Nasional
Share this on:

JK: Jangan Larut dalam Kesedihan

  • JK: Jangan Larut dalam Kesedihan
  • JK: Jangan Larut dalam Kesedihan

JAKARTA - Pemilihan presiden (Pilpres 2019) telah usai. Sejumlah elit dan partai politik diminta kembali bersatu. Tak hanya itu, masyarakat pendukung juga harus melepas semua atribut. Tak ada lagi istilah 01 dan 02.

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) optimistis masyarakat yang terbelah karena perbedaan pilihan di Pemilu 2019 kembali bersatu. Ia yakin Bhineka Tunggal Ika menyatukan bangsa Indonesia. Dia menilai perbedaan pilihan yang menimbulkan gesekan terjadi di setiap negara.

Namun, persatuan Indonesia yang sudah tertanam sejak luhur tidak dimiliki negara lain. "Kita justru bersyukur bahwa kita di Indonesia ini walau ada riak-riak tapi tetap punya suatu suasana yang memberikan kita rasa bangga bahwa bangsa ini walau banyak perbedaan tetap ada persatuan," kata JK di Jakarta, Sabtu (06/7).

Menurutnya, konflik yang terjadi selama pilpres merupakan hal wajar. Setiap warga negara selalu menginginkan jagoannya menjadi pemenang. Emosi dan kesedihan yang dirasakan kubu yang kalah memang selalu terjadi dalam pemilu.

Ia meminta semua pihak untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menimbulkan konflik. "Pengalaman dalam sejarah Indonesia bangsa ini berkonflik apabila rasa adilnya menjadi masalah. Rasa keadilan menjadi masalah," terang JK.

Dirinya meminta masyarakat tidak larut dalam kesedihan. Masyarakat diminta kembali bangkit dan saling berjuang untuk kemajuan negara. "Jangan larut dalam kesedihan. Kita panjatkan doa dan berusaha, bagaimana memajukan bangsa ini apakah sosial ekonominya dengan baik dengan adil. Dengan rasa adil akan tercipta persatuan. Itu tanggung jawab bersama," ucapnya.

JK juga mengingatkan organisasi masyarakat dan para pejabat menjaga kesatuan. Organisasi masyarakat, khususnya partai politik dan pejabat diminta mengedepankan kemajuan ekonomi yang adil.

Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) angkat bicara terkait rencana rekonsiliasi antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Cak Imin mengaku pembahasan rencana pertemuan cukup alot. "Ya itu butuh waktu. Makanya sabar," ujar Cak Imin.

Ia mengatakan suasana politik akibat panasnya media sosial juga mempengaruhi alotnya perundingan rencana pertemuan itu. Opini masyarakat mempengaruhi para elite politik mengambil keputusan.Cak Imin berharap tensi politik menurun seiring waktu. "Jadi titik temu itu persatuan," imbuhnya.

Dia juga angkat bicara terkait penolakan partai oposisi bergabung dengan Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Ia menilai pemerintah memerlukan oposisi. Cak Imin menyoroti sistem demokrasi Indonesia. Partai politik oposisi seharusnya menjaga agar sistem tersebut berjalan ideal.

"Jadi oposisi itu perlu ada. Kalau bisa Gerindra dan PKS mempertahankan posisi itu," tegasnya. Cak Berbeda dengan Demokrat dan PAN. Cak Imin memberi sinyal agar kedua partai itu segera merapat. (khf/zul/fin/rh)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bansos Harus Terintegrasi NIK

Bansos Harus Terintegrasi NIK

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memaparkan Pemanfaatan NIK untuk Perbaikan Base data Pemberi Bantuan Sosial.


Kinerja DPR Jeblok, RUU Pertahanan Mendesak

Kinerja DPR Jeblok, RUU Pertahanan Mendesak

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan sudah mendesak.


Jangan Lagi Impor Garam

Jangan Lagi Impor Garam

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap impor garam ditekan. Terlebih kualitas garam lokal ternyata lebih baik dibandingkan garam impor.


315 Daerah Kembali Minta Pemekaran

315 Daerah Kembali Minta Pemekaran

Sejak tahun 2014, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerima usulan pembentukan 315 daerah otonomi baru (DOB).


Jangan Kaget Bila Anda Dapat Surat e-Tilang

Jangan Kaget Bila Anda Dapat Surat e-Tilang

Masyarakat diminta jangan kaget bila menerima surat pemberitahuan tilang elektronik (e-Tilang) atau ETLE.


Rp416 Triliun untuk Bayar THR dan Gaji ke-13 PNS

Rp416 Triliun untuk Bayar THR dan Gaji ke-13 PNS

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp416,144 triliun untuk belanja pegawai dalam Rencana Anggara Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 20


449 Jemaah Tiba di Tanah Air

449 Jemaah Tiba di Tanah Air

Jemaah haji Indonesia yang masuk dalam gelombang ke-2, direncanakan tiba hari ini (22/8) di Tanah Air.


Cuaca Panas Tewaskan 101 Orang di Tokyo

Cuaca Panas Tewaskan 101 Orang di Tokyo

101 orang meninggal dunia dan pulahan lainnya masih dalam perwatan rumah sakit, akibat cuaca panas yang melanda Tokyo, Jepang, sejak 1 Juli hingga 19 Agustus la


Whatsapp Bidik Pasar E-Commerce Indonesia

Whatsapp Bidik Pasar E-Commerce Indonesia

Whatsapp berencana ekspansi ke sektor e-commerce di Indonesia. Saat ini perusahaan sedang dalam pembicaraan dengan beberapa perusahaan pembayaran digital Indone


PKB Bidik Pemilih Luar Jawa

PKB Bidik Pemilih Luar Jawa

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Muktamar V 2019 di Nusa Dua, Bali. Presiden Joko Widodo hadir dalam acara tersebut.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!