Nasional
Share this on:

Idrus Bantu Eni Minta Uang dari Kotjo

  • Idrus Bantu Eni Minta Uang dari Kotjo
  • Idrus Bantu Eni Minta Uang dari Kotjo

Idrus Marham.(dok.jawapos)

JAKARTA - Sidang perdana perkara dugaan korupsi pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1 memang hanya untuk Johanes Budisutrisno Kotjo sebagai terdakwa. Namun, sejumlah politisi kembali muncul dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat kemarin siang (4/10). Termasuk di antaranya mantan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) dan mantan Mensos Idrus Marham.

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ronald Ferdinand Worotikan menyampaikan, Kotjo sebagai pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd menyuap tersangka Eni Maulani Saragih dan Idrus demi mendapat lampu hijau untuk terlibat dalam proyek PLTU Mulut Tambang Riau 1.

”Terdakwa telah memberi uang secara bertahap yang seluruhnya berjumlah Rp4.750.000.000,00,” imbuhnya.

Berdasar surat dakwaan itu, Kotjo disebut sudah mengetahui rencana pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1 pada 2015. Sejak saat itu pula, dia mulai mencari investor yang bersedia masuk. ”Dan akhirnya mendapatkan perusahaan asal China. Yakni CHEC Ltd,” ungkap Ferdinand. Dengan perusahaan tersebut, pengusaha berusia 67 tahun itu sudah punya kesepakatan commitment fee.

Tidak tanggung, nilai commitment fee untuk Kotjo apabila proyek PLTU Mulut Tambang Riau 1 berjalan mencapai USD 25 juta. Tentu saja, dia tidak berniat memakan uang sebesar itu sendirian. Kotjo juga berencana memberikannya kepada sejumlah pihak. Termasuk di antaranya Setya Novanto.

”Sebesar 24 persen atau USD 6 juta,” terang Ferdinand. Dalam surat dakwaan yang dia bacakan, Setnov berperan mengenalkan Kotjo kepada Eni.

Selain itu, Setnov pula yang memerintahkan agar Eni membantu Kotjo dengan imbalan fee. Lebih lanjut, Ferdinand menyebutkan, Eni mengenalkan terdakwa kepada Dirut PT PLN Sofyan Basir. Sampai kedua belah pihak sepakat bekerja sama, Eni berperan penting. Meski dalam perjalanan Setnov menjadi tahanan KPK, peran Eni tidak lantas berkurang. Sebab, dia juga mendekat ke Idrus.

Laporan perkembangan proyek PLTU Mulu Tambang Riau 1 pun disampaikan Eni kepada Idrus. ”Agar nantinya Eni Maulani Saragih tetap diperhatikan oleh terdakwa. Karena Idrus Marham merupakan plt ketua umum Golkar pada saat itu,” jelas Ferdinand. Tidak hanya laporan perkembangan proyek, Eni juga turut memberi tahu Idrus soal kesepakatan commitment fee dengan Kotjo.

Bahkan, pada 25 November tahun lalu, Eni dengan sepengetahuan Idrus meminta uang sebesar SGD 400 ribu kepada kotjo. Kemudian pada 15 Desember 2017, Eni dan Idrus menemui Kotjo untuk meminta sejumlah uang. ”Dengan alasan untuk digunakan dalam Munaslub Golkar,” tutur Ferdinand. Dalam kesempatan itu, secara terbuka Idrus juga meminta agar Kotjo membantu penyelenggaraan Munaslub Golkar.

Atas dasar itu, Kotjo lantas memberikan uang Rp 4 miliar kepada Eni secara bertahap. Uang itu, diserahkan melalui sekretaris pribadi Kotjo yang bernama Audrey Ratna Justianty dan Tahta Maharaya. Dengan rincian, Rp2 miliar diserahkan pada 18 Desmber 2017 dan Rp2 miliar lainnya diberikan pada 14 Maret 2018. Tidak cukup sampai di situ, Eni juga sempat meminta Kotjo agar memberikan uang Rp10 miliar untuk kebutuhan pilkada suaminya.

Sebagaimana diketahui, suami Eni adalah Muhammad Al Khadziq yang menang dalam pilkada dan kini mejabat bupati Temanggung. Namun demikian, permintaan Eni terkait hal itu tidak langsung dipenuhi oleh Kotjo. Dalam surat dakwaan yang dibacakan Ferdinand, Kotjo menolak permintaan Eni dengan alasan kondisi keuangan perusahaan yang dia pimpin sedang tidak bagus.

Namun demikian, Eni tidak menyerah. Dia bahkan meminta bantuan Idrus agar Kotjo bersedia memberikan uang untuk kebutuhan pilkada suaminya. ”Idrus Marham kemudian meminta terdakwa memenuhi permintaan Eni Maulani Saragih dengan mengatakan tolong adik saya ini dibantu… buat pilkada,” beber Ferdinand. Permintaan itu terus berlanjut. Hingga Idrus kembali menghubungi Kotjo pada 8 Juni 2018.

Melalui pesan singkat WhatsApp, Idrus mengirim pesan dengan kalimat: Maaf bang, dinda butuh bantuan untuk kemenangan Bang, sangat berharga bantuan Bang Koco…Tks sebelumnya. ”Setelah mendapatkan pesan WhatsApp tersebut, terdakwa memberikan uang sejumlah Rp250 juta kepada Eni Maulani Saragih melalui Tahta Maharya di kantor terdakwa,” terang Ferdinand.

Terakhir, Eni menerima uang dari Kotjo 13 Juli lalu. Dengan jumlah Rp500 juta. Hari itu pula, Eni bersama Kotjo tertangkap tangan oleh KPK. Lembaga antirasuh kemudian memproses hukum keduanya. Kemarin, Eni juga datang ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Namun, dia tidak menyampaikan secara gamblang. Dia hanya mengaku ada uang yang dia terima dari Kotjo. ”Saya sudah sampaikan ke penyidik terkait itu,” imbuhnya.

Eni pun menjelaskan bahwa uang dari Kotjo dia pakai untuk berbagai kebutuhan. ”Tapi, nggak langsung ke pilkada. Memang itu saya yang pakai. Macam-macam. Untuk keperluan organisasi iya, keperluan partai iya, macam-macamlah,” beber dia. Meski demikian, dia memastikan bahwa dirinya akan kooperatif. ”Kalau memang saya pakai untuk keperluan pribadi saya, pasti saya ganti,” tambahnya.

Kecuali uang yang dipakai untuk kebutuhan lain. Termasuk di antaranya partai. ”Entah kegiatan partai atau kegiatan munaslub dan sebagainya. Apa pun ya, saya minta untuk dikembalikan. Jadi, siapa pun yang ikut (memakai uang dari Kotjo) untuk bisa kembalikan,” bebernya. Eni tidak peduli soal tekanan dari partai terhadap dirinya. Yang pasti, dia kembali menegaskan bahwa dirinya bakal kooperatif. (syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Korban Gempa Tiba di Bandara Juanda
Korban Gempa Tiba di Bandara Juanda

Berita Berikutnya

Pasokan Listrik ke RS Sangat Minim
Pasokan Listrik ke RS Sangat Minim

Berita Sejenis

14 Siswa SD di Solo Ditolak Sekolah

14 Siswa SD di Solo Ditolak Sekolah

Pemerintah telah mencanangkan pendidikan 12 tahun. Sayangnya nasib miris datang dari 14 siswa SD di Solo, Jawa Tengah, yang terpaksa harus keluar dari sekolah.


Tol Trans Jawa Mahal, Sopir Truk Minta Diturunkan Separuh

Tol Trans Jawa Mahal, Sopir Truk Minta Diturunkan Separuh

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa tarif tol di Indonesia tergolong murah.


Minta Penganiaya Ditangkap, Pegawai KPK Bikin Pagar Hidup

Minta Penganiaya Ditangkap, Pegawai KPK Bikin Pagar Hidup

Ratusan pegawai komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berduyun-duyun keluar gedung kemarin.


Duet Tommy-Anisha Pandu Debat Capres Kedua

Duet Tommy-Anisha Pandu Debat Capres Kedua

’’Saya bangga dan sangat tersanjung menjadi bagian dari sejarah demokrasi Indonesia.’’


Calon Istri Ahok Sudah Mundur dari Kepolisian

Calon Istri Ahok Sudah Mundur dari Kepolisian

Bripda Puput yang dikabarkan akan menikah dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bukan lagi anggota Polri.


Orang Tua Bripda Puput: Rencana Pernikahan dengan Ahok Belum Ada

Orang Tua Bripda Puput: Rencana Pernikahan dengan Ahok Belum Ada

Mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) dipastikan akan keluar dari tahanan Mako Brimob hari ini.


Abu Bakar Ba’asyir Batal Bebas, Ponpes Ngruki Merasa Di-PHP

Abu Bakar Ba’asyir Batal Bebas, Ponpes Ngruki Merasa Di-PHP

Pembatalan pembebasan Abu Bakar Ba’asyir mendapat reaksi dari keluarga dan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah.


Besok Ahok Bebas, Tidak Ada Pengamanan Khusus

Besok Ahok Bebas, Tidak Ada Pengamanan Khusus

Mantan Guberur DKI Basuki Tjahaja Purnama akan bebas dari Rumah Tahanan Kelapa Dua, Mako Brimob, Depok, Jawa Barat besok (24/1).


Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir dari penjara.


Mundur sebagai Ketum PSSI, Edy Merasa Tak Dihargai

Mundur sebagai Ketum PSSI, Edy Merasa Tak Dihargai

’’Saya mundur dari posisi ketua umum PSSI,’’ ujar Edy Ramayadi dalam pidato pembukaan pada Kongres Tahunan PSSI di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali, kemarin (20/1)



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!