Nasional
Share this on:

Harga Minyak Dunia Cenderung Naik, BBM Nonsubsidi Bisa Naik

  • Harga Minyak Dunia Cenderung Naik, BBM Nonsubsidi Bisa Naik
  • Harga Minyak Dunia Cenderung Naik, BBM Nonsubsidi Bisa Naik

Foto: jawa pos

JAKARTA - Kecenderungan harga minyak dunia hingga naik mencapai USD 74,36 per barrel. Kenaikkan harga minyak tersebut akibat sanksi ekonomi terhadap Iran. Meski demikian, pemerintah diharapkan tidak terlalu terburu-buru menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi mengatakan dengan kondisi yang ada, kenaikaan sebesar itu tidak akan membebani APBN. "Ini kan hanya efek, dari sanki yang muncul. Saya merasa belum begitu berdampak signifikan," terangnya, kemarin (28/4).

Pada posisi ini, hanya premium dan solar yang harganya ditetapkan oleh Pemerintah. Jika terjadi selisih harga akan menaikkan, loss-nya ditanggung Pertamina. Sementara harga non-subsidi diserahkan pada mekanisme pasar, yang disesuaikan dengan harga minyak dunia.

Dengan demikian, harga BBM non-subsidi bisa saja dinaikkan, namun untuk harga BBM subsidi, menurutnya tidak perlu dinaikkan. "Ya, minimal sampai dengan akhir tahun 2019, seperti janji pemerintah," ungkapnya.

Ditambahkannya, selama harga minyak dunia belum tembus $ 100 per barrel, kondisi keuangan Pertamina masih aman. "Bahkan Pertamina pecah rekor terbesar dalam membayar pajak dan deviden ke kas negara," terangnya.

Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) masih belum berniat untuk menaikkan harga jual BBM (Bahan Bakar Minyak) non subsidi mereka. VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan ada banyak pertimbangan bagi perseroan untuk memilih tidak menaikkan harga BBM-nya.

"Harga BBM tetap sesuai dengan arahan pemerintah. Peran Pertamina untuk menjamin availability, affordability energi," timpal Fahmy.

Sebenarnya, beberapa SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) selain Pertamina telah menaikkan harga jual mereka. Seperti, Shell telah menaikkan harga bensin Super (Ron 92) sejak 5 April dari Rp9.900 per liter menjadi Rp10.350 per liter. Serta Shell V-Power (Ron 95) dari harga Rp10.950 per liter menjadi Rp11.450 per liter.

Begitu pula dengan BP yang telah menaikkan harga jual BBM jenis BP 92 naik dari Rp9.900 per liter menjadi Rp10.350 per liter di Tangerang Selatan. Serta BP 95 naik dari Rp10.950 per liter menjadi Rp11.450 per liter. Sedangkan, harga BBM non subsidi Pertamina tidak mengalami kenaikan harga jual.

Seperti harga jual Pertamax masih Rp9.850 per liter dan Pertamax Turbo senilai Rp11.200 per liter di wilayah Jabodetabek. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerapkan formula harga baru untuk BBM non subsidi. Sejak formula berlaku, pelaku usaha hilir migas mulai menurunkan harga jual mereka sesuai formula tersebut.

Formula itu diatur dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM nomor 19 K/10/MEM/2019 dan berlaku sejak 10 Februari 2019. Dalam kepmen tersebut ditetapkan harga jual dengan batasan margin paling rendah 5 persen dari harga dasar dan paling tinggi 10 persen dari harga dasar.

Seperti diketahui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa pekan terakhir bergerak variatif yang didorong respons investor atas pengumuman kinerja para emiten dan tekanan yang datang dari sentimen global, terutama dari kebijakan perekonomian Amerika Serikat dan dinamika harga minyak dunia.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan investor akan menyoroti dinamika hubungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Iran terkait ekspor minyak, dan juga kisruh politik Trump dengan rivalnya di Partai Demokrat, yang diwarnai desas desus pemakzulan.

"Itu dipandang sebagai risiko dari global, sedangkan katalis lainnya hanya bisa sebagai penopang bagi pasar," ujar Alfiansyah.

Sementara itu, perkembangan terbaru datang dari proses negosiasi damai untuk konflik dagang antara AS dan China. Delegasi pejabat tinggi kedua negara dikabarkan akan mengadakan pertemuan di Beijing, China, pada 30 April 2019, yang selanjutnya disusul rencana kunjungan Presiden China Xi Jinping ke AS.

Di sisi lain, dinamika harga minyak diwarnai dengan upaya AS yang terus menekan ekspor minyak Iran ke angka nol dengan optimisme akan didukung pelaku pasar global. Menurut pemerintah AS, pasokan minyak akan banyak di pasar sehingga memudahkan transisi tersebut dan menjaga harga tetap stabil.

Dinamika ini membawa harga minyak global Brent dan West Texas Intermediate (WTI) naik dan dikhawatirkan bisa menimbulkan tekanan ke defisit transaksi berjalan Indonesia sebagai negara net importir minyak. (din/ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Gerindra Bisa di Dalam, Bisa Juga di Luar Pemerintahan

Gerindra Bisa di Dalam, Bisa Juga di Luar Pemerintahan

Belum ada keputusan apakah Partai Gerindra tetap oposisi atau ikut dalam koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin.


Nyabu bersama Suami, Nunung Ditangkap Polisi

Nyabu bersama Suami, Nunung Ditangkap Polisi

Jumat (19/7) siang menjadi hari yang tak bisa dilupakan oleh Komedian Tri Retno Prayudati alias Nunung.


Tahun Depan, Mandalika Wajib Rampung

Tahun Depan, Mandalika Wajib Rampung

Kementerian Pariwisata menargetkan infrastruktur di empat destinasi wisata super prioritas bisa rampung tahun depan.


Tunjangan Polri Naik 100 Persen, Diimbangi Sanksi Tegas

Tunjangan Polri Naik 100 Persen, Diimbangi Sanksi Tegas

Harapan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar tunjangan kinerja personel Polri naik 100 persen dinilai wajar.


IMEI Tak Terdaftar, Ponsel Bakal Diblokir

IMEI Tak Terdaftar, Ponsel Bakal Diblokir

Peredaran ponsel ilegal (black market) yang umumnya dibanderol lebih murah dari ponsel resmi sebentar lagi tak akan bisa dinikmati masyarakat Indonesia.


Kapolri Harap Tunjangan Kinerja TNI-Polri Naik 100 Persen

Kapolri Harap Tunjangan Kinerja TNI-Polri Naik 100 Persen

Presiden Joko Widodo diharapkan dapat menaikan uang tunjangan kinerja hingga 100 persen untuk para anggota TNI-Polri


Jokowi Minta Kontribusi Tiga Provinsi

Jokowi Minta Kontribusi Tiga Provinsi

Presiden mengharapkan, investasi dan pembangunan di tiga provinsi bisa memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.


Sistem E-Rekap di Pilkada Serentak 2020 Terhalang Infrastruktur

Sistem E-Rekap di Pilkada Serentak 2020 Terhalang Infrastruktur

Transparan dan efisien menjadi desakan publik agar rekapitulasi elektronik (e-rekap) bisa diimplementasikan pada pilkada 2020 mendatang.


Prevalensi Naik, Pemerintah Diminta Buat Peta Kanker

Prevalensi Naik, Pemerintah Diminta Buat Peta Kanker

Indonesia dinilai sudah mengalami darurat kanker.Salah satu alasannya adalah meningkatnya prevalensi kanker.


Begini Cara Cek HP Anda Asli atau BM

Begini Cara Cek HP Anda Asli atau BM

Aturan registrasi IMEI ponsel diharapkan bisa menekan berkembangnya ponsel ilegal lewat jalur black market (BM).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!