Nasional
Share this on:

Kapal Equanimity Disita Ulang

  • Kapal Equanimity Disita Ulang
  • Kapal Equanimity Disita Ulang

JAKARTA - Bareskrim masih belum menyerah terkait kasus penyitaan kapal Equanimity senilai USD 250 juta. Kendati kalah dalam praperadilan, ternyata Bareskrim bersama dengan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum dan HAM) telah menyiapkan langkah lain. Yakni, penyitaan ulang berdasar mutual legal assistance (MLA) antara Indonesia dengan Amerika Serikat (AS).

Wadir Dittipideksus Bareskrim Kombespol Daniel Tahi Monang Silitonga menjelaskan, MLA antara Indonesia dengan AS ini telah ditandatangani kedua belah pihak. Artinya, kerjasama timbal balik kasus pidana bisa dilakukan.

”Bahkan, sesuai koordinasi kemarin, Kemenkum dan HAM telah meminta izin pengadilan negeri Bali untuk menyita kapal lagi,” ujarnya.

Dalam penyitaan ini, yang menjadi koordinator adalah Kemenkum dan HAM. Yang sesuai putusan praperadilan seharusnya menjadi sentral dalam kerjasama timbal balik kasus pidana. ”Ya, ini sama seperti yang diinginkan hakim,” terangnya ditemui di kantornya.

Apakah sejak awal Bareskrim memang menyiapkan dua langkah penyitaan? Dia menuturkan bahwa Bareskrim sejak awal memiliki dua opsi dalam melakukan penyitaan, yakni melalui kerjasama police to police dan government to government.

”Langkah paling cepat itu P to P itu, kalau G to G itu perlu waktu,” ujarnya.

Karena itu, kedua opsi itu dijalankan secara bersamaan. Yang paling utama, kapal itu bisa disita terlebih dahulu. Selanjutnya, kerjasama G to G itu bisa mengikutinya. ”Kerjasama G to G itu prosesnya panjang, dari Kejaksaan AS harus ke Indonesia dulu dan sebaliknya,” tuturnya.

Terkait kapan penyitaan ulang akan dilakukan, dia menjelaskan bahwa semua itu tergantung pada PN Bali. Bila memang izin sudah diterbitkan, maka bisa secara langsung kapal disita kembali. ”Nah, kemungkinan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Perlu diketahui, dalam sidang praperadilan hakim juga mempertimbangkan bahwa di negara asal yakni, Malaysia, saat itu tidak terdapat kasus pidana pokoknya. Namun, kondisi berubah seiring dengan kalahnya Najib Razak.

Kini, kasus 1 Malaysia Development Berhard (1MDB) mulai diusut penegak hukum di Malaysia. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menjelaskan, pengusutan kasus dugaan korupsi di Malaysia itu bisa menjadi titik tumpu untuk penyitaan kapal di Indonesia.

”Apalagi, kalau memang benar terhubung antara 1MDB dengan kapal Equanimity tersebut,” ujarnya. (idr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Diduga Overload, Kapal Motor Oleng lalu Terbalik

Diduga Overload, Kapal Motor Oleng lalu Terbalik

Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang berlayar dari Pelabuhan Simanindo, Toba Samosir, tujuan Tiga Ras, Simalungun, Sumatera Utara, terbalik.


KPK Panggil Ulang Enam Tersangka

KPK Panggil Ulang Enam Tersangka

Pengusutan skandal suap DPRD Kota Malang terus bergulir.


Rumah Emirsyah Satar Disita

Rumah Emirsyah Satar Disita

Upaya KPK menelusuri aliran uang suap yang diterima mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia (Persero) Emirsyah Satar membuahkan hasil.


Nelayan Cantrang Takut Ditangkap

Nelayan Cantrang Takut Ditangkap

Kapal nelayan yang menggunakan cantrang memang sudah diberi lampu hijau untuk melaut lagi.


Baru Dua Hari, SIM Card yang Diregistrasi Tembus 30 Juta

Baru Dua Hari, SIM Card yang Diregistrasi Tembus 30 Juta

Baru dua hari kewajiban registrasi SIM Card dijalankan, sudah 30 juta lebih kartu seluler diregistrasikan ulang.


Pertegas TNI Tidak Boleh Berpolitik Praktis

Pertegas TNI Tidak Boleh Berpolitik Praktis

Jelang peringatan ulang tahun ke-72 TNI hari ini (5/10), militer dinilai ingin kembali ke ranah politik.


BNN Tangkap Kapal Penyelundup Sabu dan Ekstasi

BNN Tangkap Kapal Penyelundup Sabu dan Ekstasi

Secara bertubi-tubi bandar narkotika terus menyasar Indonesia.


Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Bebani Masyarakat

Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Bebani Masyarakat

Rencana pengenaan biaya isi ulang kartu uang elektronik dinilai kurang tepat. Pasalnya, biaya isi ulang itu bakal membebani masyarakat.


Jempol, Kapal Selam KRI Nagapasa-403 Berlayar 17 Hari tanpa Transit

Jempol, Kapal Selam KRI Nagapasa-403 Berlayar 17 Hari tanpa Transit

Setelah berlayar dari Korea Selatan menuju Indonesia tanpa transit, KRI Nagapasa-403 resmi menjadi bagian dari TNI-AL.


Kapal Perang Tabrakan, Indonesia Bantu Cari Sepuluh Pelaut AS

Kapal Perang Tabrakan, Indonesia Bantu Cari Sepuluh Pelaut AS

Lantamal IV Tanjungpinang mengerahkan dua kapal perang guna membantu pencarian korban kecelakaan laut di sebelah timur Selat Malaka kemarin (21/8).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!