Nasional
Share this on:

Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

  • Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti
  • Jokowi: Hentikan Tindakan Tanpa Bukti

JAKARTA - Keinginan Presiden Joko Widodo untuk melindungi KPK terbentur banyak hal. Yang utama adalah komitmen Jokowi untuk tidak ikut campur dalam kerja penegak hukum.

Namun, Presiden juga berkali-kali memberikan isyarat agar KPK tidak diganggu. Termasuk saat ditanya wartawan setelah meresmikan nama Nurtanio untuk pesawat N-219 di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, kemarin.

Saat dimintai tanggapan soal keluarnya surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) untuk para pimpinan KPK, Jokowi memberi jawaban normatif. Dia mengingatkan Polri untuk tidak bertindak gegabah dalam persoalan KPK.

’’Jangan sampai ada tindakan-tindakan yang tidak berdasarkan bukti dan fakta,’’ tegasnya.

Rujukan tindakan yang gegabah sudah ada dalam kasus-kasus terdahulu. Pada akhirnya, kasus-kasus semacam itu hanya akan menimbulkan kegaduhan tanpa ada penyelesaian. ’’Saya sudah minta untuk dihentikan kalau ada hal-hal seperti itu (tindakan tanpa bukti). Dihentikan,’’ lanjutnya.

Menurut Jokowi, sejauh ini relatif tidak ada friksi antarlembaga penegak hukum. Termasuk antara KPK dengan Polri. ’’Hubungan antara KPK dan Polri baik-baik saja,’’ tutur Presiden 56 tahun itu. ’’Tapi saya minta agar tidak ada kegaduhan,’’ tambah Jokowi.

Meski demikian, sebelumnya Presiden memang sempat menyatakan sikapnya terkait keberadaan KPK sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi. Diamenginginkan KPK tetapeksis dan justru lebih kuat.

’’Jangan ada pikiran-pikiran untuk melemahkan KPK,’’ ucap Presiden. Hanya, dalam praktiknya niatan memperkuat KPK itu tidak kunjung terealisasi. (byu/tyo/bay/lyn/jpnn)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Setnov Ditetapkan Tersangka Lagi
Setnov Ditetapkan Tersangka Lagi

Berita Sejenis

Pelaku Candaan Bom Bisa Dipenjara

Pelaku Candaan Bom Bisa Dipenjara

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan memberi tindakan tegas berupa tuntutan hukum terhadap pelaku yang memberikan informasi palsu tentang bom.


Jokowi: Gaji BPIP Bukan Hitungan Istana

Jokowi: Gaji BPIP Bukan Hitungan Istana

Presiden Joko Widodo angkat bicara terkait hak keuangan Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP) yang tengah menjadi sorotan publik.


Wakapolri: Videokan Polisi di Jalan, Kalau Benar Langsung Saya Pecat

Wakapolri: Videokan Polisi di Jalan, Kalau Benar Langsung Saya Pecat

Presiden Jokowi memerintahkan langsung Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin memberantas praktik pemalakan terhadap para sopir truk.


Jokowi Sebut Isu TKA Sarat Politik

Jokowi Sebut Isu TKA Sarat Politik

Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara terkait isu Peraturan Presiden Nomor 20 tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang terus menyerang pemerintah.


Mantan Ketua DPR Diduga Cuci Uang E-KTP

Mantan Ketua DPR Diduga Cuci Uang E-KTP

Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat tambahan alat bukti untuk membuktikan kesalahan Setya Novanto (Setnov).


Bukti Cukup, Cakada Tetap Tersangka

Bukti Cukup, Cakada Tetap Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap bersikap tegas terhadap para calon kepala daerah (cakada) yang disinyalir tersangkut kasus rasuah.


Malaysia Minta Indonesia Tak Hentikan Pengiriman TKI

Malaysia Minta Indonesia Tak Hentikan Pengiriman TKI

Pemerintah Malaysia berharap kepada Indonesia untuk tidak memoratorium pengiriman pekerja migran ke Malaysia.


Sebelum Lebaran, Cawapres Jokowi Sudah Ada

Sebelum Lebaran, Cawapres Jokowi Sudah Ada

Teka-teki terkait calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Joko Widodo nampaknya belum bisa diketahui publik dalam waktu dekat.


Setnov Mulai Akui Alat Bukti

Setnov Mulai Akui Alat Bukti

Mantan ketua DPR Setya Novanto mendadak berubah. Dia sedikit mulai sedikit mulai mengakui sejumlah bukti keterlibatannya dalam mega korupsi e-KTP.


Mega: Jokowi Capres, Pasti Metal

Mega: Jokowi Capres, Pasti Metal

Peta Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 semakin terang. Pertarungan head-to-head antara Jokowi dan Prabowo Subianto pada Pilpres 2014 sangat mungkin terulang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!