Nasional
Share this on:

Jelang Sidang, Ketua MK Pastikan Tidak Ada Intervensi

  • Jelang Sidang, Ketua MK Pastikan Tidak Ada Intervensi
  • Jelang Sidang, Ketua MK Pastikan Tidak Ada Intervensi

Foto: jawa pos

JAKARTA - Tinggal hitungan hari, sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) segera dimulai di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MK). Pada sidang yang dihelat, Jumat (14/6) depan, akan hadir para pihak, yaitu termohon KPU, pemohon dari Paslon 02, dan tentu pihak terkait dari Paslon 01.

Ketua Mahkamah Konstitusi, Anwar Usman menegaskan lembaga yang dipimpimnya tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun. "Independensi itu adalah hal yang tak bisa ditawar, siapa pun yang mau intervensi, ya mungkin ada yang dengan berbagai cara ya, baik moril dan sebagainya," katanya.

Dia menegaskan segala cara intervensi tidak akan membuat MK tunduk, pasalnya MK hanya tunduk pada Konsitusi. "Jadi itu tidak akan ada artinya bagi kami. Kami hanya tunduk kepada konstitusi dan hanya takut kepada Allah SWT," ujarnya.

Bagi publik, sidang PHPU menjadi bentuk representasi ketaatan hukum sebagai pengambil keputusan. Menurut Dosen komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing mengatakan, sebaiknya baik KPU dan Paslon 02 bisa menghargai lembaga terhormat ini dengan menghadiri persidangan tanpa diwakilkan.

"Karena itu, saya menyarankan, dari termohon, KPU, dihadiri semua (7) komisioner. Dari pemohon, dihadiri Paslon 02, Prabowo Sandi. Dari pihak terkait dihadiri Paslon 01, Jokowi - Ma'ruf," katanya, Senin (10/6).

Paslon 01, Jokowi - Ma'ruf dan Paslon, 02 Prabowo - Sandi, kata Emrus, di mata publik adalah tokoh bangsa ini. "Mereka politisi negarawan. Oleh karena itu, sebagai negarawan, dua Paslon ini sejatinya menyediakan waktu menghadiri, minimal pada sidang perdana PHPU di MK," paparnya.

Menurutnya bila kedua paslon ini benar-benar hadir, ada dua hal positif bagi negeri ini yang bisa dipetik. Pertama,mampu menurunkan suhu politik. "Terbayang oleh saya, tentu sebelum persidangan formal dimulai, kedua Paslon sudah hadir lebih awal di ruang sidang. Mereka saling menyapa, berjabat tangan, berpeluk hangat, memberi senyum, dan sesekali melontarkan candaan negarawan yang disertai lepas tawa dengan gaya khas masing-masing," jelasnya.

Saat itu pula, Ketua MK, Anwar Usman, turun dari kursi pimpinaan sidang menemui mereka untuk menyapa, menyalam dan memeluk kedua Capres serta kedua Cawapres, sembari mengucapkan selamat datang di rumah mahkamah konstitusi.

"Anwar Usman berdiri di antara Jokowi dan Parbowo. Saat itu, mereka berbincang ringan, lucu dan menarik, yang sama sekali tidak terkait dengan perselisihan hasil pemilu. Indahnya demokrasi, Ini bisa menjadi embrio lahirnya model Demokrasi ke-Indonesia-an kita ke depan," ujar Emrus.

Setting pertemuan semacam ini, kata Emrus lebih natural daripada melalui mediasi yang dijejeki oleh seorang tokoh. Apalagi tokoh tersebut sama sekali tidak setaradengan posisi sebagai Paslon Pilpres. Sebagai seorang komunikolog Indonesia, pihaknya berpendapat bahwa pertemuan dalam setting natural jauh lebih efektif daripada pertemuan rekayasa (dirancang) oleh pihak ketiga.

Sebagai lambang non-verbal, peristiwa ini sangat mengandung nilai berita bagi media massa untuk diberitakan secara luas, karena pertemuan para elit puncak politik tersebut dari kedua kubu kekuatan politik yang sempat diwarnai persaingan yang menghangat dalam kampanye dan pasca pemungutan suara Pilpres 2019. (lan/fin/tgr/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tahun Depan Ada 270 Pilkada Serentak

Tahun Depan Ada 270 Pilkada Serentak

Pilkada serentak akan digelar 2020 mendatang. Partai politik (parpol) diminta menyiapkan dan mengajukan calon terbaiknya.


Bamsoet Maju sebagai Kandidat, Bursa Caketum Golkar Menghangat

Bamsoet Maju sebagai Kandidat, Bursa Caketum Golkar Menghangat

Bursa calon ketua umum (Caketum) DPP Partai Golkar menghangat. Sejumlah kader potensial digadang-gadang tampil memimpin partai beringin itu.


Aksi Jalanan Tidak Bisa Tekan Hakim MK

Aksi Jalanan Tidak Bisa Tekan Hakim MK

Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan GNPF berencana mengadakan aksi massa sekaligus halalbihalal di sekitar gedung MK, 25-28 Juni.


Siapa sih Saksi 02 yang Ketakutan?

Siapa sih Saksi 02 yang Ketakutan?

Tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyebut ada saksinya yang ketakutan, usai memberi kesaksian di Mahkamah Konstitusi (MK).


Semuanya Harus Siap Terima Putusan MK

Semuanya Harus Siap Terima Putusan MK

Mahkamah Konstitusi (MK) dijadwalkan akan menggelar sidang putusan gugatan hasil pilpres 2019, Kamis (28/6) nanti.


MK Kirim Surat, BPN Tunggu Utusan

MK Kirim Surat, BPN Tunggu Utusan

Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengirimkan surat pemberitahuan sidang pembacaan putusan kepada seluruh pihak yang berperkara.


Perang Dagang AS-China Mulai Merembet ke ASEAN

Perang Dagang AS-China Mulai Merembet ke ASEAN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China bukan tidak mungkin akan merembet ke mana-mana.


Siap-siap, Diprediksi Tak Ada Hujan dalam Jangka Panjang

Siap-siap, Diprediksi Tak Ada Hujan dalam Jangka Panjang

Pastigana BNPB memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi tak akan ada hujan dalam jangka panjang.


Tidak Hadirkan Saksi, KPU Disebut seperti Fir'aun

Tidak Hadirkan Saksi, KPU Disebut seperti Fir'aun

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai sombong dan angkuh, karena tidak menghadirkan saksi di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (21/6) kemarin.


Kesaksian Ahli 01 Banyak Istilah Hukum

Kesaksian Ahli 01 Banyak Istilah Hukum

Sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) menghadirkan saksi dan ahli dari pihak terkait.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!