Nasional
Share this on:

Kebijakan Tiket Murah Masih Setengah Hati

  • Kebijakan Tiket Murah Masih Setengah Hati
  • Kebijakan Tiket Murah Masih Setengah Hati

**JAKARTA ** - Sesuai kesepakatan Pemerintah bersama seluruh badan usaha maskapai penerbangan, mulai memberlakukan penerbangan murah dengan diskon tarif sebesar 50% dari Tarif Batas Atas (TBA) Low Cost Carrier (LCC) untuk 30% dari total kursi pesawat telah disediakan dan berlaku efektif mulai kemarin (11/7). Meski demikian, pemberlakuan ini dinilai masih setengah hati oleh sejumlah Asosiasi Perusahaan Perjalaan Wisata (ASITA).

Sejumlah maskapai dan badan usaha yang berkomitmen memberlakukan tiket murah yakni Garuda Indonesia Grup, Maskapai Lion Air Grup, Angkasa Pura I (AP I), Angkasa Pura II (AP II), Pertamina, Perum LPPNP/Air Nav Indonesia.

Mengingat pentingnya Kebijakan Penurunan Harga Tiket Angkutan Udara ini, Pemerintah melalui Kemenko Perekonomian mengingatkan semua pihak untuk mematuhi ketentuan dan mendukung pelaksanaan serta implementasi kebijakan tersebut.

"Ini merupakan wujud komitmen Pemerintah dan wujud keberpihakan seluruh pelaku industri terkait untuk bersama-sama menanggung beban dalam penyediaan penerbangan murah yang terjangkau masyarakat," terang Kepala Biro Hukum Persidangan dan Hubungan Masyarakat Kemenko Perekonomian, I Ktut Hadi Priatna, kemarin.

Ktut menjelaskan, penerbangan murah disediakan untuk jadwal tertentu (keberangkatan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 10.00 -14.00), untuk penerbangan no frills atau Low Cost Carrier (LCC) Domestik tipe pesawat jet , dengan penurunan tarif sebesar 50% dari TBA LCC, untuk 30% dari total kapasitas pesawat.

Penerbangan murah, lanjut Ktut, disediakan oleh Maskapai Citilink (62 flight atau 3.348 seat per hari), dan Maskapai Lion Air (146 flight atau 8.278 seat per hari). Ktut menambahkan, penurunan tariff sebesar 50% dari TBA LCC untuk sebanyak 30% dari total kapasitas pesawat, dilakukan melalui pembagian beban bersama (sharing the pain) yang melibatkan pihak Maskapai (Garuda Indonesia dan Lion Air Group), Pengelola Bandara (Kementerian Perhubungan, AP 1 dan AP 2), Pertamina, dan Air Nav Indonesia.

"Pembagian beban dilakukan atas Total Loss akibat penurunan harga, yang dibagi secara proporsional kepada semua pihak terkait, dengan mendasarkan pada proporsi peran setiap pihak pada struktur biaya penerbangan (persentase Beban Loss Sharing)," ungkap Ktut.

Sementara itu, Asosiasi Perusahaan Perjalaan Wisata (ASITA) menilai kebijakan pemerintah untuk menurunkan harga tiket penerbangan Low Cost Carrier (LCC) masih setengah hati karena belum didukung jumlah penerbangan yang memadai.

"Penerbangan untuk kebijakan itu belum merata. Untuk Sumbar, penerbangan Padang-Jakarta pada jam 10.00-14.00 WIB sesuai kebijakan hanya ada satu penerbangan perhari," kata Ketua ASITA Sumbar Ian Hanafiah.

Satu penerbangan itu dilayani oleh maskapai Lion Air dengan waktu keberangkatan 10.35 WIB dan sampai di Cengkareng 12.25 WIB. Lion mengalokasikan sekitar 57 seat untuk kebijakan harga murah dalam satu penerbangan.

Merujuk kebijakan tiket penerbangan murah yang berlaku untuk Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB, hanya tersedia 171 seat dalam sepekan. Namun pantauan dari salah satu aplikasi penjualan tiket, harga tiket maskapai lion air Padang-Jakarta untuk Selasa (23/7) pukul 10.35 WIB masih Rp1.321.000/pax.

Harga itu belum merujuk pada kebijakan tiket murah yang ditetapkan oleh pemerintah karena Tarif Batas Atas untuk rute itu adalah Rp1.476.000 sementara tarif batas bawah Rp517.000. Sementara untuk maskapai Citylink, tidak ada satupun penerbangan yang melayani pada jam yang ditetapkan oleh pemerintah tersebut. "Harusnya ada jumlah penerbangan yang memadai untuk waktu yang ditetapkan itu," katanya.

Dari sudut pandang pariwisata penurunan harga tiket itu diyakininya berpengaruh positif, tetapi tidak signifikan. Ia berharap, ke depan kebijakan pemerintah itu akan lebih mendukung sektor pariwisata. (ful/zul/fin)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Polisi Sebut Kasus Hukum Rizieq Syihab Masih Ada

Polisi Sebut Kasus Hukum Rizieq Syihab Masih Ada

Front Pembela Islam (FPI) menuding pemerintah Indonesia sengaja menghalang-halangi Rizieq pulang ke tanah air.


Oposisi Masih Dibutuhkan

Oposisi Masih Dibutuhkan

keberadaan oposisi untuk mengawal kinerja pemerintahan masih sangat dibutuhkan. Oposisi disebut menjadi syarat negara yang berdemokrasi.


Pansel Capim KPK Harus Hati-hati

Pansel Capim KPK Harus Hati-hati

KPK mengingatkan pansel capim KPK untuk teliti menelusuri rekam jejak 192 pendaftar yang lolos administrasi.


Jokowi-Prabowo Masih Akan Bertemu Lagi

Jokowi-Prabowo Masih Akan Bertemu Lagi

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan tidak ada syarat apapun yang diajukan pada pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto.


IMEI Tak Terdaftar, Ponsel Bakal Diblokir

IMEI Tak Terdaftar, Ponsel Bakal Diblokir

Peredaran ponsel ilegal (black market) yang umumnya dibanderol lebih murah dari ponsel resmi sebentar lagi tak akan bisa dinikmati masyarakat Indonesia.


Tambahan Petugas Haji Tak Terealisasi

Tambahan Petugas Haji Tak Terealisasi

Hingga kemarin (9/7) Kementerian Agama (Kemenag) masih menunggu hingga ada persetujuan alokasi anggaran.


Jokowi Galaw Neraca Dagang Indonesia Defisit lagi

Jokowi Galaw Neraca Dagang Indonesia Defisit lagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran kabinet untuk berhati-hati, terutama dengan masalah ekspor dan impor.


Wali Kota se-Indonesia Minta PPDB Sistem Zonasi Dievaluasi

Wali Kota se-Indonesia Minta PPDB Sistem Zonasi Dievaluasi

Kebijakan Kemendikbud terkait PPDB dengan sistem zonasi menuai keluhan dari banyak pemerintah daerah.


Partai Baru Disarankan Gabung Pemerintah

Partai Baru Disarankan Gabung Pemerintah

Partai pendatang baru yang tidak mendapat tiket ke Senayan disarankan mendekati partai pemenang pemilu.


Soal Rencana Pertemuan Jokowi dan Prabowo, Luhut: Jangan Bikin Resek

Soal Rencana Pertemuan Jokowi dan Prabowo, Luhut: Jangan Bikin Resek

Sejumlah pihak, masih berupaya mengatur jadwal agar Joko dan Prabowo bisa segera bertatap muka.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!