Nasional
Share this on:

Karir Taufik di DPR Tamat

  • Karir Taufik di DPR Tamat
  • Karir Taufik di DPR Tamat

JAKARTA - Karir politik Taufik Kurniawan terancam tamat. Sebab, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu bakal diberhentikan dari posisinya sebagai Wakil Ketua DPR, juga dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum PAN.

Keputusan tersebut disampaikan petinggi PAN, setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Taufik, kemarin (2/11). ”Kami nonaktifkan yang bersangkutan (Taufik Kurniawan, Red) dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat, Red) dan akan proses pergantian pimpinan DPR dan PAW (pergantian antarwaktu) di DPR RI,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN Eddy Soeparno melalui pesan singkat kemarin.

Penonaktifan itu merupakan bentuk respons PAN atas proses hukum di KPK yang menjerat Taufik. Petang kemarin sekitar pukul 18.19, penyidik menahan Taufik untuk 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di Gedung KPK Kavling C-1 (kantor lama).

Penahanan dilakukan setelah penyidik memeriksa Taufik hampir 10 jam. Sebelumnya, pimpinan DPR dari daerah pemilihan (dapil) VII Jawa Tengah itu dua kali absen dari panggilan KPK.

Taufik mengenakan rompi oranye ketika masuk ke dalam kendaraan tahanan KPK. Dia mengenakan peci warna hitam. Sebelum masuk ke mobil tahanan, Taufik sempat memberikan pernyataan. ”Secanggih-canggihnya rekayasan manusia, rekayasa milik Allah lah yang paling sempurna,” ujarnya tanpa menjelaskan lebih lanjut pernyataan tersebut.

Ditanya soal dugaan suap Rp 3,65 miliar terkait dengan pengalokasian dana alokasi khusus (DAK) Kebumen 2016, Taufik tidak banyak berkomentar. Dia hanya mengatakan dirinya bakal mengikuti dan menghormati proses hukum di komisi antirasuah.

”Saya akan ikuti dan hormati proses hukum di KPK,” ujarnya seraya beringsut masuk ke kendaraan tahanan melewati kerumunan awak media.

Sebagaimana diberitakan, KPK menetapkan Taufik sebagai tersangka seiring nyanyian Bupati Kebumen (nonaktif) M. Yahya Fuad di persidangan. Yahya mengaku memberi suap kepada Taufik agar mendapat DAK fisik untuk pembangunan jalan dan jembatan di Kebumen. Atas bantuan Taufik, pada 2016 Kebumen mendapat kucuran DAK sebesar Rp 93,37 miliar.

Beda dengan posisinya di DPR dan DPP PAN, penahanan Taufik kemarin tidak lantas mempengaruhi pencalonannya pada pemilihan umum (pemilu) 2019 mendatang. Pencalonannya dipastikan aman. Taufik mencalonkan diri melalui PAN. Dia tercatat sebagai caleg nomor urut 1 di Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen.

Kepastian itu disampaikan Ketua KPU Arief Budiman saat ditemui di KPU kemarin (2/11). Dia menjelaskan, pada tahap daftar calon tetap (DCT) seperti saat ini, posisi seorang caleg tidak bisa diubah. Kecuali ada hal-hal yang memang mengharuskan untuk mengubahnya. misalnya meninggal atau ada putusan hukum yang inkracht.

’’Tidak apa-apa itu (menjadi tersangka),’’ terangnya.

KPU baru mengambiil langkah bila kasus Taufik dinyatakan berkekuatan hukum tetap alias inkracht, dalam kondisi dia dinyatakan bersalah. Bila demikian yang terjadi, maka Taufik akan dinyatakan tidak memenuhi syarat. Hanya saja, KPU tetap harus memperhatikan kapan putusan inkracht itu keluar.

’’Kalau sebelum surat suara diproduksi, asal sudah inkracht ya, itu bisa kami keluarkan (dari DCT),’’ lanjut mantan komisioner KPU Jawa Timur itu.

Namun, bila ternyata inkracht saat surat suara selesai diproduksi, maka nama taufik tidak akan dicabut. Nanti, KPU hanya akan memberitahu masyarakat di dapilnya bahwa Taufik bukan lagi caleg.

Bila tenyata masih ada yang mencoblos nama Taufik di surat suara dalam kondisi dia tidak memenuhi syarat, maka suaranya tetap sah. Hanya saja, pria asal Semarang itu tidak akan mendapatkan manfaat. Suara dia akan masuk dan dihitung sebagai suara PAN saja. Sebab, dia sudah bukan lagi caleg bila dinyatakan bersalah dan inkracht. (bay/tyo/byu/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Komisi I DPR Desak Pemerintah Pulihkan Pembatasan Media Sosial

Komisi I DPR Desak Pemerintah Pulihkan Pembatasan Media Sosial

Kementerian Komunikasi dan Informatika membatasi akses aplikasi perpesanan WhatsApp dan media sosial untuk sementara waktu.


Puan Paling Berpeluang Pimpin DPR

Puan Paling Berpeluang Pimpin DPR

Setelah pada 2014 menggunakan sistem paket, konfigurasi pimpinan DPR periode mendatang akan memakai sistem suara terbanyak.


PAN Dukung Pansus Pemilu, Bara Hasibuan Bilang Belum Perlu

PAN Dukung Pansus Pemilu, Bara Hasibuan Bilang Belum Perlu

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (Wasekjend PAN) Saleh Partaonan Daulay memastikan bahwa pihaknya yang ada di DPR menyetujui pembentukan Pansus


Tim Hukum Nasional Bisa Ditolak DPR

Tim Hukum Nasional Bisa Ditolak DPR

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menilai wacana pembentukan Tim Hukum Nasional belum terlalu diperlukan.


Pembentukan Pansus Pemilu Serentak Kembali Mencuat

Pembentukan Pansus Pemilu Serentak Kembali Mencuat

Banyaknya korban meninggal pada Pemilu 2019 menjadi sorotan dalam pembukaan masa sidang DPR, rabu (8/5) kemarin.


20 RUU Prioritas Bisa Dituntaskan

20 RUU Prioritas Bisa Dituntaskan

Sekjen DPR RI Indra Iskandar menekankan 20 RUU Prolegnas Prioritas tahun 2019 bisa segera dituntaskan.


Tambahan Kuota Haji 10 Ribu Tunggu Palu DPR

Tambahan Kuota Haji 10 Ribu Tunggu Palu DPR

Pemerintah menunggu keputusan bersama DPR terkait tambahan kuota haji sebanyak 10 ribu.


524 Anggota Dewan Tersangka Korupsi, 22 Diantaranya DPR RI

524 Anggota Dewan Tersangka Korupsi, 22 Diantaranya DPR RI

Luar biasa perilaku koruptif sebagian oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat baik di pusat maupun di daerah periode 2014-2019.


DPR Akui Rendahnya LHKPN

DPR Akui Rendahnya LHKPN

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengaku bahwa kepatuhan para wakil rakyat dalam menyerahkan LHKPN masih jauh dari harapan. Menurutnya, ada dua penyebab dalam perm


Dari Empat Kardus Dugaan Uang Serangan Fajar Sudah Ada Rp300 Juta

Dari Empat Kardus Dugaan Uang Serangan Fajar Sudah Ada Rp300 Juta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus melakukan pemeriksaan terhadap 82 kardus berisi amplop yang diduga disiapkan Anggota DPR Bowo Sidik Pangarso untu



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!