Nasional
Share this on:

Jawa Barat Jadi Basis Massa Terbesar Kelompok Teroris JI

  • Jawa Barat Jadi Basis Massa Terbesar Kelompok Teroris JI
  • Jawa Barat Jadi Basis Massa Terbesar Kelompok Teroris JI

**JAKARTA ** - Kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) memiliki jaringan massa yang besar di Jawa. Dan yang terbesar massanya berada di wilayah Jawa Barat.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan JI tengah membangun kekuatan di sejumlah wilayah Nusantara. Dalam membangun jaringan, JI lebih mengandalkan kualitas orang yang direkrutnya. Tak heran bila JI mampu menggaji Rp10-15 juta per bulan bagi pejabat strukturalnya.

"Kekuatan ekonomi yang mumpuni sehingga mampu merekrut orang-orang berkualitas," kata Dedi di Mabes Polri, Selasa (16/7) kemarin.

Dengan memiliki orang-orang berkualitas didukung kekuatan finansial, kelompok ini dengan mudah membangun dan menyebarkan pemahaman JI di Indonesia. Tak heran bila kelompok JI saat ini sudah semakin kuat, semakin berkembang dan modern di hampir semua wilayah tanah air.

"Untuk wilayah paling besar massanya ada di Jawa Barat. Lalu terbesar kedua ada di Jawa Tengah, dan selanjutnya di Jawa Timur. Selain itu, di wilayah Sumatera, lalu Kalimantan hanya saja di dua wilayah ini tidak banyak, termasuk di Sulawesi juga tidak banyak. Dan mereka juga bisa menembus hingga ke Papua Barat," ungkap Dedi.

Dalam mengembangkan jaringan, kelompok JI tetap menggunakan pola khas yang menjadi senjata utamanya, yakni melalui pengajian-pengajian atau kajian. Dari situ mereka menyebarkan pahamnya. Mereka menganggap pahamnya yang paling benar.

"Untuk pola kelompok-kelompok ini tetap masih sama dengan yang lain, seperti JAD dengan pola pendekatan lewat pengajian untuk menyebarkan pahamnya itu," ujar Jenderal bintang satu ini.

Selain itu, lanjut Dedi, JI juga menggunakan media massa yang dimilikinya untuk menyebarkan propaganda-propaganda di tengah masyarakat dalam rangka membentuk opini tentang kelompok tersebut. Dan juga pendekatan terhadap tokoh agama dan masyarakat.

"Kedua pola ini mereka lakukan sebagai cara untuk melakukan metamorfosa, dan mempersiapkan kekuatan secara rahasia silent teror. Kemudian, selain silent teror mereka siapkan management chaos ya managemen chaos ini dilihat dari dinamika masyarakat, seperti ketika ada demo," urainya.

"Selanjutnya, mereka juga bisa melakukakan upaya serangan secara silent dan chaos, kemudian melakukan strategi berikutnya berupa, melakukakan polarisasi umat, serta sampai pembentukan daulah-daulah di berbagai wilayah yang mereka kuasai," sambungnya.

Dedi menambahkan, terkait cara kerja melakukan aksi teror, kelompok JI sangat beda dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). JI justru tidak terlalu mengekspolitasi seperti JAD dengan aksi penyerangan dan teror.

"Mereka lebih soft dan silent dalam aksi-aksinya, tidak terlalu mengekspolitasi seperti JAD. Dan untuk perekturan anggotanya juga mereka cukup efektif demi penguatan organisasi mereka, karena mereka merekrut bukan secara kuantitas tetapi kualitas yang jauh lebih dibutuhkan," imbuhnya.

"Oleh sebab itu, hingga kini tim Densus 88 pun masih mendalami dan mengembangkan kelompok JI guna menangkap seluruh pelaku di dalamnya. Adapun sampai saat ini sudah ada lebih dari 10 tersangka dari kelompok teroris JI yang sudah ditangkap," pungkasnya.

Untuk diketahui, Tim Densus 88 Anti teror Mabes Polri telah menangkap para terduga teroris dari kelompok JI. Bahkan pimpinan tertinggi JI berhasil diamankan di wilayah Bekasi, Jawa Barat, yaitu Para Wijayanto.

Berkembangan kelompok JI, menurut pengamat terorisme Al-Chaidar karena kekuatan ekonomi. Dengan kekuatan ekonimi yang dibangun lewat bisnis-bisnis di berbagai bidang, baik perkebunan sawit, perhotelan, hingga pabrik obat herbal menjadikan kelompok ini mempunyai basis massa yang kuat.

"Bisnis-bisnis kelompok ini sudah dibangun cukup lama, sejak 2007 lalu. Dan hingga kini, sangat berkembang pesat. Seperti perhotelan yang ada di sejumlah objek wisata, maupun pabrik obat herbal yang sekarang ini lagi maju-majunya," kata Al-Chaidar.

Dengan demikian, diakui Al-Chaidar, dengan kekuatan ekonomi yang dimilikinya tentu mendorong kelompok ini semakin berkembang pesat di Indonesia, demi tujuannya membangun negara Islam yang dicita-citakan kelompok tersebut. (mhf/gw/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Struktur Diumumkan Hari Ini, Hasto Siap Jadi Sekjen Lagi

Struktur Diumumkan Hari Ini, Hasto Siap Jadi Sekjen Lagi

Megawati Soekarnoputri telah resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum DPP PDIP periode 2019-2024. Sebagai pucuk pimpinan, Megawati menjadi formatur tunggal dalam men


Puncak Haji Dibagi Empat Rute

Puncak Haji Dibagi Empat Rute

Seluruh jemaah haji sudah berada di Tanah Suci. Dari data Siskohat Kemenag totalnya mencapai 212.732 orang, yang tergabung dalam 529 kelompok terbang (kloter).


Polisi Endus Penghimpunan Dana Teroris lewat LSM

Polisi Endus Penghimpunan Dana Teroris lewat LSM

Berbagai cara dilakukan kelompok teroris dalam menghimpun dana untuk melancarkan aksi. Salah satunya dengan berklamufase menjadi lembaga swadaya masyarakat (LSM


Aklamasi, Megawati Jadi Ketua Umum PDIP Lagi

Aklamasi, Megawati Jadi Ketua Umum PDIP Lagi

Megawati Soekarnoputri tetap menjadi Ketua Umum DPP PDIP. Struktur partai berlambang banteng moncong putih di daerah solid meminta Megawati bersedia menjadi ket


Asing Diperlukan, tapi Tak Harus Jadi Rektor atau Dosen

Asing Diperlukan, tapi Tak Harus Jadi Rektor atau Dosen

Kehadiran profesor, dosen, atau peneliti asing di sebuh perguruan tinggi memang diperlukan. Tapi tidak harus jadi dosen apalagi menjabat rektor.


Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

PT PLN Persero menggandeng Bareskrim Polri untuk menginvestigasi gangguan yang menyebabkan mati listrik massal alias blackout di Jakarta, Banten, Jawa Barat, da


MRT Rugi Rp507 Juta saat Listrik Padam

MRT Rugi Rp507 Juta saat Listrik Padam

Padamnya aliran listrik di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, Minggu (4/8), berdampak kerugian pada sejumlah perusahaan.


Bukan Ulah Teroris, Dugaan Sementara Akibat Pohon Sengon

Bukan Ulah Teroris, Dugaan Sementara Akibat Pohon Sengon

Mabes Polri menyampaikan terkait penyebab pemadaman listrik secara serentak di Jabodetabek, Banten, dan Jawa Barat pada Minggu (4/8) akibat gangguan pohon baru


Jalur Pantai Selatan Kembali Dilanjutkan

Jalur Pantai Selatan Kembali Dilanjutkan

Kementerian PUPR terus meningkatkan kemantapan jalan Pantai Selatan (Pansela) Jawa sepanjang 1.405 km.


Listrik Mati Tanggung Jawab Menteri BUMN

Listrik Mati Tanggung Jawab Menteri BUMN

Listrik di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten mengalami padam massal pada Minggu (4/5).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!