Nasional
Share this on:

Harga Beras Masih di Atas HET

  • Harga Beras Masih di Atas HET
  • Harga Beras Masih di Atas HET

JAKARTA - Tiga hari setelah Permendag No 57/2017 soal batasan maksimal harga beras berlaku, beberapa ritel modern sudah mulai menyesuaikan harga. Namun pedagang tradisional baik pengecer maupun pemasok masih mengeluhkan soal penetapan harga eceran tertinggi (HET) beras itu.

Berdasar Permendag No 57/2017, HET untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat beras medium dipatok Rp9.450 per kg dan Rp12.800 beras premium.

Di wilayah lain seperti Sumatera (selain Lampung dan Sumatera Selatan), Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan, harga eceran tertinggi beras ditetapkan Rp9.950 per kg untuk beras medium dan Rp13.300 beras premium. Di wilayah Maluku dan Papua, HET dipatok Rp10.250 untuk beras medium dan Rp13.600 per kg beras premium.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, penetapan HET adalah upaya untuk melindungi konsumen. ?Konsumen akan mendapatkan harga yang terkendali. Selain itu, supaya ada pemerataan untuk pengusahanya, khususnya untuk penggilingan menengah ke bawah,? ujar Enggar.

Berdasar pantauan Jawa Pos di sejumlah pasar tradisional di Jakarta kemarin (9/3), belum tampak ada penyesuaian harga dan label kemasan pada beras yang dijual pedagang. Sebagian pedagang beras bahkan mengaku belum mendapat sosialisasi terkait penetapan HET. Misalnya di Pasar Grogol, beras medium dijual pada kisaran Rp10.000 per kg.

?Kami jual seperti biasa saja. Kalau disuruh jual Rp9.450 ya mana bisa kalau ditambah biaya-biaya kuli angkut, transportasi, dan lain-lain,? ujar Sai?in, 43, pedagang beras di Pasar Grogol.

Dia mengaku mendapatkan beras dari agen sekitar Rp9.200 per kg. Maka selisih Rp800 sudah menjadi margin untuk dia mengambil keuntungan sekaligus menutup biaya operasional. ?Jika mau diterapkan Rp9.450 per kg ya pedagang harus terima jauh di bawah itu,? tambahnya.

Di Pasar Minggu, beras medium dan premium masih dijual di atas HET. Beras medium dipatok Rp9.500-10.000 per dan beras premium Rp13.000.

Di tingkatan pemasok, penerapan Permendag 57/2017 juga tidak mudah. Nellys Soekidi, pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PBIC) menyebutkan, modal pedagang untuk membeli beras premium dari daerah berkisar Rp10.000-11.000 per kg.

?Kalau dijual di bawah HET, masih bisa,? katanya.

Namun untuk beras medium, Nellys merasa agak kesulitan. Sebab, modal untuk membeli beras medium dari pemasok berkisar Rp9.000 sampai Rp9.500 per kg. ?Mepet banget, bisa ambil untung paling Rp100 sampai Rp 150,? katanya.

Meski demikian, dia akan mencoba mengikuti HET yang telah ditentukan. Dia berharap pemerintah melakukan sosialisasi menyeluruh ke lapangan terkait Permendag baru tersebut.

Berbeda dengan pedagang tradisonal, ritel modern sudah berancang-ancang menyesuaikan harga. Di gerai Indomaret, beras premium yang biasa dibanderol Rp68.000-70.000 per lima kg sudah turun ke Rp62.000-Rp 64.000 per lima kg. Artinya, sudah di kisaran R 12.800 per kg seperti yang ditetapkan. Namun mengenai aturan label kemasan, beras yang dijual di ritel modern belum tertulis medium atau premium.

?Pasti masih ada satu dua hal yang masih harus dibenahi baik dari kami maupun pemasok. Seperti penerapan HET minyak goreng dan gula beberapa waktu lalu,? ujar Marketing Director Indomaret Wiwiek Yusuf.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Arief Prasetyo Adi menyebutkan bahwa pihaknya masih mengupayakan penyesuaian terhadap peraturan baru. ?Untuk kemasan kami sudah menyiapkan label medium premium. Untuk stok baru sudah ada yang siap ditempeli label, tapi untuk stok lama yang sudah terlanjur ada di pasaran tentu tidak sempat,? ujar Arief.

Food Station yang selama ini mensuplai beras untuk ritel modern sudah menyosialisasikan terkait HET baru. Hampir 100 persen beras yang disuplai ke ritel modern adalah beras premium. ''Kami sudah sosialisasikan harga tidak lebih dari Rp12.800 per kg. Jika ada retailer yang terlanjut mengambil dengan harga lama, kami sudah menyampaikan menurunkan harganya dan selisihnya bisa di klaimkan ke supplier masing-masing,? ujarnya. (agf/tau/oki/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Arus Mudik Semakin Landai

Arus Mudik Semakin Landai

Mendekati hari H lebaran, arus mudik masih terus terjadi. Di beberapa moda transportasi, jumlah pemudik semakin sedikit.


Sembako Mulai Naik, Daging Sapi Tembus Rp130.000

Sembako Mulai Naik, Daging Sapi Tembus Rp130.000

H- 4 sebelum lebaran, harga-harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan, kemarin. Daging sapi mencatatkan kenaikan paling signifikan.


Merapi Cukup Aktif, tapi Masih Aman

Merapi Cukup Aktif, tapi Masih Aman

Aktivitas Gunung Merapi masih cukup terasa dalam seminggu terakhir.


Pengalihan APBD untuk THR Disoal

Pengalihan APBD untuk THR Disoal

Ujung polemik aturan pemberian tunjangan hari raya (THR) aparatur sipil negara (ASN) yang dikeluhkan pemerintah daerah (pemda) masih gelap.


Dikuntit dari Purwokerto, KPK Tabrak Mobil Pejabat lalu Tangkap Bupati Purbalingga

Dikuntit dari Purwokerto, KPK Tabrak Mobil Pejabat lalu Tangkap Bupati Purbalingga

Praktik korupsi masih marak terjadi jelang Lebaran.


Kapal Equanimity Disita Ulang

Kapal Equanimity Disita Ulang

Bareskrim masih belum menyerah terkait kasus penyitaan kapal Equanimity senilai USD 250 juta.


Bangku Kereta Habis, Tiket Bus Bisa Dibeli Online

Bangku Kereta Habis, Tiket Bus Bisa Dibeli Online

Pemerintah berhasil menstabilkan harga kebutuhan pokok sejauh ini.


Untuk THR dan Gaji ke-13 PNS, Pemerintah Siapkan Rp35 Triliun

Untuk THR dan Gaji ke-13 PNS, Pemerintah Siapkan Rp35 Triliun

Lebaran tahun ini benar-benar memberi berkah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan TNI/Polri. Baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun.


Jangan Kuatir, Kartu Seluler Lama Anda Masih Bisa Diregistrasi

Jangan Kuatir, Kartu Seluler Lama Anda Masih Bisa Diregistrasi

Registrasi kartu seluler memang telah berakhir pada 30 April lalu.


Tiga Terduga Teroris Siap Ledakan Bom High Explosive

Tiga Terduga Teroris Siap Ledakan Bom High Explosive

Kelompok teroris masih menggeliat. Kemarin (7/5) Polri mengungkapkan penangkapan tiga terduga teroris di jalan Veteran III, Bogor, Jawa Barat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!