Nasional
Share this on:

Jangan Hujat Prabowo

  • Jangan Hujat Prabowo
  • Jangan Hujat Prabowo

JAKARTA - Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, mampu meredam iklim politik yang memanas pascapilpres. Sayangnya, pertemuan tersebut menyisakan penyesalan mendalam dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan berencana menggagas kembali Ijtima Ulama IV, sebagai bentuk penegasan arah politik.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menegaskan, garis besar pertemuan tersebut menunjukan jiwa besar. Jiwa besar untuk kemaslahatan bangsa. Jangan didramatisir. Jangan diartikan yang aneh-aneh. Pertemuan ini kan hal lumrah. Minimal pertemuan ini, menurunkan tensi panas, irisan yang ada. Ini karakter bangsa, timpal Arief kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (14/7)

Menurut Arief, munculnya kekecewaan di sejumlah pihak, khsusnya pendukung, hal itu hal yang lumrah. Pertemuan itu monumental. Ada yang kecewa ya wajar. Dan kalau PA 212 mau bikin Ijtima Ulama itu sah-sah saja. Saya pribadi mohon maaf lahir batin. Jangan lagi menguhat Pak Prabowo! tandasnya.

Pada bagian lain, Arief juga menegaskan, jika hasrat PA 212 tidak tersalurkan dengan sikap Ketua Umum Partai Gerindra, ada baiknya mengambil langkah yang elegan. Caranya ya sederhana. Buat saja partai. Agar hasrat politiknya tersalurkan. Bangsa yang besar itu, mau menerima perbedaan, dan perbedaan itu yang menyatukan kita sebagai anak bangsa! timpal mantan aktivis 98 itu.

Terpisah, tokoh NU, KH Maimoen Zubair memberikan apresiasi atas pertemuan itu. Fisiknya sudah bertemu. Harapannya lahir batinnya juga bersatu. Bersatu untuk kepentingan bangsa. Keduanya merupakan anak bangsa. Saya yakin, hatinya pun demikian. Yang terjadi merupakan pembelajaran bagi semua, singkat pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al-Anwar, Karangmangu, Sarang Rembang, Jawa Tengah itu.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PAN Saleh Partaonan Daulay angkat bicara soal pertemuan tersebut. Seharusnya Prabowo Subianto mengundang para pendukung untuk dimintai pendapat sebelum bertemu Presiden terpilih Joko Widodo.

"Semestinya, begitu. Sebelum bertemu Jokowi, Prabowo mengundang terlebih dahulu para pendukungnya. Mulai dari tokoh parpol sampai pada simpul-simpul masyarakat yang ada," kata Saleh.

Menurut dia, elemen pendukung Prabowo sangat banyak dan tersebar di seluruh Indonesia, termasuk emak-emak yang selama ini setia mendukung Prabowo-Sandi. Dia mengingatkan bahwa para elemen pendukung Prabowo-Sandi tidak hanya sekadar memberikan suara pada Pilpres 2019, namun rela berkorban waktu, logistik dan finansial. "Selain itu, Prabowo juga secara khusus perlu bicara dengan tokoh-tokoh agama yang mendukungnya selama ini," ujarnya.

Menurut dia, fakta bahwa kehadiran para tokoh agama di barisan pendukung Prabowo-Sandi sangat besar pengaruhnya dalam mendulang suara pasangan tersebut di Pilpres 2019. Bahkan, menurut dia, mereka juga mengadakan beberapa kali ijtima ulama untuk membela dan mendukung Prabowo-Sandi.

"Tentu sangat tidak baik jika mereka ditinggalkan begitu saja, ajaklah mereka bicara dan dengar apa kata mereka. Kenapa ketika pilpres yang begitu ketat, Prabowo selalu datang dan mendengar mereka, lalu setelah selesai begini kok malah seakan pergi tanpa pesan?," katanya.

Saleh bahkan khawatir partai politik yang pernah bergabung dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur, belum diajak bicara sebelum Prabowo bertemu Jokowi. Alasannya, menurut dia, bisa jadi karena Koalisi Indonesia Adil Makmur sudah dibubarkan sebelumnya. Karena itu dirinya mempersilahkan masyarakat yang menilai.

"Tetapi atas semua itu, pertemuan tersebut tetap perlu diapresiasi, semoga saja bisa membawa keteduhan. Semoga saja Prabowo akan mengajak dan mendengar mereka-mereka yang selama ini ikhlas mendukungnya," katanya.

Belum lunaknya pendukung Prabowo juga terlihat dari sikap dan pernyataan yang ditujukan PA 212. Melalui Juru bicaranya Novel Bamukmin, menegaskan jika pihaknya menilai sikap Prabowo tidak didasari oleh komunikasi dengan para alim ulama. Prabowo telah berjalan dengan sikapnya sendiri. Maka Agustus nanti kami gelar Ijtima Ulama. Tunggu saja, timpalnya.

Bahasan utama Ijtima Ulama nanti, tidak terlepas darl masalah status HRS."Begini ya, semua akan ditentukan dalam hasil putusan ijtima ulama keempat, tandasnya. Selain menolak rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, PA 212 juga mengaku sudah tak pernah berkomunikasi dengan Prabowo sejak putusan sengketa Pemilihan Presiden oleh Mahkamah Konstitusi 28 Juni 2019. "Mungkin Prabowo lebih mendengar masukan dari orang-orang sekitarnya yang jadi pengkhianat," kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin.

Ditambahkannya, PA 212 juga akan membahas tentang kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif yang menurut mereka terjadi dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Mereka juga akan membahas tewasnya sejumlah orang dalam kerusuhan 22 Mei. Serta kriminalisasi ulama, tokoh dan aktivis, ujar Novel.

Lalu siapa sebenaranya toko penting atau mediator pertemuan tersebut, Menteri Perhubungan yang juga orang kepercayaan Jokowi Budi Karya Sumadi (BKS) mengatakan, ada beberapa sosok yang berperan dibalik terwujudnya pertemuan kedua tokoh. Bahkan, beberapa di antaranya hadir mendampingi pertemuan tersebut.

Ya ada Pak Pram (Pramono Anung), ada Pak BG (Budi Gunawan), Pak Edhy Prabowo, ujarnya di FX Sudirman. BKS menyebut sosok-sosok itu yang selama ini menjembatani komunikasi antar dua kubu. Namun dia enggan membeberkan detailnya.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengakui, komunikasi antar dirinya dan koleganya di TKN dengan kubu prabowo terus terjalin. Menurutnya, rencana pertemuan sudah dibahas sejak lama. Namun karena berbagai kesibukan dan lain hal, baru bisa direalisasikan kemarin.

Pram menambahkan, peran Budi Gunawan dalam membantu komunikasi juga cukup intens. Namun, dia enggan membeberkan kronologis secara detailnya. Pak Budi Gunawan ini kan Kepala BIN. Tentunya bekerja tanpa ada suara. Selain itu, ada sosok Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang tidak bisa terpisahkan dalam mempertemukan keduanya, kata politisi senior PDIP itu.

JK yang mengusulkan, pertemuan tesebut tidak perlu formal dan tidak membahas politik. Tentu kita berterima kasih kepada seluruh tokoh, yang telah mempertemukan. Ini demi bangsa, jangan diartikan yang lain, pungkasnya. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

PA 212 tak Lagi Bersama Prabowo
PA 212 tak Lagi Bersama Prabowo

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Naik Rp4,47 Triliun, Dana BOS Jangan untuk Bayar Honorer

Naik Rp4,47 Triliun, Dana BOS Jangan untuk Bayar Honorer

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy meminta dana bantuan operasional sekolah (BOS) tidak lagi digunakan untuk membayar gaji guru hono


Jokowi: Jangan Apa-apa Dicap Antek Asing

Jokowi: Jangan Apa-apa Dicap Antek Asing

Sikap alergi yang didasari apatisme, akan sulit menerima hal baru, terlebih hal-hal yang bersifat terobosan dalam membangun bangsa.


Ketua PBNU Desak Tindak Tegas Kelompok Radikal

Ketua PBNU Desak Tindak Tegas Kelompok Radikal

Pemerintah diminta lebih tegas dalam menindak kelompok-kelompok radikal. Jangan sampai paham tersebut dibiarkan berkembang.


Hambat Revisi UU KPK, Presiden Jangan Kelurkan Surpres

Hambat Revisi UU KPK, Presiden Jangan Kelurkan Surpres

Kekuatan DPR bisa tak berfungsi, jika Presiden Joko Widodo tegas menolak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan tidak mengeluarkan surat pr


Cina-Amerika Sudah Mulai Terapkan Tarif Baru, Indonesia Jangan Diam

Cina-Amerika Sudah Mulai Terapkan Tarif Baru, Indonesia Jangan Diam

Perang dagang Amerika Serikat dan Cina makin sengit. Kedua negara ini mulai menerapkan tarif-tarif tambahan terhadap komoditas masing-masing.


Prabowo Titip Pesan

Prabowo Titip Pesan

Prabowo Subianto menyampaikan pesan agar semua kekuatan politik membantu Presiden Joko Widodo meyakinkan masyarakat Papua.


Ormas Jangan Jadi Racun Demokrasi

Ormas Jangan Jadi Racun Demokrasi

Organisasi Masyarakat (Ormas) harus menjadi instrumen Pembangun Bangsa. Dan jangan dijadikan sebagai racun demokrasi yang bisa merusak peradaban bangsa.


DPR Baru Jangan Terjebak Korupsi

DPR Baru Jangan Terjebak Korupsi

Pada Oktober mendatang, Parlemen Senayan akan diisi wajah-wajah baru. Ada 560 lebih anggoar DPR RI periode 2019-2024 akan beraktivitas di sana.


Kesalahan Pemilu 2019 Jangan Terulang

Kesalahan Pemilu 2019 Jangan Terulang

Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) memiliki catatan terhadap Pemilu 2019. Evaluasi perlu dilakukan.


Jangan Lagi Impor Garam

Jangan Lagi Impor Garam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap impor garam ditekan. Terlebih kualitas garam lokal ternyata lebih baik dibandingkan garam impor.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!