Nasional
Share this on:

Jalur Kereta Ngawi Belum Normal

  • Jalur Kereta Ngawi Belum Normal
  • Jalur Kereta Ngawi Belum Normal

JAKARTA - Petak Kedungbanteng-Walikukun, Ngawi, masih belum normal pasca kecelakaan Kereta Api Sancaka dengan truk Jumat lalu (6/4). Perjalanan kereta api harus tersendat dan memerlukan antre untuk setiap keberangkatan.

Kereta api yang melewati petak Kedungbanteng-Walikukun harus memelankan lajunya. Tidak boleh lebih dari 5 km/jam. Hal itulah yang menyebabkan pengaturan jadwal kereta. ”Kami mohon maaf atas keterlambatan tersebut,” ujar VP Public Relations PT KAI Agus Komarudin.

Lokomotif Kereta Api Sancaka memang sudah dievakuasi sejak Sabtu malam (7/4) pukul 21.30. Setelah lokomotif berhasil disingkirkan dari rel, petugas lantas memperbaiki jalur. ”Perbaikan jalur selesai pada 22.40 dan langsung uji coba jalur dengan crane untuk memastikan kondisi jalur,” beber Agus, kemarin.

Setelah dipastikan bisa dilalui dengan aman, Kereta Malioboro Ekspres dijajal untuk lewat. Pukul 01.19 menjadi saat yang menegangkan karena petak tersebut dilewati kereta. Perjalanan kereta tersebut bisa dibilang aman. Sehingga membuat PT KAI semakin yakin untuk memberangkatkan kereta selanjutnya.

“Secara bergantian kereta api dari arah barat maupun timur melewati jalur tersebut,”tuturnya.

Kemarin pagi kereta yang lewat boleh melaju dengan kecepatan 10 km/jam. Namun dari hasil evaluasi kecepatan diturunkan menjadi 5 km/jam pada kemarin sore pukul 18.00. ”Mudah-mudahan bisa secara bertahap berangsur normal,” kata Agus.

Agus belum berani memastikan apakah hari ini jalur tersebut bisa dilalui dengan kecepatan normal. ”Kami pastikan kondisi aman terlebih dahulu dan akan kami pantau setiap waktu,” tuturnya.

Dari kecelakaan ini setidakny ada 15 kereta dari barat dan 16 kereta dari timur yang terganggu aktivitasnya. Agus belum mendapatkan laporan apakah ada penumpukan penumpang akibat antrean kereta ini.

”Kalau ada keterlambatan, sekali lagi kami ucapkan permohonan maaf,” imbuhnya.

Sebelumnya Kereta Api Sancaka jurusan Jogjakarta-Surabaya mengalami kecelakaan dengantruk di perlintasan liar. Akibat kecelakaan itu, Masinis Mustofa meninggal dunia di lokasi kejadian. (lyn/jpg)

Berita Sebelumnya

TNI Masih Jaga Distrik Tembagapura
TNI Masih Jaga Distrik Tembagapura

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kesepakatan Belum Mengikat

Kesepakatan Belum Mengikat

Kementerian BUMN memastikan transaksi jual beli 51 persen saham divestasi PT Freeport Indonesia (PTFI) bakal selesai pada September 2018.


Polisi Terus Buru Perakit Bom Bangil

Polisi Terus Buru Perakit Bom Bangil

Terduga teroris Bangil, Kabupaten Bangil, Anwari alias Abdullah belum juga tertangkap.


Koordinasi Aturan Transportasi Belum Maksimal

Koordinasi Aturan Transportasi Belum Maksimal

Pasca kecelakaan kapal dalam sebulan terakhir, Kementerian Perhubungan memberikan perhatian lebih pada dunia pelayaran.


Wow... Ada Dugaan Permainan “Garansi” di Kasus Setnov

Wow... Ada Dugaan Permainan “Garansi” di Kasus Setnov

Janji Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) Setya Novanto (Setnov) belum terwujud sampai sekarang.


KPU Belum Putuskan Pilkada Ulang

KPU Belum Putuskan Pilkada Ulang

KPU mengeklaim persoalan dugaan kecuragaan di Pilwalkot Makassar sudah selesai.


Pencarian Nihil, Kemenhub Datangkan Rohaniwan

Pencarian Nihil, Kemenhub Datangkan Rohaniwan

Pencarian korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba belum menggembirakan.


Pelamar CPNS 2018 Diprediksi Tembus 10 Juta

Pelamar CPNS 2018 Diprediksi Tembus 10 Juta

Tahun ini pemerintah berencana kembali membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) baru. Tapi hingga saat ini jadwal dan formasinya belum dilansir.


Kapal Equanimity Disita Ulang

Kapal Equanimity Disita Ulang

Bareskrim masih belum menyerah terkait kasus penyitaan kapal Equanimity senilai USD 250 juta.


Bangku Kereta Habis, Tiket Bus Bisa Dibeli Online

Bangku Kereta Habis, Tiket Bus Bisa Dibeli Online

Pemerintah berhasil menstabilkan harga kebutuhan pokok sejauh ini.


Solusi Pengangkatan Honorer Belum Jelas

Solusi Pengangkatan Honorer Belum Jelas

Untuk kesekian kalinya, pembahasan revisi Undang-Undang 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) diperpanjang, kemarin.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!