Nasional
Share this on:

Kabut Asap Sudah Menyebar ke Thailand dan Filipina

  • Kabut Asap Sudah Menyebar ke Thailand dan Filipina
  • Kabut Asap Sudah Menyebar ke Thailand dan Filipina

BANGKOK - Kabut asap akibat kebakaran hutan di Indonesia dan Malaysia dilaporkan juga menyelimuti Thailand bagian selatan. Penduduk setempat mengeluhkan kondisi udara yang tidak sehat dan harus menggunakan masker sepanjang hari.

Seperti dilansir Associated Press, Jumat (20/9), lembaga penelitian Pemantau Kabut Asap Selatan Thailand sudah menerbitkan peringatan bagi warga setempat. Mereka menyatakan penduduk di wilayah Songkhla, Satun, Yala dan Pattani supaya untuk sementara waktu tidak berkegiatan atau mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Mereka juga meminta, warga supaya selalu mengenakan masker jika terpaksa bepergian. Menurut mereka, tingkat polusi udara akibat kabut asap sudah mencapai tingkat berbahaya. "Saya sudah penyakitan, jadi kondisi seperti ini sangat menyulitkan saya. Saya jadi merasa mudah lelah dan tidak enak badan. Keadaan itu semakin buruk dari hari kemarin," kata seorang warga setempat, Yindee Suktumna.

Menurut pemerintah setempat, tingkat polusi udara akibat kabut asap semakin meningkat sejak 5 September lalu. Kondisinya semakin buruk dalam beberapa hari belakangan. Menurut Direktur Biro Lingkungan Wilayah 16 di Songkhla, Thananchai Wannasuk, kandungan polutan di udara akibat kabut mencapai 100 mikrogram per meter kubik. Jumlah itu dua kali lipat dari batas yang ditetapkan Thailand.

"Kandungan partikel polutan di Songkhla berjumlah 104 mikrogram pada pukul 13.00 waktu setempat. Satu jam kemudian nilainya turun mencapai 100 mikrogram," katanya.

"Sedangkan kandungan polutan di Yala mencapai 106 mikrogram pada pukul 13.00 waktu setempat. Sedangkan satu jam kemudian nilainya turun menjadi 98 mikrogram," sambungnya.

Wannasuk menyatakan, kabut asap itu diperkirakan terbawa aliran angin. Jika angin masih berembus ke arah timur laut, dia menyatakan ada kemungkinan kabut asap akan semakin pekat dan kualitas udara di wilayah setempat bakal semakin memburuk.

Sementara itu, kabut asap dilaporkan juga sudah menyebar hingga Filipina. Wilayah yang terdampak paling parah adalah Cebu. Seperti dilansir The Manila Times, Jumat (20/9), Biro Manajemen Lingkungan (EMB) di Central Visayas, memperingatkan warga untuk tidak bepergian jika Anda tidak mempunyai urusan mendesak.

"Selalu tutup jendela dan pintu rumah Anda. Jangan melakukan jogging di luar ruangan karena tubuh akan menyerap lebih banyak polutan jika aktif berkegiatan," demikian isi peringatan EMB, Jumat (20/9), kemarin.

Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam di Central Visayas juga meminta, penduduk di Cebu untuk terus mengenakan masker atau kaca mata, untuk melindungi diri dari paparan kabut asap yang berbahaya. "Pada Selasa lalu, seorang lelaki dilaporkan dibawa ke rumah sakit karena batuk parah diduga akibat terpapar kabut asap. Kabut asap bisa memicu penyakit pernapasan dan jantung," kata EMB.

Dari data yang dilansir EMB pada Rabu lalu, tercatat kandungan partikel polutan di udara mencapai 56 mikrogram per kubik meter. Nilai itu sudah melewati batas aman 50 mikrogram per kubik meter. (der/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Calon Menteri Harus Profesional dan Loyal

Calon Menteri Harus Profesional dan Loyal

Presiden Joko Widodo disebut-sebut sedang mengutak-atik komposisi calon menteri. Sejumlah parpol mengklaim berhak atas jatah kursi kabinet.


Larangan Demo saat Pelantikan Presiden Ditentang

Larangan Demo saat Pelantikan Presiden Ditentang

Polri melarang aksi demonstrasi jelang pelantikan Presiden dan wakil Presiden terpilih, Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Gedung DPR/MPR RI, Minggu (20/10).


1.547 Titik Panas Masih Terdeteksi

1.547 Titik Panas Masih Terdeteksi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika menyatakan masih terdapat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan.


Wacana Revisi UU Pemilu dan Pilkada Dikaji

Wacana Revisi UU Pemilu dan Pilkada Dikaji

Usulan revisi Undang-Undang Pilkada dan Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK) membuat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI melakukan kajian.


Amandemen UUD 1945, Terbatas atau Menyeluruh?

Amandemen UUD 1945, Terbatas atau Menyeluruh?

Wacana amandemen UUD 1945 secara menyeluruh muncul saat pertemuan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum DPP NasDem Surya Paloh.


Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam

Kurangi Kabut Asap Karhutla, BNPB Tebar 14.300 Kg Garam

Tujuh helikopter bom air dikerahkan untuk penanganan darurat kebakaran hutan lahan (karhutla) dan kabut asap di Sumatera Selatan.


514 Kabupaten dan Kota Sudah Tersambung Tol Langit

514 Kabupaten dan Kota Sudah Tersambung Tol Langit

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara memastikan Proyek Palapa Ring secara keseluruhan telah resmi beroperasi.


Pilkada Bisa Kacau, Mendagri-KPU Harus Tegas

Pilkada Bisa Kacau, Mendagri-KPU Harus Tegas

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI kembali diingatkan untuk bersikap tegas.


Soal Penyerangan Wiranto, Polri Dianggap Malu Akui Kelengahannya

Soal Penyerangan Wiranto, Polri Dianggap Malu Akui Kelengahannya

Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengklaim, sosok penikam Menko Polhukam Wiranto telah terdeteksi keberadaannya di wilayah Pandeglang, sejak tiga bulan se


Ada Pembunuhan Buruh di Wouma, Pekerja Dilarang Keluar Wamena

Ada Pembunuhan Buruh di Wouma, Pekerja Dilarang Keluar Wamena

Kondisi di Wamena dipastikan sudah kondusif. Namun, berbeda dengan kondisi di pinggiran Wamena.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!