Nasional
Share this on:

Kasus Pornografi Rizieq Berpotensi Di-SP3

  • Kasus Pornografi Rizieq Berpotensi Di-SP3
  • Kasus Pornografi Rizieq Berpotensi Di-SP3

JAKARTA - Kasus chat pornografi yang menjerat Habib Rizieq Shihab (HRS) berpotensi dihentikan. Polri sedang mempertimbangkan kemungkinan mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) untuk kasus tersebut. Hingga saat ini penyidik masih berupaya menemukan pengunggah chat mesum tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen M. Iqbal menjelaskan, penerbitan SP3 untuk kasus HRS itu suatu kemungkinan. ”Bisa jadi begitu,” papar mantan Kapolrestabes Surabaya tersebut kemarin (6/6).

Sebenarnya, hingga saat ini penyidik masih mencari pengunggah chat mesum tersebut. Sebenarnya masih ada semangat untuk melakukan pemeriksaan. ”Pengunggahnya ini masih dicari ya,” paparnya.

Menurut dia, penyidik tentunya juga mendengar pendapat dari saksi ahli terkait kasus tersebut. Semuanya akan disimpulkan bagaimana dengan kasus tersebut. ”Ya, SP3 ini dilihat nanti,” terangnya.

Sebelumnya, kasus HRS terkait dugaan penghinaan Pancasila telah di-SP3. Sebab, polisi tidak menemukan cukup bukti dalam kasus tersebut. Khususnya terkait video ceramah HRS yang hanya ditemukan versi yang telah terpotong.

”Kami belum temukan video yang utuh,” ujar Direskrimum Polda Jawa Barat Kombespol Umar Fana.

Apalagi, ternyata ceramah itu terjadi enam tahun sebelum dilaporkan. Menurutnya, semua itulah yang menjadi pertimbangan penghentian kasus HRS di Polda Jabar. ”Ya, itu sebabnya,” jelasnya.

Sementara kuasa hukum HRS Eggi Sudjana menegaskan, semua kasus kliennya seharusnya dihentikan. Kalau untuk kasus yang di Polda Metro Jaya terkait chat tersebut, perlu diketahui asal usul pengunggah itu tidak jelas alias anonim. ”Tentunya ini berdampak hukum,” paparnya.

Sebab, pengunggah tanpa nama ini membuat subjek hukumnya tidak ada. Lalu, pertanyaannya bagaimana memproses hukum bila subjeknya tidak ada. ”Ya tidak bisa dong,” papar mantan kuasa hukum First Travel tersebut.

Dia menuturkan, SP3 tersebut seharusnya SP3 sudah dikeluarkan sejak awal. Karena saat kali pertama tidak ditemukan adanya bukti yang cukup, seharusnya langsung SP3. ”Sejak dulu harusnya itu,” paparnya. (idr/agm/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Pengalihan APBD untuk THR Disoal
Pengalihan APBD untuk THR Disoal

Berita Sejenis

Soal Ulin Yusron, Integritas Polri Kembali Diuji

Soal Ulin Yusron, Integritas Polri Kembali Diuji

Kasus penyebaran data pribadi yang dilakukan aktivis Ulin Yusron bisa menjadi parameter penegakan hukum Polri.


Data Kependudukan Bocor, Kemendagri Kecolongan Lagi

Data Kependudukan Bocor, Kemendagri Kecolongan Lagi

Bukan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) namanya jika tak selalu muncul masalah. Baru-baru ini, kasus terbukanya database kependudukan kembali terjadi.


Prabowo: Pernyataan Hendropriyono Rasis

Prabowo: Pernyataan Hendropriyono Rasis

Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menilai pernyataan AM Hendropriyono yang menyinggung warga keturunan Arab adalah sentimen rasis dan berpotensi mem


Sembuh, Penahanan Rommy Diperpanjang

Sembuh, Penahanan Rommy Diperpanjang

KPK mencabut pembantaran tersangka kasus dugaan jual beli jabatan di Kemenag atas nama Romahumurziy alias Rommy.


Pejabat Daerah Kerap Hidup Glamor

Pejabat Daerah Kerap Hidup Glamor

Penetapan tersangka Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat kasus korupsi di KPK.


Negara Gagal Kontrol Parpol

Negara Gagal Kontrol Parpol

Belum selesai kasus dugaan korupsi di Kemenag yang melibatkan kader PPP, kasus dugaan korupsi lainnya yang melibatkan kader partai kembali mencuat.


Tersangka Suap, KPK Sita Sejumlah Barang Mewah Bupati Kepulauan Talaud

Tersangka Suap, KPK Sita Sejumlah Barang Mewah Bupati Kepulauan Talaud

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mentapkan Bupati Kepulauan Talaud, Sri Wahyumi Maria Manalip, sebagai tersangka kasus dugaan suap.


Setnov Kepergok Makan di Restoran Padang

Setnov Kepergok Makan di Restoran Padang

Terpidana kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto, terpergok sedang makan di restoran masakan padang di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.


Rommy Sakit, Pemeriksaan Tetap Jalan Terus

Rommy Sakit, Pemeriksaan Tetap Jalan Terus

Lebih dari tiga pekan tersangka kasus suap jual beli jabatan di Kementerian Agama Romahurmuziy alias Rommy dirawat di RS Polri Kramat Jati.


KPK Jangan Percaya Begitu Saja Romy Sakit

KPK Jangan Percaya Begitu Saja Romy Sakit

KPK diminta tidak percaya begitu saja dengan pengakuan sakit tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuzy.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!