Nasional
Share this on:

Jempol, Kapal Selam KRI Nagapasa-403 Berlayar 17 Hari tanpa Transit

  • Jempol, Kapal Selam KRI Nagapasa-403 Berlayar 17 Hari tanpa Transit
  • Jempol, Kapal Selam KRI Nagapasa-403 Berlayar 17 Hari tanpa Transit

Kapal Selam KRI Nagapasa-403 (Dite Surendra/Jawa Pos/JawaPos.com)

SURABAYA - Setelah berlayar dari Korea Selatan menuju Indonesia tanpa transit, KRI Nagapasa-403 resmi menjadi bagian dari TNI-AL. Kapal selam ke tiga yang dimiliki Indonesia itu tiba di Dermaga Satuan Kapal Selam Koarmatim Surabaya pukul 10.00. Kapal tersebut disambut Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi.

Selain jajaran petinggi TNI, KRI Nagapasa-403 disambut jalasenastri dan anggota keluarga awak kapal tersebut. Mereka sudah 14 bulan terpisah. Ya, kru Nagapasa sudah berada di Korea sejak Juni 2016. Mereka belajar memahami perangkat kapal yang hasil kerja sama dua negara tersebut.

Karena itu, wajar jika teriakan muncul saat kapal muncuk di permukaan menuju ke Dermaga Satuan Kapal Selam. Tepuk tangan riuh dari pengunjung mengiringi kapal yang perlahan merapat ke dermaga.

Setelah merapat sempurna, Komandan Kapal Letkol Laut (P) Harry Setyawan menghadap Kasal Laksamana TNI Ade Supandi. Dia melaporkan perjalanan 17 hari dari Korea Selatan menuju Indonesia telah selesai. Setelah menerima laporan, Ade yang didampingi Panglima Armatim Laksamana Muda TNI Darwanto dan pejabat tinggi TNI lainnya meninjau kapal tersebut.

Secara keseluruhan, interior KRI Nagapasa-403 hampir sama dengan dua kapal selam lainya. Hanya, perangkat yang dipergunakan berbeda. Misalnya sistem pengawasan baterai. Data tersebut tampak di monitor. Dengan begitu, perwira jaga (paga) tidak perlu teriak atau bertanya kepada kru. Cukup melihat pada monitor tersebut.

Luas dan perangkat untuk anggota juga hampir sama. Mulai dari ruang tidur, kamar mandi, ruang masak, ruang perwira, maupun ruang makan. Bentuknya hampir sama dengan KRI Cakra-401 maupun KRI Naggala-402.

Namun sama bentuk bukan berarti sama kemampuan. KRI Nagapasa-403 cukup canggih. Ade mengatakan bahwa kemampuan Nagapasa cukup untuk membantu TNI-AL mengamankan perairan laut Indonesia. ''Operasi bisa semakin maksimal,'' katanya.

Dia mengatakan dua kapal pesanan Indonesia masih dalam pengerjaan. Satu kapal dikerjakan di Korea Selatan dan akan tiba di Indonesia akhir tahun. Lalu sisanya dikerjakan di PT PAL dan dijadwalkan akhir 2018. ''Total akan ada 5 kapal selam,'' katanya.

Perwira tinggi dengan empat bintang di pundak itu mengatakan Indonesia sangat butuh kapal selam. Letak geografis Indonesia terdiri dari kepulauan. Di wilayah timur, termasuk perairan dalam. Karena itu, butuh alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang beroperasi di bawah air. ''Kami menargetkan ada 12 kapal selam yang beroperasi di perairan laut Indonesia,'' ujarnya.

Dia juga mengucap selamat kepada 40 awak kru yang membawa kapal tersebut. Apresiasi itu diberikan karena kapal selam merupakan alutsista dengan tingkat risiko paling tinggi.

Pesawat gagal bisa ditandai dengan jatuh. Dan itu bisa dilihat serta dicari. Tapi kapal selam yang gagal dan mengalami kerusakan, sulit dideteksi. Apalagi, kapal yang dibawa tergolong baru. Belum teruji untuk perjalanan jauh. ''Dan Angkatan Laut Indonesia berani membawa dari Korea Selatan ke Surabaya, luar biasa,'' ungkap Ade.

Memang, butuh nyali untuk sampai ke Indonesia. Apalagi, pemerintah menginginkan kapal tersebut terus berlayar tanpa transit. Hanya di beberapa perbatasan yang harus muncul di permukaan. ''Hanya muncul, bukan transit,'' tegas Letkol Laut (P) Harry Setyawan.

Dia mengakui sempat ada hambatan selama perjalanan berlangsung. Namun hambatan itu tergolong ringan. Awak KRI Nagapasa-403 bisa mengatasi selama perjalanan. Ia juga meyakinkan bahwa KRI yang menyerupai kapal selam korea kelas Chang Bogo itu sangat canggih. ''Daya jelajah dan kemampuan tempurnya luar biasa,'' ucap Harry. (riq)



Berita Sejenis

Jalur ke Dieng dari Kejajar Ditutup Total

Jalur ke Dieng dari Kejajar Ditutup Total

Jalur menuju kawasan dataran tinggi Dieng tepatnya di Desa Tieng Kejajar akan ditutup total selama empat hari.


Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Kelompok Penyekap Izinkan Ibu-Ibu Berbelanja, Negosiasi Masih Mampet

Memasuki hari keempat penyekapan 1.300 orang warga desa Banti, Timika, Papua, TNI dan Polri belum bisa menjalin komunikasi dengan Kelompok Kriminal Bersenjata.


Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

Keinginan Presiden Joko Widodo untuk melindungi KPK terbentur banyak hal.


Baru Dua Hari, SIM Card yang Diregistrasi Tembus 30 Juta

Baru Dua Hari, SIM Card yang Diregistrasi Tembus 30 Juta

Baru dua hari kewajiban registrasi SIM Card dijalankan, sudah 30 juta lebih kartu seluler diregistrasikan ulang.


Sudah 200 Hari, Kasus Penyerangan Novel Masih Bureng

Sudah 200 Hari, Kasus Penyerangan Novel Masih Bureng

Teror penyerangan air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan berusia 200 hari, kemarin.


Wow... OTT Bisa Tiga Hari Sekali

Wow... OTT Bisa Tiga Hari Sekali

Operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengundang keprihatinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.


Status Hukum Pemilik Pabrik Kembang Api Ditentukan Hari Ini

Status Hukum Pemilik Pabrik Kembang Api Ditentukan Hari Ini

Pemeriksaan kepada pemilik pabrik kembang api PT Panca Buana Cahaya Sukses, Indra Liyono, berjalan tertutup.


Polisi Akan Awasi Penggunaan Dana Desa

Polisi Akan Awasi Penggunaan Dana Desa

Hingga hari ini ada 214 kasus penyelewengan dana desa yang sudah ditindaklanjuti kepolisian. Pemerintah ingin menutup celah penyelewengan tersebut.


Dahulukan Aturan Rapor dan Hari Sekolah

Dahulukan Aturan Rapor dan Hari Sekolah

Mendikbud Muhadjir Effendy angkat suara terkait regulasi baru turunan Peraturan Presiden (Perpres) 87/2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.


Pertegas TNI Tidak Boleh Berpolitik Praktis

Pertegas TNI Tidak Boleh Berpolitik Praktis

Jelang peringatan ulang tahun ke-72 TNI hari ini (5/10), militer dinilai ingin kembali ke ranah politik.



Berita Hari Ini

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!