Nasional
Share this on:

Hasil Ahli Forensik, Foto Anas diduga Rekayasa

  • Hasil Ahli Forensik, Foto Anas diduga Rekayasa
  • Hasil Ahli Forensik, Foto Anas diduga Rekayasa

Foto pria yang diduga mirip Azwar Anas dengan penampakan paha (Istimewa)

JAKARTA - Hari ini (8/1), KPU resmi membuka pendaftaran calon peserta Pilkada 2018. Namun, disaat yang bersamaan, kejelasan mengenai status pengganti calon wakil gubernur Jawa Timur koalisi PKB-PDIP Azwar Anas yang mengundurkan diri belum mendapat kepastian.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, pihaknya masih akan mengkaji sejumlah opsi. Berbekal hasil kunjungan utusan partai ke Surabaya, Minggu (6/1), lalu, keputusan diharapkan bisa segera tercapai.

"Di situlah nanti dewan pimpinan pusat PDIP akan mempertimbangkan," ujarnya di sela-sela deklarasi cagub di Kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, kemarin.

Di akuinya, pihaknya memang menjadikan Risma Triharini sebagai salah satu target utama. Hanya saja, Hasto mengaku tidak mudah membujuk yang bersangkutan. Bukan karena menolak perintah partai, namun ada janji dan mimpi yang ingin ditunaikan Risma di Kota Surabaya.

“Rakyat Surabaya begitu mencintai bu Risma, kecuali rakyat Surabaya menginginkan (Risma maju Pilgub),” imbuhnya. Selain nama Risma, Hasto juga menyebut sosok Kanang Kusnadi sebagai salah satu opsi yang dipertimbangkan.

Berbeda dengan pernyataan Minggu lalu, tangan kanan Megawati itu juga menuturkan nama Anas masih bisa ditarik kembali dalam kontestasi. Meski sempat menerima, namun belum ada hitam diatas putih atas persetujuan tersebut.

“Kami masih melihat suasana kebatinan Azwar Anas yang saat ini terus mendapat dukungan dari rakyat. Rakyat Banyuwangi juga berbondong-bondong melihat kinerjanya,” tuturnya.

Apalagi, kata Hasto, ada kemungkinan foto yang disebar adalah hasil rekayasa. Berdasarkan pendapat ahli forensik, foto itu diduga sengaja di desain untuk kepentingan politik. Dalam foto adegan di mobil dan di kamar misalnya, keberadaan wine yang sudah terbuka dinilai janggal.

Diduga, wine tersebut sengaja disematkan untuk menimbulkan kesan sebagai sosok yang nakal. “Sosok yang lahir dari keluarga nahdiyin, masak minum wine? Itu kan makna dari pesan itu, itulah justru menunjukan kesalahan di dalam melajukan rekayasa atas foto itu,” terangnya.

Hasto juga merasa sayang, kinerja Anas yang mentereng selama menjadi Bupati Banyuwangi dirusak begitu saja, hanya karena foto rekasaya. Dengan keberhasilannya menurunkan angka kemiskinan dan peningkatan pendapatan per kapita, semestinya bisa dipromosikan.

Pernyataan senada juga disampaikan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Dwi Hartono. Menurutnya, posisi cawagub Jatim masih sangat cair. Dengan waktu penutupan pendaftaran pada 10 Januari, masih cukup waktu untuk mematangkan.

Bambang menyebut, untuk posisi Jatim, jajarannya tidak kekurangan orang untuk dimajukan. “Semua punya potensi. Kita stok cukup,” ujarnya. (far/zul)

Berita Sebelumnya

Gus Ipul Siap Jika diganti Risma
Gus Ipul Siap Jika diganti Risma

Berita Berikutnya

TKI Rentan Hamil di Luar Nikah
TKI Rentan Hamil di Luar Nikah

Berita Sejenis

TNI Ultimatum KKSB Segera Menyerah

TNI Ultimatum KKSB Segera Menyerah

Upaya petugas gabungan TNI dan Polri mencari lima korban aksi Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) berbuah hasil.


Tak Ada Pemekaran Daerah sampai Pilpres Selesai

Tak Ada Pemekaran Daerah sampai Pilpres Selesai

Sumber daya manusia (SDM) masih menjadi problem daerah-daerah hasil pemekaran.


Hasil Seleksi Administrasi CPNS Ramai-ramai Dikomplain

Hasil Seleksi Administrasi CPNS Ramai-ramai Dikomplain

Pengumuman kelulusan seleksi administrasi rekrutmen CPNS baru diwarnai komplain dari sejumlah peserta. Mereka menganggap sudah mengirim dokumen sesuai persyarat


Masa Tanggap Darurat di Sulteng Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Sulteng Diperpanjang

Hasil rapat koordinasi Gubernur Sulawesi Tengah dengan steakholder terkait kemarin (11/10) memutuskan bahwa masa tanggap darurat diperpanjang.


KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali melakukan eksaminasi terkait hasil investigasi Indonesialeaks.


Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Usai menjalani pemeriksaan di Polres Pasuruan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menerbangkan Wali Kota Pasuruan Setiyono ke Jakarta.


Tutupi Defisit BPJS Jangan Hanya Bergantung Cukai dan Pajak Rokok

Tutupi Defisit BPJS Jangan Hanya Bergantung Cukai dan Pajak Rokok

Pemerintah telah menetapkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebesar Rp1,48 triliun untuk dana talangan BPJS Kesehatan.


Diduga Terima Pungli, Kapolres Kediri Disidang Etik

Diduga Terima Pungli, Kapolres Kediri Disidang Etik

Operasi tangkap tangan (OTT) kepada anggota satuan penyelenggara administrasi SIM Polres Kediri menyeret Kapolres Kediri AKBP ER.


PKS Mulai Ancam Keluar dari Koalisi

PKS Mulai Ancam Keluar dari Koalisi

Hasil pertemuan segi tiga antara Gerindra, PAN, dan PKS belum memastikan posisi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto.


Rektor Unnes Diduga Melakukan Plagiat

Rektor Unnes Diduga Melakukan Plagiat

Kasus kejahatan intelektuan berupa plagiat sedang ditujukan kepada Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Fathur Rokhman.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!