Nasional
Share this on:

Jelaskan Ekspor Loyo, Sri Mulyani Dituding Sebar Hoaks

  • Jelaskan Ekspor Loyo, Sri Mulyani Dituding Sebar Hoaks
  • Jelaskan Ekspor Loyo, Sri Mulyani Dituding Sebar Hoaks

JAKARTA - Ada peristiwa mengagetkan terjadi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dituding telah menyebarkan berita bohong atau hoaks oleh anggota DPR RI.

Dalam rapat tersebut, di Gedung DPR RI, Senayan Jakarta, Selasa, (11/6), mantan pelaksana bank dunia itu menjelaskan kinerja ekspor RI loyo adalah dipicu perang dagang Amerka Serikat (AS) dengan China.

Penjelasan Menkeu menuai komentar dari anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Bambang Haryo, bahwa alasan yang dilontarkan berita pembohongan publik. Apakah tuduhan tersebut berdasar?

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid menguraikan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) ekspor non migas kita ke China pada periode Januari-April 2019 sebesar 7,27 miliar dolar AS. Jumlahnya lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama Januari-April 2018 sebesar 8,16 miliar dolar AS.

Sementara ekspor nonmigas kita ke AS pada periode Januari-April 2019 sebesar 5,54 miliar dolar AS atau lebih rendah dibandingkan dengan Januari-April 2018 yang sebesar 5,58 miliar dolar AS. Meski demikian, kata Tauhid, memang perlu pendalaman lebih lanjut apakah karena perang dagang atau tidak.

"Karena tidak semua ekspor kita merupakan produk antara yang digunakan negara China untuk ekspor ke AS ataupun dari AS ke China," papar Tauhid kepada Fajar Indonesia Network (FIN), kemarin (12/6).

"Penurunan juga terjadi tidak hanya terhadap China dan AS, namun juga terhadap Jepang, serta negara-negara lainnya," sambung Tauhid.

Agar masalah tersebut menjadi jelas, Tauhid meminta pemerintah memberikan klarifikasi tentang produk ekspor non migas apa saja yang turun sebagai akibat dari perang dagang antara China dan AS.

"Khususnya pada tahap pertama yakni penetapan bea impor sebesar 10 persen beragam produk ekspor China ke AS dan sebaliknya yang telah berlaku beberapa bulan lalu," pungkas Tauhid.

Seperti diketahui, Menteri Sri Mulyani dituduh telah menyebarkan berita hoaks terkait penjelasannya kinerja ekspor RI lesu akibat perang dagang AS dengan China.

Menteri Ani, begitu disapa, membantah tudingan tersebut bahwa data ekspor yang dikatakan anggota DPR RI itu terjadi pada 2012 hingga 2014 adalah sebelum adanya perang dagang.

"Jadi memang waktu 2014, 2015, 2016 kita masuk dalam suasana kondisi ekonomi global yang sangat menekan, harga komoditas jatuh dan volume dari ekspor kita juga menurun. Ini yang menyebabkan kontraksi, waktu kita sudah lihat recovery yaitu mulanya akhir 2017 dan berlangsung di 2018, tiba-tiba di akhir 2018 presiden Trump eskalasi, ini yang menyebabkan," jelas Ani. (din/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Pajak Dipangkas Besar-Besaran

Pajak Dipangkas Besar-Besaran

Pemerintah melakukan terobosan untuk meraih investasi dan meningkatkan ekspor sebanyak-banyaknya.


DPR Nilai Sri Mulyani Berbohong

DPR Nilai Sri Mulyani Berbohong

Kemarin (11/6) pemerintah menghadiri rapat paripurna di DPR RI untuk menyampaikan tanggapan terhadap pandangan fraksi.


40 Juta Pengguna Medsos Terpapar Hoaks

40 Juta Pengguna Medsos Terpapar Hoaks

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mencabut pembatasan fitur media sosial, Sabtu (25/5) lalu.


Lukman Hakim Dituding Terima Rp10 Juta

Lukman Hakim Dituding Terima Rp10 Juta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui tim Biro Hukum menyebutkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima Rp10 juta.


Pejabat Daerah Kerap Hidup Glamor

Pejabat Daerah Kerap Hidup Glamor

Penetapan tersangka Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi di KPK.


Tersangka Suap, KPK Sita Sejumlah Barang Mewah Bupati Kepulauan Talaud

Tersangka Suap, KPK Sita Sejumlah Barang Mewah Bupati Kepulauan Talaud

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mentapkan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip, sebagai tersangka kasus dugaan suap.


1.645 Hoax Beredar Sejak Tahapan Pemilu Dimulai

1.645 Hoax Beredar Sejak Tahapan Pemilu Dimulai

Publik sudah menduga tren hoaks selama Pemilu Serentak 2019 mengalami peningkatan tajam.


Tak Ada WNI Jadi Korban Bom Srilanka JAKARTA-

Tak Ada WNI Jadi Korban Bom Srilanka JAKARTA-

Mabes Polri memastikan tidak ada satupun WNI yang terlibat, baik yang menjadi korban atau pelaku teror bom di Sri Lanka.


Kemenlu Bantah WNI Terlibat Pengeboman di Sri Lanka

Kemenlu Bantah WNI Terlibat Pengeboman di Sri Lanka

Kementerian Luar Negeri RI membantah kabar tentang dugaan WNI yang terlibat serangan bom beruntun di Hotel Shangri-La, Kolombo, Sri Lanka.


Usai Coblosan Terdeteksi 64 Hoax

Usai Coblosan Terdeteksi 64 Hoax

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat sebuah 64 hoaks yang paling berpengaruh pasca hari pencoblosan 17 April lalu.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!