Nasional
Share this on:

Ini Dua Penyebab Wabah Hepatitis A Meluas di Pacitan

  • Ini Dua Penyebab Wabah Hepatitis A Meluas di Pacitan
  • Ini Dua Penyebab Wabah Hepatitis A Meluas di Pacitan

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 957 orang terdiagonsa mengalami hepatitis A di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur hingga, Minggu (30/6). Namun jumlah tersebut bertambah pada Senin (1/7). Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur, warga yang didiagnosa menderita hepatitis A mencapai 975 orang.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono mengatakan dari jumlah yang didiagnosa, hanya 41 pasien yang dirawat di rumah sakit, sementara sisanya dirawat di rumah. "Dari penyelidikan epidemiologi dinas kesehatan kabupaten dan provinsi diperkirakan kasusnya karena memang hepatitis A yang bisa ditularkan melalui makanan atau kontaminasi air mengandung virus hepatitis A," katanya, Senin (1/7) kemarin.

Penyelidikan yang dilakukan tim kesehatan diduga terdapat dua sumber penularan, yaitu kontaminasi sumber air dan melalui makanan yang diedarkan dari satu desa ke desa lain. "Bisa dari air, ada Sungai Sukorejo yang membelah daerah kejadian hepatitis ini, dan atau penjual makanan yang menurut tradisi diedarkan dari satu desa ke desa lain. Namun ini masih perlu penjelasan lebih lanjut," kata Anung.

Dia menerangkan bahwa saat ini tim masih melakukan penelitian untuk mencari sumber penularan secara pasti. Tim Dinkes dan Kemenkes menemukan masih adanya bakteri e coli dari air Sungai Sukorejo. Meskipun Kabupaten Pacitan telah ditetapkan bebas dari perilaku masyarakat yang BAB di sungai sejak 2017.

Selain itu juga ada dugaan penularan terjadi dari makanan yang dijual oleh penjaja keliling. Saat Ramadhan masyarakat sekitar banyak mengkonsumsi cincau yang dibawa pedagang keliling. Sementara media yang digunakan berupa air yang diduga menggunakan air yang tidak dimasak. Namun dugaan tersebut perlu dilakukan analisis epidemiologi lebih lanjut.

Disebutkan juga, hingga kini tren kasus mulai menurun. Namun Dinkes Jawa Timur memberikan sinyal kewaspadaan pada daerah sekitar seperti Trenggalek dan Ponorogo mewaspadai apabila ada kasus serupa. "Sudah diberikan alert kewaspadaan kalau ada gejala seseorang semacam ini untuk dilakukan upaya-upaya pemeriksaan dan pengamatan berikutnya," kata Anung.

Terpisah Kepala Finkes Jawa Timur Kohar Hari Santoso mengatakan berdasarkan data yang dimiliki, penderita Hepatitis A di Pacitan tersebar di Sudimoro (527 orang), Ngadirojo (176 orang), Sukorejo (82 orang), Tulakan (69 orang), Wonokarto (54 orang), Arjosari (33 orang), Bubakan (25 orang), Tegalombo (lima orang) dan Ketrowonojoyo (empat orang).

"Peningkatannya mulai melandai. Mudah-mudahan betul di lapangan jumlah orang yang sakit hepatitis A di Pacitan tidak semakin bertambah," kata Kohar.

Dinkes, menurut dia, telah menginstruksikan pelaksanaan penelitian epidemiologi terkait penyebaran infeksi virus Hepatitis A, yang mudah menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi virus tersebut. "Kemudian mensosialisasikan ke masyarakat terutama tentang PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), mereka buang air besar, cuci tangan, air minumnya. Kemudian bagaimana makanan tidak terkontaminasi dan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan," kata Kohar.

Dinkes Jawa Timur menargetkan dapat menekan penularan hepatitis A dalam waktu dua pekan ini, dan berusaha maksimal menyembuhkan pasien yang terinfeksi. "Mudah-mudahan dalam kurun dua minggu ini sudah bisa kita selesaikan sambil kami pantau terus. Kami harapkan bahwa tidak ada sama sekali penambahan jumlah pasien," katanya.

Dijelaskan Kohar, penularan Hepatitis A di Pacitan sudah terjadi sejak bulan puasa. Penyakit itu diduga menular melalui makanan yang terkontaminasi virus. "Rupanya ada makanan yang terkontaminasi, tapi setelah itu mulai penyebaran yang lebih luas dari seseorang yang sakit tadi sehingga menyebar," katanya.

Hepatitis A adalah peradangan hati yang terjadi akibat virus Hepatitis A. Gejala Hepatitis A muncul beberapa minggu setelah penderita tertular virus, yakni berupa perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning. Sebelum penyakit kuning muncul, penderita dapat mengalami demam, mual, dan muntah, serta warna urinenya menjadi gelap.

Masa inkubasi atau masa infeksi virus hingga timbulnya gejala penyakit ini mulai 10 hingga 50 hari. Oleh karena itu masih diwaspadai peningkatan kasus pada bulan Juli. Sementara kasus pertama hepatitis A ini dilaporkan pada 28 Mei 2019. Pemerintah Kabupaten Pacitan telah menetapkan merebaknya kasus Hepatitis A tersebut sebagai kejadian luar biasa (KLB). (gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Menteri Baru Belum Dibahas
Menteri Baru Belum Dibahas

Berita Sejenis

UTBK SBMPTN 2020 Tak akan Digelar Tahun Ini

UTBK SBMPTN 2020 Tak akan Digelar Tahun Ini

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengusulkan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk SBMPTN pada 2020 dimajukan menjadi akhir 2019.


Presiden Langgar Undang-Undang, Jika Umumkan Kabinet sebelum Pelantikan

Presiden Langgar Undang-Undang, Jika Umumkan Kabinet sebelum Pelantikan

Wajar jika Presiden Joko Widodo hingga saat ini tutup mulut terkait formasi menteri yang bakal membantunya pada periode 2019-2024.


Ini Alasan Mendikbud tentang Kualitas Pendidikan yang Belum Baik

Ini Alasan Mendikbud tentang Kualitas Pendidikan yang Belum Baik

Selama 10 tahun terakhir alokasi anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN dan tiap tahun jumlahnya meningkat terus.


Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan Dimulai 17 Agustus, Dilarang Membawa Air Zam-Zam

Pemulangan jemaah haji Indonesia akan dimulai pada 17 Agustus mendatang. Kamis (15/8) hari ini, rencananya jemaah haji mulai melakukan penimbangan bagasi.


UU Siber Jangan Tumpang Tindih

UU Siber Jangan Tumpang Tindih

Rancangan Undang-Undang (RUU) Keamanan dan Ketahanan Siber (Kamtansiber) dinilai sangat dibutuhkan. UU ini tidak bisa dianggap sepele.


Kelelahan, Wafat Dalam Terowongan Mina

Kelelahan, Wafat Dalam Terowongan Mina

Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna) memastikan kondisi di tenda jemaah haji Indonesia saat ini aman terkendali.


74 Nama Masuk Radar BPIP

74 Nama Masuk Radar BPIP

Setelah sempat dilakukan pada tahun 2017, kali ini Badan Pembina Idiologi Pancasila (BPIP) akan kembali memberikan apresiasi untuk 74 individu prestasi.


PAN Tak Ingin Kehilangan Kursi Pimpinan MPR

PAN Tak Ingin Kehilangan Kursi Pimpinan MPR

Partai Amanat Nasional (PAN) melemparkan wacana agar pimpinan MPR RI menjadi 10 orang. Ini dilakukan untuk meredakan keributan soal perebutan kursi tersebut.


Struktur Diumumkan Hari Ini, Hasto Siap Jadi Sekjen Lagi

Struktur Diumumkan Hari Ini, Hasto Siap Jadi Sekjen Lagi

Megawati Soekarnoputri telah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP PDIP periode 2019-2024. Sebagai pucuk pimpinan, Megawati menjadi formatur tunggal dalam men


Kemendikbud Akan Evaluasi dan Revitalisasi SMK

Kemendikbud Akan Evaluasi dan Revitalisasi SMK

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mengevaluasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sebab saat ini jumlah SMK sudah melebihi target.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!