Nasional
Share this on:

Idrus Hari Ini Diperiksa KPK, Besok Giliran Sofyan

  • Idrus Hari Ini Diperiksa KPK, Besok Giliran Sofyan
  • Idrus Hari Ini Diperiksa KPK, Besok Giliran Sofyan

JAKARTA - Guna mendalami kasus dugaan korupsi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang Riau 1, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham dan Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir. Rencananya Idrus serta Sofyan masing-masing diperiksa bergantian hari ini (19/7) dan besok (20/7). Lembaga antirasuah berharap besar keduanya memenuhi panggilan tersebut.

Menurut Wakil Ketua KPK Thony Saut Situmorang, pemeriksaan terhadap Idrus dan Sofyan penting untuk dilakukan lantaran instansinya perlu menanyakan beberapa hal kepada mereka. ”Ada beberapa yang harus diklarifikasi,” imbuhnya.

Dia memang tidak menjelaskan secara terperinci apa saja yang akan diklarifikasi oleh penyidik. Yang pasti seluruhnya terkait dengan proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1.

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah juga menyampaikan bahwa setelah rangkaian penggeledahan yang mereka lakukan sejak Minggu (15/7) instansinya perlu meminta keterangan dari Idrus dan Sofyan terkait proyek pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1.

”Para saksi itu dibutuhkan keterangannya tentang apa yang mereka ketahui terkait perkara yang sedang kami proses,” ungkap pria yang akrab dipanggil Febri itu.

Febri mengungkapkan, KPK memanggil Idurs dan Sofyan sebagai saksi untuk pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Selain Idrus dan Sofyan, beberapa saksi lain juga sudah disiapkan untuk dipanggil oleh lembaga antirasuah.

”Nanti jadwalnya kami informasikan,” ucap dia. Sebagai pembuka dalam tahap pemeriksaan, Idrus maupun Sofyan dinilai perlu dipanggil dan diperiksa lebih dulu oleh KPK.

Sejauh ini, KPK sudah mendapat bukti, data, dan dokumen dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Anggota DPR Eni Maulani Saragih. Disamping itu, sejumlah penggeledahan yang sudah mereka lakukan turut menambah informasi untuk lembaga antirasuah tersebut. Data-data itu bakal terus didalami guna mengungkap kasus yang juga menyeret pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo.

Ketika dikonfirmasi soal panggilan terhadap dirinya, Idrus menegaskan, akan datang untuk diperiksa. Meski sudah ada agenda lain dengan DPR, dia tidak akan mangkir dari panggilan tersebut. ”Saya datanglah. Ada rapat itu di DPR. Tapi saya tetap akan datang,” ujarnya di Kantor Kepresidenan, Bogor kemarin.

Namun demikian, dia enggan banyak bicara saat ditanya soal kasus tersebut. ”Biarlah KPK yang memberikan penilaian,” imbuhnya seraya pergi. (far/syn/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tuntutan Tidak Dituruti, Guru Honorer Mau Mogok Lagi

Tuntutan Tidak Dituruti, Guru Honorer Mau Mogok Lagi

Merasa tuntutannya tidak dituruti pemerintah, mulai hari ini (15/10) guru hunorer kembali menggelar aksi mogok mengajar.


KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

KPK Kaji Lagi Pemeriksaan Internal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal kembali melakukan eksaminasi terkait hasil investigasi Indonesialeaks.


Amien Mengaku Bahagia Diperiksa Penyidik

Amien Mengaku Bahagia Diperiksa Penyidik

Enam jam Amien Rais diperiksa sebagai saksi kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet kemarin.


Datangi Kantor FIN, Ini Wawancara Eksklusif FIN dengan Hashim Sujono Djojohadikusumo

Datangi Kantor FIN, Ini Wawancara Eksklusif FIN dengan Hashim Sujono Djojohadikusumo

Hashim Sujono Djojohadikusumo melakukan kunjungan ke Kantor Fajar Indonesia Network (FIN) di Graha L9 Fajar Group, Se


Harga BBM Naik Lagi

Harga BBM Naik Lagi

Tepat pukul 11.00, Rabu (10/10) hari ini, PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).


Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Honorer K2 Merasa Dipersulit Daftar CPNS Online

Pendaftaran CPNS online melalui website sscn.bkn.go.id ditutup 15 Oktober atau tinggal lima hari lagi.


Besok, Operasi SAR Dihentikan

Besok, Operasi SAR Dihentikan

Pemerintah dan gabungan tim SAR besok (11/10) atau 13 hari pasca gempa dan tsunami yang melanda Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).


Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Wali Kota Pasuruan Diduga Terima Fee Rp230 Juta

Usai menjalani pemeriksaan di Polres Pasuruan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menerbangkan Wali Kota Pasuruan Setiyono ke Jakarta.


Kena OTT, Status Hukum Wali Kota Pasuruan Ditentukan Hari Ini

Kena OTT, Status Hukum Wali Kota Pasuruan Ditentukan Hari Ini

Wali Kota Pasuruan Setiyono kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin pagi (4/10).


Idrus Bantu Eni Minta Uang dari Kotjo

Idrus Bantu Eni Minta Uang dari Kotjo

Sidang perdana perkara dugaan korupsi pembangunan PLTU Mulut Tambang Riau 1 memang hanya untuk Johanes Budisutrisno Kotjo sebagai terdakwa.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!