Nasional
Share this on:

Kampanye Seminggu Lagi, Waspada Potensi Gesekan Massa

  • Kampanye Seminggu Lagi, Waspada Potensi Gesekan Massa
  • Kampanye Seminggu Lagi, Waspada Potensi Gesekan Massa

JAKARTA - Menjelang kampanye terbuka Minggu (24/3) sampai Sabtu (13/4) mendatang, pemerintah memastikan kesiapan seluruh unsur yang punya tanggung jawab terhadap agenda tersebut.

Ketua KPU Arief Budiman pun membenarkan adanya potensi itu, Mseki demikian pihaknya sudah mengatur jadwal kampanye terbuka untuk setiap calon yang turut berkompetisi dalam pemilu serentak tahun ini. "Kami sudah atur zonanya berbeda, jadwalnya berbeda, kan pasti nggak ketemu. KPU berharap implementasi zonasi tersebut benar-benar efektif meredam potensi gesekan massa," paparnya.

Menko Polhukam Wiranto menegaskan ada banyak isu beredar di masyarakat. Tidak terkecuali yang bersingungan dengan pelaksanaan kampanye terbuka. "Kami masih menysinyalir adanya isu bahwa seakan-akan menjelang dan pasca pemilu akan ada kerusuhan besar, ada people power," terangnya. Menurut dia, isu tersebut sama sekali tidak benar.

Sebab, kondisi dan situasi saat ini masih terkendali. Wiranto menyatakan itu berdasar data dan informasi dari berbagai sumber. Termasuk di antaranya intelijen yang bekerja. "Saya katakan tidak ada. Tidak ada kerusuhan," imbuhnya.

Kalau pun ada, yang terbaca oleh pemerintah, penyelanggara pemilu, juga aparat keamanan hanya potensi gesekan massa. Untuk itu, dibuat rencana dan skema untuk menekan kemungkinan tersebut.

Menurut Wiranto, rencana maupun skema yang ada bakal efektif meredam potensi gesekan massa. "Tadi sudah kami rapatkan dan sudah disampaikan oleh KPU dan Bawaslu," ujarnya.

Kedua instansi tersebut, lanjut dia, sudah mengatur jadwal kampanye sedemikian rupa. Di bagi zona dan waktu. "Siapa yang diizinkan untuk berkampanye dengan cara-cara rapat umum (terbuka) itu sudah diatur dengan baik," tambah dia.

Dengan cara itu, Wiranto menyebut, gesekan massa yang berpotensi terjadi bisa dihindari. "Sehingga tidak dimungkinkan adanya tabrakan massa yang sedang berkampanye, yang mendukung kontestan-kontestan itu. Baik capres cawapres maupun caleg-caleg itu," bebernya.

Selain pengaturan yang sudah dibuat oleh KPU dan Bawaslu, Polri dan TNI juga sudah menggelar pasukan guna mengantisipasi berbagai potensi gesekan. Seluruh kekuatan yang digelar Polri dibantu TNI, sambung Wiranto, sudah memadai untuk memastikan kelangsungan tahap-tahap akhir pemilu serentak tersebut berjalan aman.

"Karena antara rasio kemungkinan adanya gangguan keamanan dengan jumlah polisi dan TNI, bahkan sampai ke TPS itu cukup, kata mantan panglima ABRI itu.

Untuk itu, dia meminta masyarakat tenang. Jangan sampai, lanjut Wiranto, isu-isu tidak benar yang terus menerus beredar membuat masyarakat terlampau khawatir. Sehingga kehilangan momentum untuk turut menetukan pilihan mereka dalam pemilu serentak tahun ini.

"Karena itu hak pilihnya lima tahun sekali. Katakanlah nggak bisa dilaksanakan karena takut isu. Ya jangan sampai, ungkap pejabat asal Jogjakarta tersebut. (khf/ful/fin/zul)

Berita Sebelumnya

Kompak Bongkar Korupsi Romi
Kompak Bongkar Korupsi Romi

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan

Jokowi Beri Waktu Tiga Bulan

Presiden mengingatkan hasil TPF Novel Baswedan mesti ditindaklanjuti lagi oleh tim teknis untuk lebih menyasar dugaan-dugaan yang ada.


Masih Ada Pertemuan Lanjutan Sebelum Pelantikan Presiden

Masih Ada Pertemuan Lanjutan Sebelum Pelantikan Presiden

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut-sebut akan bertemu lagi.


Kampanye Pilkada Serentak Diusulkan 71 Hari

Kampanye Pilkada Serentak Diusulkan 71 Hari

Usulan Komisi II DPR RI untuk mempersingkat masa kampanye Pilkada Serentak 2020 diamini Komisi Pemilihan Umum (KPU).


Jawa Barat Jadi Basis Massa Terbesar Kelompok Teroris JI

Jawa Barat Jadi Basis Massa Terbesar Kelompok Teroris JI

Kelompok teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) memiliki jaringan massa yang besar di Jawa.


Kampanye Pilkada Serentak Cukup 1 Bulan

Kampanye Pilkada Serentak Cukup 1 Bulan

Gelaran pilkada serentak 2020 mulai digodok. Selain waktu pelaksanaan, sejumlah tahapan kampanye juga ramai dibahas.


Golkar Jangan Sampai Pecah Lagi

Golkar Jangan Sampai Pecah Lagi

Gejolak internal menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar terus mengemuka.


Jokowi-Prabowo Masih Akan Bertemu Lagi

Jokowi-Prabowo Masih Akan Bertemu Lagi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan tidak ada syarat apapun yang diajukan pada pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto.


PA 212 tak Lagi Bersama Prabowo

PA 212 tak Lagi Bersama Prabowo

Joko Widodo dan Prabowo Subianto telah bertemu. Keduanya sepakat mengakhiri polarisasi.


Sebelum Di-OTT KPK, Nurdin Berniat Maju Pilgub Lagi

Sebelum Di-OTT KPK, Nurdin Berniat Maju Pilgub Lagi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun sebagai tersangka, Kamis (11/7) kemarin.


Luar Biasa Jika Media Cetak Bergaya Start-up

Luar Biasa Jika Media Cetak Bergaya Start-up

Media massa, terutama media cetak, harus kembali dapat memenangkan kepercayaan publik, dan membedakan diri dari media sosial.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!