kepemimpinan Soeharto yang patut diapresiasi.

Terkait caleg, Priyo memastikan ketua Umumnya, Hutomo Mandala Putra atau Tomi Suharto akan nyaleg dari Dapil Papua. Bengitu pula Siti Hediati Hariyadi atau Titik Soeharto, maju di dapil Jogjakarta. ’’Ada putranya Mbak tutur juga putranya mas Sigit,’’ terangnya. Di luar itu, Priyo menyebut 30 persen dari calegnya adalah mantan-mantan pengurus parpol yang sedang berkontestasi saat ini. (byu/lum/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Prabowo Pilih Dua Nama, Jokowi Tinggal Daftar

Prabowo Pilih Dua Nama, Jokowi Tinggal Daftar

Partai Gerakan Indonesia Raya menyebut sudah ada langkah maju dari pembicaraan koalisi bersama dengan Partai Demokrat, PAN dan PKS.


Penerima PKH dan BPNT Diharuskan Tidak Merokok

Penerima PKH dan BPNT Diharuskan Tidak Merokok

Tingkat kemiskinan Indonesia turun, karena sebagian pindah ke level hampir miskin. Masyarakat di level ini rentan turun level menjadi miskin kembali.


Rinjani Longsor saat Gempa, Ratusan Pendaki Belum Dievakuasi

Rinjani Longsor saat Gempa, Ratusan Pendaki Belum Dievakuasi

Nusa Tenggara Barat (NTB) berduka. Gempa bumi berkekuatan 6,4 skala Richter (SR) memorak-porandakan sebagian Lombok dan Pulau Sumbawa.


Golkar dan Gerindra Paling Banyak

Golkar dan Gerindra Paling Banyak

Partai Gerindra dan Golkar seakan bersaing menjadi parpol yang paling banyak mendaftarkan mantan terpidana korupsi sebagai calon anggota legislatif (caleg).


Prabowo Beri Sinyal AHY Cawapres

Prabowo Beri Sinyal AHY Cawapres

Sejumlah partai politik (parpol) mematangkan format koalisi menjelang pendaftaran capres-cawapres yang berlaga di Pilpres 2019.


Cegah Permainan, Soal Uji Akademik Akpol Diacak

Cegah Permainan, Soal Uji Akademik Akpol Diacak

Seleksi penerimaan taruna Akademi Kepolisian (Akpol) 2018 hampir mencapai puncak.


Ayo Siap-siap Daftar, Ada 100 Ribu Formasi CPNS Guru Daerah

Ayo Siap-siap Daftar, Ada 100 Ribu Formasi CPNS Guru Daerah

Pendaftaran CPNS (calon pegawai negeri sipil) baru bakal dibuka di akhir bulan ini.


Parpol Besar Bukan Jaminan

Parpol Besar Bukan Jaminan

Hanya sedikit kandidat kepala daerah yang memanfaatkan jaringan parpol untuk mendulang suara.


Pemudik Sudah Kembali Semua ke Jakarta

Pemudik Sudah Kembali Semua ke Jakarta

Arus balik sudah tuntas seratus persen. Ratusan ribu kendaraan yang pergi meninggalkan Jakarta telah kembali seluruhnya.


Hampir Separuh Pemudik Sudah Kembali

Hampir Separuh Pemudik Sudah Kembali

Sekitar 48 persen pemudik tercatat telah kembali ke jakarta dan kota-kota besar lain pada H+5 lebaran tahun 2018.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!