Nasional
Share this on:

Kasus First Travel, Polisi Sita Sejumlah Tas Mewah Anniesa

  • Kasus First Travel, Polisi Sita Sejumlah Tas Mewah Anniesa
  • Kasus First Travel, Polisi Sita Sejumlah Tas Mewah Anniesa

JAKARTA - Bareskrim terus berupaya mengumpulkan aset Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang diduga dibeli dengan uang jamaah. Yang terbaru, penyidik Bareskrim menyita sejumlah tas mewah asal Prancis merk Hermes.

Penyidik Bareskrim yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, sitaan terbaru itu ada beberapa tas Hermes milik Anniesa. Tas tersebut memiliki sertifikat keaslian. ?Inikan harganya ratusan juta, jadi kita sita karena diduga dibeli dari uang jamaah,? paparnya kemarin.

Karena adanya penyitaan baru tersebut, maka Andika dan Anniesa diperiksa kembali untuk kepentingan menjelaskan asetnya tersebut. Pemeriksaan telah dilakukan sejak pagi. ?Ya, masih diperiksalah,? jelasnya.

Sementara Kuasa Hukum Andika dan Anniesa Deski MK menjelaskan bahwa sesuai keterangan kliennya, tas tersebut bukan merupakan tas asli melainkan tas KW super. ?Tasnya dibeli secara online,? paparnya ditemui di sela-sela pemeriksaan keduanya kemarin.

Bukankah Anniesa pernah ke Prancis dan dari foto-foto tampak menenteng tas mewah itu? Dia justru mengaku tidak mengetahui hal tersebut. ?Kalau itu tidak saya ketahui,? paparnya.

Menurutnya, terkait kemana saja uang First Travel saat ini justru sedang dilakukan pencarian. Aset First Travel ini banyak, sehingga yang mengurus itu banyak. ?Ada karyawannya yang mengurus semua,? jelasnya.

Nah, perlu dilihat apakah ada kebocoran dari karyawan tersebut. ?Selain kebocoran, memang banyak terjadi FT menalangi sebuah kesalahan. Misalnya, jamaah terpaksa untuk menambah hari, akhirnya hotel diperpanjang. Atau tiket pesawat yang harusnya berangkat hari ini, tapi malah berangkat besok. Tiketnya jadi sia-sia,? ungkapnya.

Untuk masalah penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU), Kuasa Hukum First Travel lainnya Putra Kurniadi mengatakan bahwa saat ini proposal mediasi sedang disusun. Skema yang diajukan adalah tetap memberangkatkan dengan merestrukturisasi pegawai.

?Pegawai keluar semua kan, nah kami akan membuka lowongan untuk pegawai lagi,? terangnya.

Saat ini masih ada satu komisaris di First Travel yang bisa mengurus semua itu. dia menjelaskan, Komisaris ini merupakan adik dari Anniesa. ?Kendati adiknya ini masih kuliah, namun secara hukum dia komisarisnya,? paparnya.

Dari mana uang pemberangkatan jamaah umroh? Dia menjelaskan bahwa justru masalah itu yang sedang dibahas. Posisinya aset semua disita, tapi nanti semua akan didiskusikan. ?Kami diskusi lagi soal itu,? ujarnya. (idr/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Elit Diminta Stop Politisasi SARA

Elit Diminta Stop Politisasi SARA

Masuknya tahun politik menimbulkan kekhawatiran sejumlah kalangan menyusul maraknya politik identitas yang rentan memecah persatuan.


Gus Ipul Boyongan, Khofifah Buka Posko

Gus Ipul Boyongan, Khofifah Buka Posko

Para kandidat peserta pilgub Jatim sudah siap menghadapi masa kampanye yang dimulai hari ini. Sejumlah aktivitas mereka langsungkan, kemarin.


Cabuli Puluhan Siswi, Guru SMP di Jombang Terancam Dipecat

Cabuli Puluhan Siswi, Guru SMP di Jombang Terancam Dipecat

Sejumlah wali murid SMP Negeri 6 Jombang kemarin ramai-ramai mendatangi sekolah.


Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Ditanya soal Bagi-bagi Duit, Saksi Kompak Jawab Tidak Tahu

Lanjutan sidang kasus dugaan korupsi e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto berlangsung sebagaimana mestinya.


Nazaruddin Bisa Jadi Saksi Kunci (Lagi)

Nazaruddin Bisa Jadi Saksi Kunci (Lagi)

"Nyanyian" M. Nazaruddin bisa kembali menjadi andalan KPK untuk mengungkap keterlibatan sejumlah politisi skandal korupsi e-KTP.


Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Beban Negara Kian Besar Karena Terpidana Mati

Togiman alias Toge terpidana mati yang terancam divonis mati kali ketiga hanya satu dari ratusan terpidana mati kasus narkotika.


Jokowi Prihatinkan Kekerasan terhadap Guru

Jokowi Prihatinkan Kekerasan terhadap Guru

Kasus penganiayaan berujung kematian yang dilakukan siswa terhadap gurunya Ahmad Budi Cahyono di Sampang, Madura memantik Presiden Joko Widodo ikut mengomentari


SBY Membantah, lalu Laporkan Pengacara Setnov

SBY Membantah, lalu Laporkan Pengacara Setnov

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya mengambil sikap terhadap penyebutan namanya dalam kasus korupsi e-KTP.


Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Napi Teroris Bisa Rakit Bom Bakal Bebas

Tiga orang narapidana kasus terorisme bakal bebas dari Nusakambangan dalam waktu dekat. Sayangnya, ketiganya diduga masih memiliki paham radikal.


Dua Jenderal Polisi Jadi Pejabat (Pj) Gubernur

Dua Jenderal Polisi Jadi Pejabat (Pj) Gubernur

Kementerian Dalam Negeri menunjuk dua perwira tinggi (Pati) Polri untuk mengisi kekosongan jabatan gubernur Jawa Barat (Jabar) dan Sumatera Utara (Sumut).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!