Nasional
Share this on:

Hari Ini Disidang, Respon Setnov Cukup Baik

  • Hari Ini Disidang, Respon Setnov Cukup Baik
  • Hari Ini Disidang, Respon Setnov Cukup Baik

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menyiapkan sesuatu yang spesial untuk menghadapi sidang lanjutan Setya Novanto (Setnov) hari ini (20/12). Itu menyusul persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta tersebut hanya pembacaan eksepsi (keberatan) dari pihak terdakwa. ”KPK akan menghadapi hal tersebut (eksepsi, Red),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, kemarin (19/12).

Apalagi, mantan ketua umum Partai Golkar itu kemarin dilaporkan dalam kondisi sehat walafiat. Setnov hanya mengeluh mengeluh sakit batuk pada Senin (18/12). Dokter rumah tahanan (rutan) KPK pun sudah memberikan obat untuk terdakwa dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) tersebut. ”Kalau dilihat dari kondisi tadi (kemarin, Red) yang bersangkutan dalam keadaan sehat,” ujarnya.

Setnov kemarin sempat menjalani pemeriksaan di KPK. Dia diperiksa selama 6 jam sebagai saksi untuk tersangka e-KTP Anang Sugiana Sudihardjo. Nah, dalam proses pemeriksaan itu, Setnov sudah bisa menjawab pertanyaan dengan respon yang cukup baik. Bahkan, suami Deisti Astriani Tagor itu juga bisa menulis seperti biasa. ”Responnya cukup baik,” jelas Febri.

Sebelumnya, Setnov lebih banyak mengeluh sakit ketika diperiksa KPK. Bahkan, di persidangan, Setnov juga mengeluh sakit di hadapan majelis hakim. Padahal, sesuai hasil kajian medis tim dokter RSCM, ketua DPR (nonaktif) itu dalam kondisi fit to be question alias bisa menjalani pemeriksaan dengan kondisi kesehatan normal.

Febri menjelaskan, selain menghadapi persidangan Setnov, pihaknya juga terus melakukan penyidikan e-KTP dengan tersangka Anang secara paralel. Kemarin, pihaknya kembali mengirimkan surat pemanggilan untuk dua anak Setnov, yakni Reza Herwindo dan Dwina Michaella. Penyidik ingin mendalami seputar kepemilikan saham PT Murakabi dan PT Mondialindo Graha Perdana.

Sebagaimana diwartakan, dalam persidangan Andi Agustinus alias Andi Narogong terungkap bahwa Reza Herwindo memiliki saham di PT Mondialindo. Nah, perusahaan itu tercatat sebagai pemilik saham mayoritas di PT Murakabi. Demikian pula dengan Dwina yang memiliki saham di PT Murakabi. Perusahaan keluarga Setnov itu mengikuti lelang proyek e-KTP tahun anggaran 2011-2012.

Febri menerangkan, pemanggilan terhadap Reza dan Dwina selama ini belum mendapat respon. Sebelumnya, surat panggilan KPK disebut tidak sesuai dengan alamat keduanya. Untuk itu, KPK kembali mengirimkan surat itu ke alamat yang sesuai. Dengan begitu, pemeriksaan anak Setnov itu bisa dilakukan pekan ini. ”Jadi agar lebih klir (soal kepemilikan saham, Red),” terangnya.

Apakah pemeriksaan anak Setnov terkait dengan rencana KPK menyeret Setnov dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU)? Febri belum mau banyak berkomentar.

Menurut dia, sejauh ini KPK masih mendalami 3 jenis tindak pidana terkait e-KTP. Yakni, dugaan tipikor, dugaan perbuatan menghalangi perkara korupsi, dan perbuatan keterangan tidak benar. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

112 Orang Terinfeksi Difteri
112 Orang Terinfeksi Difteri

Berita Berikutnya

Setnov Ganti Serang KPK
Setnov Ganti Serang KPK

Berita Sejenis

Kabar Baik, 150 Ribu Guru Honorer Berpeluang Menjadi PPPK

Kabar Baik, 150 Ribu Guru Honorer Berpeluang Menjadi PPPK

Hasil rapat kerja antara Kemendikbud, Kementerian PAN-RB, Kemenkeu, Kemendagri, dengan Komisi X DPR kemarin (12/12) membawa angin segar bagi ratusan ribu guru h


15 Jenazah yang dieksekusi KKSB Akan Dievakuasi Hari Ini

15 Jenazah yang dieksekusi KKSB Akan Dievakuasi Hari Ini

Pasukan gabungan TNI dan Polri terus berusaha masuk wilayah Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua Rabu (5/12).


Polisi Tangkap 44 Orang Papua

Polisi Tangkap 44 Orang Papua

Masyarakat Papua tampaknya masih terkecoh dengan upaya untuk memecah belah dengan merayakan 1 Desember sebagai hari kemerdekaan.


600 Hari Kasus Penyerangan Novel Belum Terungkap

600 Hari Kasus Penyerangan Novel Belum Terungkap

Keluarga besar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hampir putus asa.


Dari Denpasar Seharusnya Tak Boleh Terbang

Dari Denpasar Seharusnya Tak Boleh Terbang

Hari ini (29/11) tepat sebulan kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dioperasikan Lion Air.


Solo-Ngawi Kini Hanya 1,5 Jam

Solo-Ngawi Kini Hanya 1,5 Jam

Rencana menyambung jalan tol Jakarta-Surabaya pada akhir tahun ini semakin dekat.


Tenggelam, Delapan ABK Hilang

Tenggelam, Delapan ABK Hilang

Kapal kargo KM Multi Prima dilaporkan tenggelam pada hari kamis (22/11) sekitar pukul 19.05 WIB.


Nuril Berharap Terima Putusan Kasasi Pekan Ini

Nuril Berharap Terima Putusan Kasasi Pekan Ini

Salinan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap Baiq Nuril Maknun diharapkan keluar pekan ini.


Kasus Baiq Nuril Tanda Negara Tak Baik

Kasus Baiq Nuril Tanda Negara Tak Baik

Sudah jatuh, tertimpa tangga. Itulah pribahasa yang tepat untuk Baiq Nuril.


Kapolri: 1 Juli Bukan Hari Lahir Polri

Kapolri: 1 Juli Bukan Hari Lahir Polri

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan fakta menarik terkait kelahiran Polri.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!