Nasional
Share this on:

Kapolri Harap Tunjangan Kinerja TNI-Polri Naik 100 Persen

  • Kapolri Harap Tunjangan Kinerja TNI-Polri Naik 100 Persen
  • Kapolri Harap Tunjangan Kinerja TNI-Polri Naik 100 Persen

**JAKARTA ** - Kapolri Jenderal Tito Karnavian berharap Pemerintah, khususnya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat menaikan uang tunjangan kinerja hingga 100 persen untuk para anggota TNI-Polri dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.

Harapannya ini, diungkapkan Kapolri di hadapan Presiden Jokowi dan ribuan personel TNI-Polri saat memberi sambutan di puncak Perayaan HUT Bhayangkara ke-73, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (10/7) kemarin.

"Kami berharap kepada pemerintahan baru yang akan memimpin lima tahun ke depan, agar ada kenaikan tunjangan kinerja untuk para anggota TNI-Polri hingga 100 persen," kata Jenderal Tito di Silang Monas, Jakarta, Rabu (10/7).

Sebelumnya, Tito menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Jokowi yang pada Hut Bhayangkara ke-72 tahun 2018, telah menaikan tunjangan kinerja bagi TNI-Polri hingga 70% dan mulai berlaku, per 1 Juli 2018 lalu.

"Kami ucapkan terima kasih, Hal tersebut amat berarti bagi peningkatan kesejahteraan personel Polri dan TNI. Terutama bagi mereka yang di lapangan, seperti Tamtama," ucap Tito.

Tito berjanji, bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kenaikan tunjangan kinerja akan dibarengi dengan kualitas kinerja yang semakin baik. Selain itu juga akan siap memelihara stabilitas keamanan di dalam negeri hingga selesai pelantikan Presiden terpilih pada Oktober mendatang.

"Kami, TNI-Polri akan selalu siap memelihara stabilitas keamanan di dalam negeri, sehingga Pemerintahdapat melaksanakan program-program pembangunan dengan lancar, guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pendapatan nasional," katanya.

Untuk diketahui, pada 2018 di perayaan HUT Bhayangkara ke-72, Presiden mengumumkan untuk memberikan kenaikan tunjangan Polri hingga 70%, dan saat itu Tito menyambut baik rencana kenaikan tunjangan anggota Polri hingga terealisasi, pertanggal 1 Juli 2018 lalu.

Pada waktu itu pula, Tito menilai, kenaikan tunjangan bagi anggota TNI-Polri dianggap sangat berarti, khususnya untuk mereka yang bertugas di luar daerah dan perbatasan agar mereka lebih semangat bekerja.

Sebagai informasi, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2015 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, ada empat golongan yang memiliki kisaran gaji pokok yang berbeda-beda.

Di antaranya, golongan I atau tamtama, gaji anggota Polri berada di kisaran angka Rp1,5 juta sampai Rp2,8 juta. Sedangkan, untuk golongan II atau bintara, anggota Polri menerima gaji mulai Rp2 juta hingga Rp3,8 juta.

Kemudian pada golongan III atau perwira pertama, gaji yang diterima mulai Rp2,6 juta hingga Rp4,5 juta. Sedangkan golongan IV terbagi menjadi dua, yakni perwira menengah mulai dari Rp2,8 juta sampai Rp4,9 juta. Sedangkan perwira tinggi sekitar Rp3,1 juta sampai Rp5,6 juta. (Mhf/gw/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Situasi di Papua Sudah Normal

Situasi di Papua Sudah Normal

Situasi keamanan di Papua dan Papua Barat sudah kembali normal. Meski begitu, aparat keamanan dari TNI-Polri masih disiagakan di sejumlah titik.


Kinerja DPR Jeblok, RUU Pertahanan Mendesak

Kinerja DPR Jeblok, RUU Pertahanan Mendesak

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Rancangan Undang-Undang (RUU) Pertanahan sudah mendesak.


Bantuan Ibu Hamil dan BPNT Dipastikan Naik

Bantuan Ibu Hamil dan BPNT Dipastikan Naik

Bantuan untuk ibu hamil dan anak usia dini akan naik pada 2020 mendatang. Selain itu program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima keluarga penerima man


50 Persen ASN Belum Sarjana

50 Persen ASN Belum Sarjana

Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) Indonesia banyak yang mengantongi pendidikan sarjana.


Sri dan Susi Layak Dipertahankan, Tjahjo Kumolo Tunggu Perintah

Sri dan Susi Layak Dipertahankan, Tjahjo Kumolo Tunggu Perintah

Kinerja para menteri Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla tak pernah lepas dari sorotan. Terutama warganet di media sosial.


55 Persen Profesional, Nama Menteri Diumumkan Sebelum Oktober

55 Persen Profesional, Nama Menteri Diumumkan Sebelum Oktober

Presiden Joko Widodo sedikit membocorkan komposisi kabinet periode 2019-2024. Kursi menteri akan diisi 55 persen dari kalangan profesional.


Kebakaran Hutan Makin Memprihatinkan

Kebakaran Hutan Makin Memprihatinkan

Tim asistensi yang dibentuk Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bergerak terjun ke lapangan untuk mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Kompensasi 300 Persen, PLN Terancam Bangkrut

Kompensasi 300 Persen, PLN Terancam Bangkrut

Upaya pemerintah merevisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 27 tahun 2017 bisa mengancam keuangan Perusahaan Listrik Negara (PLN)..


Calon Kapolri, Komjen Arief Dijegal Meme

Calon Kapolri, Komjen Arief Dijegal Meme

Makin santer kabar Komjen Arief Sulistyanto menuju tampuk pimpinan Kapolri.


Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

Soal Mati Listrik Massal, Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon

PT PLN Persero menggandeng Bareskrim Polri untuk menginvestigasi gangguan yang menyebabkan mati listrik massal alias blackout di Jakarta, Banten, Jawa Barat, da



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!