Nasional
Share this on:

Hati-hati Manuver Setnov

  • Hati-hati Manuver Setnov
  • Hati-hati Manuver Setnov

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhati-hati menghadapi manuver Setya Novanto (Setnov) yang berencana membeber nama-nama anggota DPR yang diduga menikmati aliran dana proyek kartu tanda penduduk elektronok (e-KTP). Sebab, tidak tertutup kemungkinan langkah Setnov tersebut merupakan bagian dari strategi politik.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menegaskan, pihaknya sampai saat ini belum mendapat informasi apapun dari Setnov terkait daftar nama politikus yang akan dibeberkan di persidangan tersebut. Artinya, rencana Setnov membuka daftar nama yang tertuang dalam buku catatan pribadi itu masih dipertanyakan.

"Belum ada informasi yang baru dan kuat," ujar Febri, kemarin.

Febri pun mengatakan, sejauh ini Setnov masih berkelit terkait dugaan penerimaan fee e-KTP USD 7,3 juta yang didistribusikan melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan rekannya Made Oka Masagung.

Dengan demikian, rencana mantan ketua DPR itu membeber nama penerima fee e-KTP sangat kontradiktif. "Kita tahu, SN masih berkelit di pengadilan terkait sejumlah perbuatan dan penerimaan (fee e-KTP)," jelas mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut.

Meski demikian, KPK tetap terus memantau perkembangan penuntutan perkara yang diduga merugikan keuangan negara Rp2,3 triliun itu. Lembaga superbodi itu juga akan mempertimbangkan pengajuan justice collaborator (JC) Setnov.

"Dan harus di ingat, syarat JC itu harus memenuhi kriteria, mulai dari mengakui perbuatan dan membuka peran pihak lain selain pelaku utama," imbuh dia.

Sebagaimana diwartakan, di persidangan Senin (22/1) lalu Setnov melakukan manuver dengan menyatakan bahwa akan memberikan daftar nama anggota DPR yang menerima aliran dana e-KTP. Dia mengaku sudah menulis catatan itu dan akan memberikannya ke jaksa penuntut umum (JPU) KPK.

Meski bakal membeber nama anggota DPR, Setnov tetap belum mau mengakui penerimaan uang USD 7,3 juta dan jam tangan Richard Mille seharga USD 135 ribu.

Sementara itu, penasehat hukum Setnov, Firman Wijaya belum mau berkomentar terkait strategi atau manuver kliennya membeberkan nama-nama anggota DPR dan politisi dalam kasus e-KTP. Saat dikonfirmasi, Firman tidak menjawab. (tyo/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Sanksi Ketat Menanti PNS yang Sebar Pengujar Kebencian

Sanksi Ketat Menanti PNS yang Sebar Pengujar Kebencian

ASN, baik PNS maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja kerja (PPPK), sebaiknya berhati-hati dalam mengemukakan opini di media sosial.


Dieksekusi ke Sukamiskin, Waspadai Jika Setnov Ajukan PK

Dieksekusi ke Sukamiskin, Waspadai Jika Setnov Ajukan PK

Mantan ketua DPR Setya Novanto (Setnov) mulai menjalani masa pemidanaan, kemarin (4/5).


Setnov Siap Pindah ke Sukamiskin

Setnov Siap Pindah ke Sukamiskin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengesekusi terpidana kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto (Setnov).


Divonis 15 tahun, Setnov Siapkan Banding

Divonis 15 tahun, Setnov Siapkan Banding

Kubu Setya Novanto (Setnov) sepertinya bakal melakukan perlawanan terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.


KPK Segera Usut TPPU Setnov

KPK Segera Usut TPPU Setnov

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih punya pekerjaan rumah (PR) setelah putusan Setnov dibacakan.


Kaget Melihat Wajah Setnov “Berhijab” Selimut

Kaget Melihat Wajah Setnov “Berhijab” Selimut

Indikasi adanya rekayasa dalam perawatan Setya Novanto (Setnov) di Rumah Sakit Medika Permata Hijau 16 November tahun lalu semakin terang.


Setnov Terancam Dijerat TPPU

Setnov Terancam Dijerat TPPU

Penerapan Undang-Undang (UU) Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Setnov tengah dimatangkan oleh KPK.


”Nyanyian” Setnov Dibantah Oka

”Nyanyian” Setnov Dibantah Oka

Menabrak tiang listrik. Benjolan sebesar bakpao. Menjadi beberapa sandiwara yang menyertai perjalanan Setya Novanto dari buron sampai menjadi terdakwa KPK.


Sebut Sejumlah Nama, Setnov Bantah Terima Jam

Sebut Sejumlah Nama, Setnov Bantah Terima Jam

Sebagian pengunjung sidang di ruang Koesoemah Atmadja kemarin tampak bersemangat setelah mendengar Setya Novanto meminta maaf kepada majelis hakim.


Mantan Ketua DPR Diduga Cuci Uang E-KTP

Mantan Ketua DPR Diduga Cuci Uang E-KTP

Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat tambahan alat bukti untuk membuktikan kesalahan Setya Novanto (Setnov).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!