Nasional
Share this on:

Jakarta Kota Termacet ke-7 di Dunia

  • Jakarta Kota Termacet ke-7 di Dunia
  • Jakarta Kota Termacet ke-7 di Dunia

JAKARTA - Salah satu perusahaan teknologi yang mengatur lalu lintas, TomTom, merilis Indeks Lalu Lintas 2018 yang menyoroti tingkat kemacetan pada 403 kota di 56 negara. Dalam laporan tersebut disebutkan, kemacetan lalu lintas terus meningkat selama satu dekade terakhir pada hampir 75 persen kota yang disurvei dalam indeks.

Juga ada fakta tingkat kemacetan yang stabil antara 2017 dan 2018. Melasnsir Statista, Selasa (18/6), Mumbai menjadi kota yang memiliki tingkat kemacetan tertinggi, di kota mana pun tahun lalu dan penumpang di sana dapat menghabiskan rata-rata waktu perjalanan ekstra 65 persen, karena terjebak dalam lalu lintas.

Ibukota Kolombia, Bogota, berada di urutan kedua dengan tingkat waktu ekstra perjalanan yang dibutuhkan 63%, sementara Lima di tempat ketiga dengan 58 persen. India kembali masuk di tempat keempat, kali ini New Delhi yang dinobatkan. Sebab, pengemudi di sana membutuhkan 58 persen waktu lebih banyak di perjalanan.

Sementara Ibu kota Jakarta, termasuk dalam nominasi kota dengan tingkat kemacetan tertinggi, yang mana berada di urutan ke-7, setelah Istanbul, dengan tingkat waktu ekstra perjalanan yang dibutuhkan sebesar 53 persen.

Di sisi lain, Moskow menjadi kota yang memimpin Benua Eropa dalam kemacetan lalu lintas dan pengemudi yang sedang berkendara di Rusia dapat mengharapkan 57% tambahan waktu perjalanan macet di kemacetan. Sedangkan, di Amerika Serikat, Los Angeles memiliki tingkat kemacetan terburuk tetapi mereka masih jauh lebih sedikit daripada kota-kota dalam infografis ini yaitu 41 persen.

Satu-satunya sisi kemacetan yang benar-benar positif adalah hal itu merupakan indikator ekonomi yang kuat. Namun, hal tersebut juga tentu saja datang dengan dampak lingkungan yang mengerikan sebagai tambahan biaya dari waktu para komuter yang terbuang.

Wakil Direktur TomTom untuk Informasi Lalu Lintas Ralf-Peter Schfer mengatakan, pihaknya tengah bekerja menuju masa depan di mana kendaraan listrik tengah dikembangkan, sehingga masa depan kita benar-benar bebas dari kemacetan dan emisi.

"Kita memiliki teknologi untuk mewujudkan masa depan ini, tetapi itu membutuhkan upaya kolaboratif. Dari otoritas jalan, ke pemerintah, pembuat mobil hingga pengemudi mobil, kita semua memiliki peran untuk dimainkan," katanya. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Cuaca Panas Tewaskan 101 Orang di Tokyo

Cuaca Panas Tewaskan 101 Orang di Tokyo

101 orang meninggal dunia dan pulahan lainnya masih dalam perwatan rumah sakit, akibat cuaca panas yang melanda Tokyo, Jepang, sejak 1 Juli hingga 19 Agustus la


30 Kabupaten Kota Dapat Potongan Tagihan Listrik

30 Kabupaten Kota Dapat Potongan Tagihan Listrik

PT PLN (Persero) menyatakan, akan memberikan kompensasi bagi pelanggan yang terkena pemadaman listrik 'berjamaah' pada Minggu (4/8) dan Senin (5/8) lalu.


Di Pilkada 2020, Politik Uang Masih Jadi Ancaman

Di Pilkada 2020, Politik Uang Masih Jadi Ancaman

Penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 mendatang tak seluruhnya diikuti provinsi dan kabupaten/kota.


Ganjil Genap Bukan Solusi Atasi Kemacetan dan Polusi

Ganjil Genap Bukan Solusi Atasi Kemacetan dan Polusi

Kebijakan perluasan area plat nomor kendaraan ganjil genap bukan solusi mengurangi kemacetan dan polusi di Jakarta.


Empat Ibu Kota Negara Pernah Terapkan Ganjil Genap

Empat Ibu Kota Negara Pernah Terapkan Ganjil Genap

Pemerintah DKI Jakarta, pada Kamis pekan lalu (1/8) mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019.


Pemindahan Ibu Kota Jangan Kuras APBN

Pemindahan Ibu Kota Jangan Kuras APBN

Pemerintah berharap investasi pembangunan fasilitas dan infastruktur sekira Rp480 triliun tidak dibebankan pada APBN secara keseluruhan.


Dunia Mulai Terancam Krisis Air

Dunia Mulai Terancam Krisis Air

Seperempat populasi dunia di 17 negara kini hidup di wilayah dengan persedian air yang tak sebanding dengan kebutuhan warganya.


Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

PT PLN Persero menggandeng Bareskrim Polri untuk menginvestigasi gangguan yang menyebabkan mati listrik massal alias blackout di Jakarta, Banten, Jawa Barat, da


Gempa 6,9 Banten, 5 Orang Meninggal

Gempa 6,9 Banten, 5 Orang Meninggal

Gempa berkekuatan 6,9 skala richter (SR) yang terjadi di Banten, pada Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB, lalu menyebabkan lima orang meninggal dunia.


Gempa Tektonik Goyang Jawa-Sumatera, Tangkupan Perahu Berstatus Waspada

Gempa Tektonik Goyang Jawa-Sumatera, Tangkupan Perahu Berstatus Waspada

Gempa tekntonik getarkan Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu. Gempa dari titik Samudera Hindia Selatan Jawa ini berkekuatan magnitudo 7,4 terjadi



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!